Minggu, 18 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Ketum PBNU Sebut Sudah Dipanggil Jokowi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebelum dilantik untuk periode 2019-2024. Namun, dalam pertemuan itu membahas soal menteri Kabinet Kerja jilid II.

"Ketemu kan biasa. Senin kemarin. Enggak bilang apa-apa tuh. Ketawa-ketawa aja," kata Kiai Said usai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Soal dirinya yang disebut-sebut menjadi menteri pada pemerintahan periode kedua, kata Said, hal itu hanya isu yang berkembang. Dia menampik dalam pertemuan itu memperbincangkan soal posisi menteri bersama mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga:  Sehari Kebakaran di Empat Lahan

"Enggak ada bakat, enggak ada potongan saya," urai Said.

Terkait harapannya untuk era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, lanjut Kiai Said, dia menginginkan agar keduanya dapat memprioritaskan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, hal itu penting karena sebagai modal menghadapi era revolusi industri keempat dan persaingan global.

Kiai Said menuturkan, isi pidato Jokowi usai dilantik menjadi Presiden juga sangat baik karena mengutarakan target yang tinggi. Namun, Jokowi juga harus mampu mengingatkan rakyatnya untuk mampu menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Oleh karenanya, meminta Jokowi-Amin untuk dapat berkonsentrasi membangun mutu SDM. Hal itu merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan masa depan dan NU telah mempersiapkannya dengan program santri melek teknologi. Itu penting karena selain memahami ajaran agama, santri juga wajib paham teknologi.

Baca Juga:  Culik Nelayan WNI, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 M

"Ke depan, kita masuk era yang menantang, era revolusi industri 4.0, tentu SDM harus kita dorong, supaya tidak kalah dengan negara tetangga. Kita semuanya harus melek teknologi, terutama kami di NU yang sudah menggalakkan hal itu untuk para santri di pesantren,” tandasnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebelum dilantik untuk periode 2019-2024. Namun, dalam pertemuan itu membahas soal menteri Kabinet Kerja jilid II.

"Ketemu kan biasa. Senin kemarin. Enggak bilang apa-apa tuh. Ketawa-ketawa aja," kata Kiai Said usai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Soal dirinya yang disebut-sebut menjadi menteri pada pemerintahan periode kedua, kata Said, hal itu hanya isu yang berkembang. Dia menampik dalam pertemuan itu memperbincangkan soal posisi menteri bersama mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga:  PKB Tolak Aturan Wajib PCR Untuk Penumpang Pesawat

"Enggak ada bakat, enggak ada potongan saya," urai Said.

Terkait harapannya untuk era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, lanjut Kiai Said, dia menginginkan agar keduanya dapat memprioritaskan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, hal itu penting karena sebagai modal menghadapi era revolusi industri keempat dan persaingan global.

- Advertisement -

Kiai Said menuturkan, isi pidato Jokowi usai dilantik menjadi Presiden juga sangat baik karena mengutarakan target yang tinggi. Namun, Jokowi juga harus mampu mengingatkan rakyatnya untuk mampu menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Oleh karenanya, meminta Jokowi-Amin untuk dapat berkonsentrasi membangun mutu SDM. Hal itu merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan masa depan dan NU telah mempersiapkannya dengan program santri melek teknologi. Itu penting karena selain memahami ajaran agama, santri juga wajib paham teknologi.

- Advertisement -
Baca Juga:  Wabup Bengkalis Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pipa Transmisi PDAM

"Ke depan, kita masuk era yang menantang, era revolusi industri 4.0, tentu SDM harus kita dorong, supaya tidak kalah dengan negara tetangga. Kita semuanya harus melek teknologi, terutama kami di NU yang sudah menggalakkan hal itu untuk para santri di pesantren,” tandasnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebelum dilantik untuk periode 2019-2024. Namun, dalam pertemuan itu membahas soal menteri Kabinet Kerja jilid II.

"Ketemu kan biasa. Senin kemarin. Enggak bilang apa-apa tuh. Ketawa-ketawa aja," kata Kiai Said usai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Soal dirinya yang disebut-sebut menjadi menteri pada pemerintahan periode kedua, kata Said, hal itu hanya isu yang berkembang. Dia menampik dalam pertemuan itu memperbincangkan soal posisi menteri bersama mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga:  Sehari Kebakaran di Empat Lahan

"Enggak ada bakat, enggak ada potongan saya," urai Said.

Terkait harapannya untuk era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, lanjut Kiai Said, dia menginginkan agar keduanya dapat memprioritaskan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, hal itu penting karena sebagai modal menghadapi era revolusi industri keempat dan persaingan global.

Kiai Said menuturkan, isi pidato Jokowi usai dilantik menjadi Presiden juga sangat baik karena mengutarakan target yang tinggi. Namun, Jokowi juga harus mampu mengingatkan rakyatnya untuk mampu menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Oleh karenanya, meminta Jokowi-Amin untuk dapat berkonsentrasi membangun mutu SDM. Hal itu merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan masa depan dan NU telah mempersiapkannya dengan program santri melek teknologi. Itu penting karena selain memahami ajaran agama, santri juga wajib paham teknologi.

Baca Juga:  Miris, 514 Kematian dalam Sehari karena Corona di Spanyol

"Ke depan, kita masuk era yang menantang, era revolusi industri 4.0, tentu SDM harus kita dorong, supaya tidak kalah dengan negara tetangga. Kita semuanya harus melek teknologi, terutama kami di NU yang sudah menggalakkan hal itu untuk para santri di pesantren,” tandasnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari