Minggu, 23 Juni 2024

Sirkulasi Bantuan Terus Berjalan, 27 KK Setuju Direlokasi

Maksimalkan Pengerjaan Jalur Lembah Anai

PADANG (RIAUPOS.CO) – Pengerjaan ruas jalur nasional Lembah Anai terus dimaksimalkan pasca galodo atau banjir lahar dingin yang menghantam Sumatera Barat, beberapa waktu yang lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Thabrani, Senin (20/5).

Thabrani menjelaskan prosesi pengerjaan yang dilaksanakan saat ini sedang memasuki tahap penimbunan badan jalan yang terputus. Ia mengatakan pekerja bekerja siang dan malam dalam mengerjakan jalanan yang terputus tersebut.

- Advertisement -

‘’Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dikerjakan secara darurat dikarenakan terkait dengan ketinggian, badan jalan yang skoring serta lebar jalan yang tipis sehingga harus dikonstruksi permanen. Inilah yang membuat pengerjaannya agak lama,” katanya, Senin (20/5).

Ia juga mengatakan, hingga saat ini proses pengerjaan masih berjalan dengan lancar meski dihadapkan dengan persoalan cuaca yang memaksa pekerjaan berhenti untuk sementara waktu. “Kami juga terus waspada karena hujan proses pengerjaan tidak bisa dilakukan di sungai karena kita tidak ingin mengambil risiko,” ucapnya.

Thabrani mengatakan jika prosesi pengerjaan ini dapat terus berjalan dengan lancar secara hitungan kasar jalur Lembah Anai dapat dilalui pada 21 Juli 2024. Demikian selagi kondisi jalan masih dalam tahap perbaikan ia mengharapkan agar masyarakat di Sumbar dapat bersabar sementara waktu.

- Advertisement -

“Untuk perjalanan Padang-Bukittingi sementara masyarakat dapat melalui jalur alternatif begitu juga ke daerah lainnya. Dalam kondisi cuaca seperti ini kita harapkan masyarakat yang berkendara untuk berhati-hati. Jika pada kondisi cuaca hujan lebat dan sebagainya kita sarankan untuk menahan bepergian untuk menghindari potensi jalan longsor dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu Kadishub Provinsi Sumbar Dedi Diantolani mengatakan terkait dengan pengalihan arus lalu lintas akibat jalur utama Lembah Anai yang rusak, Dishub secara optimal menyiagakan petugas di setiap jalur-jalur alternatif yang dilalui masyarakat.

Ia juga mengatakan untuk jalur di Sumbar, Dishub memberikan peringatan kepada masyarakat melalui spanduk-spanduk yang disebar di setiap ruas akses alternative, mengingat terjadinya kecelakaan di kawasan jalur alternatif beberapa waktu lalu. Dedi mengharapkan setiap pengendara selalu berhati-hati dalam berkendara demi menjaga keselamatan sampai ke tujuan.

Sementara itu, sirkulasi bantuan terus berlangsung di sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Agam. Selain bantuan bahan pangan sembako serta pakaian dan perlengkapan tidur, juga disalurkan bantuan berupa alat berat untuk pembersihan material dari area permukiman dan fasilitas umum.

Untuk penyaluran bantuan, BNPB melakukannya dengan berjenjang. Di mana saluran diterima dengan terpusat di posko utama di SD 08 Kecamatan Canduang dan disalurkan melalui perintahkan kecamatan, kemudian nagari, dan diteruskan kepada masyarakat.

“Untuk masyarakat yang terdampak dan mengungsi di posko utama,  penyaluran bantuan dikelola langsung oleh tim gabungan. Sedangkan untuk masyarakat yang terdampak dan tidak ke posko untuk pengungsian kita berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari,” ujar Sekretaris BPBD Agam, Endrisasman, Senin (20/5).

Baca Juga:  Banjir Bandang dan Lahar Dingin di Tanahdatar, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Secara umum, menurut Endrisasman keperluan pangan diperkirakan cukup hingga masa tanggap bencana selesai pada 25 Mei mendatang. “Secara umum keperluan terpenuhi. Untuk pangan diperhitungkan cukup hingga nanti masa tanggap selesai. Selain pangan, untuk keperluan popok, baik untuk balita dan lansia dan perlengkapan perempuan menurut kami cukup,” sebutnya.

Kemudian untuk keperluan mendesak saat ini menurutnya adalah perlengkapan sekolah bagi anak-anak, terutama bagi korban terdampak langsung. ‘’Kita juga mengimbau bagi berbagai pihak yang ingin ikut berkontribusi untuk terus berkoordinasi dengan posko utama. Tentu agar jenis bantuannya tepat, benar-benar diperlukan masyarakat dan juga dapat disalurkan dengan tepat,” ucapnya.

Masih di lokasi yang sama, Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. “Untuk bantuan pangan sudah dilakukan pendataan, baik bagi masyarakat yang di posko pengungsian ataupun masyarakat yang di luar posko. Untuk pangan nanti akan disuplai,” sebutnya.

Ia juga menyatakan keprluan pangan diperkirakan terpenuhi hingga masa tanggap darurat. “Kemudian untuk bantuan relokasi, kami telah dan masih melakukan pendataan. Kami telah menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait relokasi bagi mereka yang ada di zona merah,” ucapnya.

Firdaus juga menambahkan sejauh ini sudah ada masyarakat yang bersedia untuk mengikuti program relokasi. “Sudah ada 27 KK yang menyatakan siap untuk direlokasi. Lima di antaranya relokasi mandiri. Dengan kata lain mereka memiliki lahan di wilayah yang tidak rawan. Kemudian 22 KK lainnya dikembalikan ke pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat,” tuturnya.

Penghimpunan Donasi oleh Mahasiswa 

Aksi penghimpunan donasi juga dilakukan oleh mahasiswa, salah satunya oleh Mahasiswa yang tergabung dalam HMI se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan penggalangan dana di sejumlah titik di Sumatera Barat.

“Kita mengajak seluruh anggota HMI untuk mengirimkan doa dan melakukan aksi sosial dengan melakukan penggalangan donasi peduli Sumbar dan aksi gotong royong di lokasi bencana,” ujar Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Badko HMI Sumatera Barat periode 2021-2023, Rizki Nasution, Senin (20/5).

Ia menyebutkan penggalangan dana ini dilakukan dilakukan di 13 titik yakni di Pasaman Barat, Lubuk Sikaping, Bukittinggi, Batu Sangkar, Payakumbuh, Pariaman, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Padang Panjang, Padang, dan Pesisir Selatan.

Bersihkan Material

Pantauan Padang Ekspress (RPG) di salah satu titik terdampak banjir bandang di Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, proses pembersihan material banjir bandang terus dilakukan dilakukan oleh tim gabungan, baik dari Pemkab Agam, pemerintahan nagari dan masyarakat.

Baca Juga:  Batu Besar dan Kayu Terbawa Lumpur Mengalir Deras

Wali Nagari Koto Tuo, Irvan Darwin menyebutkan saat ini masyarakat dibantu tim gabungan tengah fokus untuk melakukan pembersihan sendimen sisa banjir bandang yang menerjang wilayahnya. “Kita terus mengupayakan pembersihan sendimen di area permukiman dan revitalisasi fasilitas umum,’’ ujarnya.

‘’Kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak. Saat ini bantuan yang paling kita perlukan ialah bantuan mobilisasi alat berat, truk, sekop, cangkul, gerobak, serta alat-alat untuk pembersihan material lainnya,” tambahnya saat di wawancara di Nagari IV Koto, Senin (20/5).

Ia menyebutkan saat ini sudah 60 persen material sendimen sudah berhasil dibersihkan di wilayah terdampak di Nagari Koto Tuo. “Di Nagari ada dua jorong yang terdampak, Jorong Galugua dan Jorong Lurah. Hingga hari ini (kemarin, red) 60 persen material sudah berhasil dibersihkan. Di nagari kita, satu sekolah juga rata dengan tanah. Karena itu kita juga perlu peralatan sekolah dan fasilitas belajar,” ucapnya.

Ia merinci sekolah tersebut adalah SD 03 Kecamatan IV Koto. Untuk sementara proses belajar saat ini dilakukan di salah satu MDTA terdekat.  “Kegiatan sekolah tetap berjalan, 188 siswa kita di SD 03 proses belajar kita pindahkan ke MDTA terdekat yang lebih aman. Kegiatan ini sudah berjalan sepekan. Karena gedung dan fasilitasnya hancur jadi ini merupakan salah satu keperluan mendesak saat ini,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Bailey

Sementara itu, di Jembatan Kasiak, Jorong Kubang Duo Koto Panjang pengerjaan jembatan Bailey  dan normalisasi aliran air terus berlangsung. Sejumlah alat berat dan tim gabungan dari Denzipur dan BWS Sumbar V terus beroperasi melakukan pengerjaan.

Dandim 0304/Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho menyebutkan bahwa proses pemasangan jembatan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung malam ini.

“Proses  pembangunan jembatan bailey di Jembatan Kasiak sudah mencapai 80 persen kita menargetkan rampung pada hari ini, mudah mudahan berjalan dengan lancar. Ini juga merupakan prioritas kami dan Panglima TNI untuk menyelesaikan jembatan ini karena ini merupakan salah satu akses utama bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai. “Kita usahakan pemasangan jembatan hari ini (kemarin, red). Mudah-mudahan bisa selesai dan bisa dilewati saat Presiden datang,” tambahnya.

Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho juga menyebutkan dalam rangka menyambut kedatangan Presiden, semua stakeholder sudah melakukan persiapan secara optimal. “Kita sudah mempersiapkan semaksimal mungkin untuk kunjungan Presiden. Mulai dari apel gabungan, penyampaian teknis hingga clearing area yang akan dikunjungi,” tuturnya.(y/rpg)

PADANG (RIAUPOS.CO) – Pengerjaan ruas jalur nasional Lembah Anai terus dimaksimalkan pasca galodo atau banjir lahar dingin yang menghantam Sumatera Barat, beberapa waktu yang lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Thabrani, Senin (20/5).

Thabrani menjelaskan prosesi pengerjaan yang dilaksanakan saat ini sedang memasuki tahap penimbunan badan jalan yang terputus. Ia mengatakan pekerja bekerja siang dan malam dalam mengerjakan jalanan yang terputus tersebut.

‘’Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dikerjakan secara darurat dikarenakan terkait dengan ketinggian, badan jalan yang skoring serta lebar jalan yang tipis sehingga harus dikonstruksi permanen. Inilah yang membuat pengerjaannya agak lama,” katanya, Senin (20/5).

Ia juga mengatakan, hingga saat ini proses pengerjaan masih berjalan dengan lancar meski dihadapkan dengan persoalan cuaca yang memaksa pekerjaan berhenti untuk sementara waktu. “Kami juga terus waspada karena hujan proses pengerjaan tidak bisa dilakukan di sungai karena kita tidak ingin mengambil risiko,” ucapnya.

Thabrani mengatakan jika prosesi pengerjaan ini dapat terus berjalan dengan lancar secara hitungan kasar jalur Lembah Anai dapat dilalui pada 21 Juli 2024. Demikian selagi kondisi jalan masih dalam tahap perbaikan ia mengharapkan agar masyarakat di Sumbar dapat bersabar sementara waktu.

“Untuk perjalanan Padang-Bukittingi sementara masyarakat dapat melalui jalur alternatif begitu juga ke daerah lainnya. Dalam kondisi cuaca seperti ini kita harapkan masyarakat yang berkendara untuk berhati-hati. Jika pada kondisi cuaca hujan lebat dan sebagainya kita sarankan untuk menahan bepergian untuk menghindari potensi jalan longsor dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu Kadishub Provinsi Sumbar Dedi Diantolani mengatakan terkait dengan pengalihan arus lalu lintas akibat jalur utama Lembah Anai yang rusak, Dishub secara optimal menyiagakan petugas di setiap jalur-jalur alternatif yang dilalui masyarakat.

Ia juga mengatakan untuk jalur di Sumbar, Dishub memberikan peringatan kepada masyarakat melalui spanduk-spanduk yang disebar di setiap ruas akses alternative, mengingat terjadinya kecelakaan di kawasan jalur alternatif beberapa waktu lalu. Dedi mengharapkan setiap pengendara selalu berhati-hati dalam berkendara demi menjaga keselamatan sampai ke tujuan.

Sementara itu, sirkulasi bantuan terus berlangsung di sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Agam. Selain bantuan bahan pangan sembako serta pakaian dan perlengkapan tidur, juga disalurkan bantuan berupa alat berat untuk pembersihan material dari area permukiman dan fasilitas umum.

Untuk penyaluran bantuan, BNPB melakukannya dengan berjenjang. Di mana saluran diterima dengan terpusat di posko utama di SD 08 Kecamatan Canduang dan disalurkan melalui perintahkan kecamatan, kemudian nagari, dan diteruskan kepada masyarakat.

“Untuk masyarakat yang terdampak dan mengungsi di posko utama,  penyaluran bantuan dikelola langsung oleh tim gabungan. Sedangkan untuk masyarakat yang terdampak dan tidak ke posko untuk pengungsian kita berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari,” ujar Sekretaris BPBD Agam, Endrisasman, Senin (20/5).

Baca Juga:  Korban Galodo Mengungsi ke Pondok Sawa

Secara umum, menurut Endrisasman keperluan pangan diperkirakan cukup hingga masa tanggap bencana selesai pada 25 Mei mendatang. “Secara umum keperluan terpenuhi. Untuk pangan diperhitungkan cukup hingga nanti masa tanggap selesai. Selain pangan, untuk keperluan popok, baik untuk balita dan lansia dan perlengkapan perempuan menurut kami cukup,” sebutnya.

Kemudian untuk keperluan mendesak saat ini menurutnya adalah perlengkapan sekolah bagi anak-anak, terutama bagi korban terdampak langsung. ‘’Kita juga mengimbau bagi berbagai pihak yang ingin ikut berkontribusi untuk terus berkoordinasi dengan posko utama. Tentu agar jenis bantuannya tepat, benar-benar diperlukan masyarakat dan juga dapat disalurkan dengan tepat,” ucapnya.

Masih di lokasi yang sama, Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus menyebutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. “Untuk bantuan pangan sudah dilakukan pendataan, baik bagi masyarakat yang di posko pengungsian ataupun masyarakat yang di luar posko. Untuk pangan nanti akan disuplai,” sebutnya.

Ia juga menyatakan keprluan pangan diperkirakan terpenuhi hingga masa tanggap darurat. “Kemudian untuk bantuan relokasi, kami telah dan masih melakukan pendataan. Kami telah menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait relokasi bagi mereka yang ada di zona merah,” ucapnya.

Firdaus juga menambahkan sejauh ini sudah ada masyarakat yang bersedia untuk mengikuti program relokasi. “Sudah ada 27 KK yang menyatakan siap untuk direlokasi. Lima di antaranya relokasi mandiri. Dengan kata lain mereka memiliki lahan di wilayah yang tidak rawan. Kemudian 22 KK lainnya dikembalikan ke pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat,” tuturnya.

Penghimpunan Donasi oleh Mahasiswa 

Aksi penghimpunan donasi juga dilakukan oleh mahasiswa, salah satunya oleh Mahasiswa yang tergabung dalam HMI se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan dengan penggalangan dana di sejumlah titik di Sumatera Barat.

“Kita mengajak seluruh anggota HMI untuk mengirimkan doa dan melakukan aksi sosial dengan melakukan penggalangan donasi peduli Sumbar dan aksi gotong royong di lokasi bencana,” ujar Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Badko HMI Sumatera Barat periode 2021-2023, Rizki Nasution, Senin (20/5).

Ia menyebutkan penggalangan dana ini dilakukan dilakukan di 13 titik yakni di Pasaman Barat, Lubuk Sikaping, Bukittinggi, Batu Sangkar, Payakumbuh, Pariaman, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Padang Panjang, Padang, dan Pesisir Selatan.

Bersihkan Material

Pantauan Padang Ekspress (RPG) di salah satu titik terdampak banjir bandang di Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, proses pembersihan material banjir bandang terus dilakukan dilakukan oleh tim gabungan, baik dari Pemkab Agam, pemerintahan nagari dan masyarakat.

Baca Juga:  Banjir Bandang di Limapuluh Kota, Padang Terendam

Wali Nagari Koto Tuo, Irvan Darwin menyebutkan saat ini masyarakat dibantu tim gabungan tengah fokus untuk melakukan pembersihan sendimen sisa banjir bandang yang menerjang wilayahnya. “Kita terus mengupayakan pembersihan sendimen di area permukiman dan revitalisasi fasilitas umum,’’ ujarnya.

‘’Kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak. Saat ini bantuan yang paling kita perlukan ialah bantuan mobilisasi alat berat, truk, sekop, cangkul, gerobak, serta alat-alat untuk pembersihan material lainnya,” tambahnya saat di wawancara di Nagari IV Koto, Senin (20/5).

Ia menyebutkan saat ini sudah 60 persen material sendimen sudah berhasil dibersihkan di wilayah terdampak di Nagari Koto Tuo. “Di Nagari ada dua jorong yang terdampak, Jorong Galugua dan Jorong Lurah. Hingga hari ini (kemarin, red) 60 persen material sudah berhasil dibersihkan. Di nagari kita, satu sekolah juga rata dengan tanah. Karena itu kita juga perlu peralatan sekolah dan fasilitas belajar,” ucapnya.

Ia merinci sekolah tersebut adalah SD 03 Kecamatan IV Koto. Untuk sementara proses belajar saat ini dilakukan di salah satu MDTA terdekat.  “Kegiatan sekolah tetap berjalan, 188 siswa kita di SD 03 proses belajar kita pindahkan ke MDTA terdekat yang lebih aman. Kegiatan ini sudah berjalan sepekan. Karena gedung dan fasilitasnya hancur jadi ini merupakan salah satu keperluan mendesak saat ini,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Bailey

Sementara itu, di Jembatan Kasiak, Jorong Kubang Duo Koto Panjang pengerjaan jembatan Bailey  dan normalisasi aliran air terus berlangsung. Sejumlah alat berat dan tim gabungan dari Denzipur dan BWS Sumbar V terus beroperasi melakukan pengerjaan.

Dandim 0304/Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho menyebutkan bahwa proses pemasangan jembatan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung malam ini.

“Proses  pembangunan jembatan bailey di Jembatan Kasiak sudah mencapai 80 persen kita menargetkan rampung pada hari ini, mudah mudahan berjalan dengan lancar. Ini juga merupakan prioritas kami dan Panglima TNI untuk menyelesaikan jembatan ini karena ini merupakan salah satu akses utama bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai. “Kita usahakan pemasangan jembatan hari ini (kemarin, red). Mudah-mudahan bisa selesai dan bisa dilewati saat Presiden datang,” tambahnya.

Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho juga menyebutkan dalam rangka menyambut kedatangan Presiden, semua stakeholder sudah melakukan persiapan secara optimal. “Kita sudah mempersiapkan semaksimal mungkin untuk kunjungan Presiden. Mulai dari apel gabungan, penyampaian teknis hingga clearing area yang akan dikunjungi,” tuturnya.(y/rpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari