PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami lonjakan tajam hingga 137 persen sepanjang periode Agustus hingga September 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dari 23 Puskesmas di 16 kecamatan, angka penderita ISPA melonjak signifikan dari 863 kasus pada Agustus menjadi 2.047 kasus pada September, sehingga akumulasi kasus mencapai 2.910 peristiwa.
Lonjakan drastis ini dipicu oleh penurunan kualitas udara akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.
Guna melindungi peserta didik dari paparan udara buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul telah mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Secara rinci, penderita ISPA didominasi oleh kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebanyak 1.217 kasus, disusul gabungan kelompok balita dan anak-anak (0–9 tahun) sebanyak 1.152 kasus.
Secara demografis wilayah, Kecamatan Kabun mencatat angka kasus tertinggi pada September yakni sebanyak 516 kasus, disusul Kecamatan Ujung Batu dengan 294 kasus, dan Pagaran Tapah sebanyak 115 kasus.
Kepala Dinkes Rohul, dr Bambang Triono MM, membenarkan tren kenaikan tersebut dan mengimbau warga agar selalu menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Dengan adanya peningkatan kasus ISPA ini, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik. Terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki sensitivitas gangguan pernapasan,” tegas dr Bambang, Ahad (4/10/2026).
Pihak Dinkes Rohul memastikan seluruh Puskesmas siap siaga memberikan pelayanan medis maksimal bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan.(epp)

