Senin, 14 September 2026
- Advertisement -

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sempat kesulitan memperoleh air bersih selama beberapa hari. Gangguan itu terjadi setelah kabel pompa distribusi air bersih di Desa Pawan dicuri orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (27/8/2026) malam.

Pencurian kabel tersebut membuat pompa di sumber air tidak dapat berfungsi. Kondisi itu kemudian menyebabkan aliran air bersih menuju rumah-rumah pelanggan terhenti.

Sejumlah wilayah yang mengalami dampak gangguan meliputi Desa Koto Tinggi, Desa Rambah Tengah Barat (RTB), Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Desa Sialang Jaya, Kelurahan Pasirpengaraian dan daerah sekitarnya.

Pelayanan air bersih terhenti sejak Jumat hingga Ahad (30/8/2026) siang. Bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada layanan Pengelolaan Air Bersih (PAB), kondisi tersebut cukup menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul Desmadiana melalui Kepala UPT PAB Rohul Ardiminsyah membenarkan terjadinya gangguan distribusi tersebut.

Baca Juga:  Riau Harumkan Nama Sumatera, Tiga Siswa MAN 1 Pekanbaru Menang di OSN 2025

Menurutnya, masalah bukan berasal dari sumber air, melainkan kerusakan sistem pompa akibat kabel yang dicuri. Begitu mengetahui kejadian itu, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan perbaikan.

“Memang ada gangguan distribusi air bersih karena kabel pompa di Pawan dicuri. Setelah kami mengetahui kejadian tersebut, petugas langsung melakukan perbaikan,” ujar Ardiminsyah kepada Riaupos.co, Ahad (30/8/2026).

Perbaikan tidak dapat diselesaikan seketika sehingga distribusi air membutuhkan waktu untuk kembali normal. Setelah pekerjaan selesai, air mulai dialirkan kembali kepada pelanggan pada Ahad siang.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan perbaikan, sekitar pukul 12.30 WIB air sudah kembali mengalir. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi berjalan normal,” katanya.

Selama gangguan berlangsung, warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan mandi. Sebagian masyarakat memilih membeli air dalam kemasan atau mengambilnya dari sumber air lain.

Baca Juga:  Permukaan Air Turun, PLTA Koto Panjang Setop Turbin

Bahkan, ada warga yang mengambil air dari Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian dengan menggunakan jeriken untuk dibawa pulang.

Ardiminsyah memahami keluhan masyarakat yang muncul akibat terhentinya pelayanan. UPT PAB Rohul, lanjutnya, terus berupaya memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas jaringan air bersih. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar pompa atau jaringan PAB, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas maupun pihak berwenang.

Menurutnya, fasilitas pompa dan jaringan distribusi merupakan sarana pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pengawasan bersama diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas air bersih agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” tutupnya. (epp)

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sempat kesulitan memperoleh air bersih selama beberapa hari. Gangguan itu terjadi setelah kabel pompa distribusi air bersih di Desa Pawan dicuri orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (27/8/2026) malam.

Pencurian kabel tersebut membuat pompa di sumber air tidak dapat berfungsi. Kondisi itu kemudian menyebabkan aliran air bersih menuju rumah-rumah pelanggan terhenti.

Sejumlah wilayah yang mengalami dampak gangguan meliputi Desa Koto Tinggi, Desa Rambah Tengah Barat (RTB), Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Desa Sialang Jaya, Kelurahan Pasirpengaraian dan daerah sekitarnya.

Pelayanan air bersih terhenti sejak Jumat hingga Ahad (30/8/2026) siang. Bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada layanan Pengelolaan Air Bersih (PAB), kondisi tersebut cukup menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul Desmadiana melalui Kepala UPT PAB Rohul Ardiminsyah membenarkan terjadinya gangguan distribusi tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ada Kendala PPDB, Laporkan

Menurutnya, masalah bukan berasal dari sumber air, melainkan kerusakan sistem pompa akibat kabel yang dicuri. Begitu mengetahui kejadian itu, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan perbaikan.

“Memang ada gangguan distribusi air bersih karena kabel pompa di Pawan dicuri. Setelah kami mengetahui kejadian tersebut, petugas langsung melakukan perbaikan,” ujar Ardiminsyah kepada Riaupos.co, Ahad (30/8/2026).

- Advertisement -

Perbaikan tidak dapat diselesaikan seketika sehingga distribusi air membutuhkan waktu untuk kembali normal. Setelah pekerjaan selesai, air mulai dialirkan kembali kepada pelanggan pada Ahad siang.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan perbaikan, sekitar pukul 12.30 WIB air sudah kembali mengalir. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi berjalan normal,” katanya.

Selama gangguan berlangsung, warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan mandi. Sebagian masyarakat memilih membeli air dalam kemasan atau mengambilnya dari sumber air lain.

Baca Juga:  Honorer Dilarang Direkrut, Bupati Siak Fokus Tuntaskan Status Lama

Bahkan, ada warga yang mengambil air dari Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian dengan menggunakan jeriken untuk dibawa pulang.

Ardiminsyah memahami keluhan masyarakat yang muncul akibat terhentinya pelayanan. UPT PAB Rohul, lanjutnya, terus berupaya memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas jaringan air bersih. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar pompa atau jaringan PAB, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas maupun pihak berwenang.

Menurutnya, fasilitas pompa dan jaringan distribusi merupakan sarana pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pengawasan bersama diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas air bersih agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” tutupnya. (epp)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sempat kesulitan memperoleh air bersih selama beberapa hari. Gangguan itu terjadi setelah kabel pompa distribusi air bersih di Desa Pawan dicuri orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (27/8/2026) malam.

Pencurian kabel tersebut membuat pompa di sumber air tidak dapat berfungsi. Kondisi itu kemudian menyebabkan aliran air bersih menuju rumah-rumah pelanggan terhenti.

Sejumlah wilayah yang mengalami dampak gangguan meliputi Desa Koto Tinggi, Desa Rambah Tengah Barat (RTB), Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Desa Sialang Jaya, Kelurahan Pasirpengaraian dan daerah sekitarnya.

Pelayanan air bersih terhenti sejak Jumat hingga Ahad (30/8/2026) siang. Bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada layanan Pengelolaan Air Bersih (PAB), kondisi tersebut cukup menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul Desmadiana melalui Kepala UPT PAB Rohul Ardiminsyah membenarkan terjadinya gangguan distribusi tersebut.

Baca Juga:  Minim Marka Jalan, Keselamatan Pengendara di Kuansing Jadi Sorotan

Menurutnya, masalah bukan berasal dari sumber air, melainkan kerusakan sistem pompa akibat kabel yang dicuri. Begitu mengetahui kejadian itu, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan perbaikan.

“Memang ada gangguan distribusi air bersih karena kabel pompa di Pawan dicuri. Setelah kami mengetahui kejadian tersebut, petugas langsung melakukan perbaikan,” ujar Ardiminsyah kepada Riaupos.co, Ahad (30/8/2026).

Perbaikan tidak dapat diselesaikan seketika sehingga distribusi air membutuhkan waktu untuk kembali normal. Setelah pekerjaan selesai, air mulai dialirkan kembali kepada pelanggan pada Ahad siang.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan perbaikan, sekitar pukul 12.30 WIB air sudah kembali mengalir. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi berjalan normal,” katanya.

Selama gangguan berlangsung, warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan mandi. Sebagian masyarakat memilih membeli air dalam kemasan atau mengambilnya dari sumber air lain.

Baca Juga:  Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Bahkan, ada warga yang mengambil air dari Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian dengan menggunakan jeriken untuk dibawa pulang.

Ardiminsyah memahami keluhan masyarakat yang muncul akibat terhentinya pelayanan. UPT PAB Rohul, lanjutnya, terus berupaya memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas jaringan air bersih. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar pompa atau jaringan PAB, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas maupun pihak berwenang.

Menurutnya, fasilitas pompa dan jaringan distribusi merupakan sarana pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pengawasan bersama diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas air bersih agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” tutupnya. (epp)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari