Sabtu, 18 April 2026
- Advertisement -

Bentuk Satgas Elpiji

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — KELANGKAAN elpiji 3 kilo kembali meresahkan masyarakat pengguna di Pekanbaru. Karena kelangkaan ini juga membuat Komisi II DPRD Pekanbaru berang, dan minta kepada Disperindag untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina, lalu segera membentuk tim Satgas elpiji untuk melakukan investigasi di lapangan.

"Kami juga minta kepada Disperindag mendata jumlah agen, dan pangkalan. Berapa jumlahnya yang tersebar di Pekanbaru," tegas Ketua komisi II H Fathullah kepada wartawan, Rabu (27/11).

Tidak hanya itu, Politisi Gerindra ini juga minta supaya kuota gas elpiji khususnya ukuran 3 kilo itu juga diminta berapa jatah Pekanbaru. "Kami minta ini juga agar pendistribusian nya sesuai peruntukannya," kata Fathullah lagi.

Baca Juga:  Jalan Berlubang Sulitkan Pengendara

Masalah kelangkaan elpiji, ini juga menjadi pembahasan komisi II saat hearing dengan Disperindag kemarin. Dan diharpakan persoalan ini segera teratasi tanpa ada keluhan lagi. 

Kepala Disperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut tak membantah adanya kekurangan dan kelemahan dalam pengawasan penjualan gas tersebut sehingga ada oknum pemilik pangkalan gas 3 kilogram melakukan aksi curang.

"Elpiji itu memang untuk masyarakat miskin, data masyarakat miskin di Pekanbaru lebih kurang sebanyak 44.000 orang. Jika untuk rumah tangga itu dalam satu bulan mungkin hanya 3 tabung, berarti hanya sekitar 120-130 ribu tabung saja untuk rumah tangga," ungkapnya.

Lanjut kata Ingot, selain adanya kelemahan pengawasan juga ada masyarakat yang tergolong mampu untuk membeli gas 5 kg.(ksm)

Baca Juga:  33 Ekor Sapi Dipotong, Pasokan Daging Kembali Normal

Laporan AGUSTIAR, Kota
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — KELANGKAAN elpiji 3 kilo kembali meresahkan masyarakat pengguna di Pekanbaru. Karena kelangkaan ini juga membuat Komisi II DPRD Pekanbaru berang, dan minta kepada Disperindag untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina, lalu segera membentuk tim Satgas elpiji untuk melakukan investigasi di lapangan.

"Kami juga minta kepada Disperindag mendata jumlah agen, dan pangkalan. Berapa jumlahnya yang tersebar di Pekanbaru," tegas Ketua komisi II H Fathullah kepada wartawan, Rabu (27/11).

Tidak hanya itu, Politisi Gerindra ini juga minta supaya kuota gas elpiji khususnya ukuran 3 kilo itu juga diminta berapa jatah Pekanbaru. "Kami minta ini juga agar pendistribusian nya sesuai peruntukannya," kata Fathullah lagi.

Baca Juga:  Pusat Setuju,Wako Tolak Pembangunan Pasar Cik Puan

Masalah kelangkaan elpiji, ini juga menjadi pembahasan komisi II saat hearing dengan Disperindag kemarin. Dan diharpakan persoalan ini segera teratasi tanpa ada keluhan lagi. 

Kepala Disperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut tak membantah adanya kekurangan dan kelemahan dalam pengawasan penjualan gas tersebut sehingga ada oknum pemilik pangkalan gas 3 kilogram melakukan aksi curang.

- Advertisement -

"Elpiji itu memang untuk masyarakat miskin, data masyarakat miskin di Pekanbaru lebih kurang sebanyak 44.000 orang. Jika untuk rumah tangga itu dalam satu bulan mungkin hanya 3 tabung, berarti hanya sekitar 120-130 ribu tabung saja untuk rumah tangga," ungkapnya.

Lanjut kata Ingot, selain adanya kelemahan pengawasan juga ada masyarakat yang tergolong mampu untuk membeli gas 5 kg.(ksm)

- Advertisement -
Baca Juga:  Jalan Berlubang Sulitkan Pengendara

Laporan AGUSTIAR, Kota
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — KELANGKAAN elpiji 3 kilo kembali meresahkan masyarakat pengguna di Pekanbaru. Karena kelangkaan ini juga membuat Komisi II DPRD Pekanbaru berang, dan minta kepada Disperindag untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina, lalu segera membentuk tim Satgas elpiji untuk melakukan investigasi di lapangan.

"Kami juga minta kepada Disperindag mendata jumlah agen, dan pangkalan. Berapa jumlahnya yang tersebar di Pekanbaru," tegas Ketua komisi II H Fathullah kepada wartawan, Rabu (27/11).

Tidak hanya itu, Politisi Gerindra ini juga minta supaya kuota gas elpiji khususnya ukuran 3 kilo itu juga diminta berapa jatah Pekanbaru. "Kami minta ini juga agar pendistribusian nya sesuai peruntukannya," kata Fathullah lagi.

Baca Juga:  Jaksa Tunggu Penetapan Jadwal Sidang

Masalah kelangkaan elpiji, ini juga menjadi pembahasan komisi II saat hearing dengan Disperindag kemarin. Dan diharpakan persoalan ini segera teratasi tanpa ada keluhan lagi. 

Kepala Disperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut tak membantah adanya kekurangan dan kelemahan dalam pengawasan penjualan gas tersebut sehingga ada oknum pemilik pangkalan gas 3 kilogram melakukan aksi curang.

"Elpiji itu memang untuk masyarakat miskin, data masyarakat miskin di Pekanbaru lebih kurang sebanyak 44.000 orang. Jika untuk rumah tangga itu dalam satu bulan mungkin hanya 3 tabung, berarti hanya sekitar 120-130 ribu tabung saja untuk rumah tangga," ungkapnya.

Lanjut kata Ingot, selain adanya kelemahan pengawasan juga ada masyarakat yang tergolong mampu untuk membeli gas 5 kg.(ksm)

Baca Juga:  Pelaku Curat Ditangkap usai Beraksi di Sejumlah Lokasi

Laporan AGUSTIAR, Kota
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari