Senin, 5 Oktober 2026
- Advertisement -

Tembus 2.047 Kasus pada September, Penderita ISPA di Rokan Hulu Meningkat Signifikan

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami lonjakan tajam hingga 137 persen sepanjang periode Agustus hingga September 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dari 23 Puskesmas di 16 kecamatan, angka penderita ISPA melonjak signifikan dari 863 kasus pada Agustus menjadi 2.047 kasus pada September, sehingga akumulasi kasus mencapai 2.910 peristiwa.

Lonjakan drastis ini dipicu oleh penurunan kualitas udara akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Guna melindungi peserta didik dari paparan udara buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul telah mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga:  Separuh Badan Jalan Provinsi di Rohul Amblas, Alat Berat Disiagakan

Secara rinci, penderita ISPA didominasi oleh kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebanyak 1.217 kasus, disusul gabungan kelompok balita dan anak-anak (0–9 tahun) sebanyak 1.152 kasus.

Secara demografis wilayah, Kecamatan Kabun mencatat angka kasus tertinggi pada September yakni sebanyak 516 kasus, disusul Kecamatan Ujung Batu dengan 294 kasus, dan Pagaran Tapah sebanyak 115 kasus.

Kepala Dinkes Rohul, dr Bambang Triono MM, membenarkan tren kenaikan tersebut dan mengimbau warga agar selalu menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Dengan adanya peningkatan kasus ISPA ini, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik. Terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki sensitivitas gangguan pernapasan,” tegas dr Bambang, Ahad (4/10/2026).

Baca Juga:  Lahan Gambut di Tanjung Palas Terbakar

Pihak Dinkes Rohul memastikan seluruh Puskesmas siap siaga memberikan pelayanan medis maksimal bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan.(epp)

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami lonjakan tajam hingga 137 persen sepanjang periode Agustus hingga September 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dari 23 Puskesmas di 16 kecamatan, angka penderita ISPA melonjak signifikan dari 863 kasus pada Agustus menjadi 2.047 kasus pada September, sehingga akumulasi kasus mencapai 2.910 peristiwa.

Lonjakan drastis ini dipicu oleh penurunan kualitas udara akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Guna melindungi peserta didik dari paparan udara buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul telah mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga:  Wabup Lepas 12 JCH dari Jemaah Masjid Al Hidayah Ujungbatu

Secara rinci, penderita ISPA didominasi oleh kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebanyak 1.217 kasus, disusul gabungan kelompok balita dan anak-anak (0–9 tahun) sebanyak 1.152 kasus.

- Advertisement -

Secara demografis wilayah, Kecamatan Kabun mencatat angka kasus tertinggi pada September yakni sebanyak 516 kasus, disusul Kecamatan Ujung Batu dengan 294 kasus, dan Pagaran Tapah sebanyak 115 kasus.

Kepala Dinkes Rohul, dr Bambang Triono MM, membenarkan tren kenaikan tersebut dan mengimbau warga agar selalu menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

- Advertisement -

“Dengan adanya peningkatan kasus ISPA ini, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik. Terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki sensitivitas gangguan pernapasan,” tegas dr Bambang, Ahad (4/10/2026).

Baca Juga:  Wabup Buka MTQ XXIV Tingkat Kecamatan Rambah

Pihak Dinkes Rohul memastikan seluruh Puskesmas siap siaga memberikan pelayanan medis maksimal bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan.(epp)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami lonjakan tajam hingga 137 persen sepanjang periode Agustus hingga September 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul dari 23 Puskesmas di 16 kecamatan, angka penderita ISPA melonjak signifikan dari 863 kasus pada Agustus menjadi 2.047 kasus pada September, sehingga akumulasi kasus mencapai 2.910 peristiwa.

Lonjakan drastis ini dipicu oleh penurunan kualitas udara akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Guna melindungi peserta didik dari paparan udara buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul telah mengambil langkah cepat dengan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga:  MBI Riau Gelar Touring Kemerdekaan dengan Aksi Sosial 

Secara rinci, penderita ISPA didominasi oleh kelompok usia dewasa (19–59 tahun) sebanyak 1.217 kasus, disusul gabungan kelompok balita dan anak-anak (0–9 tahun) sebanyak 1.152 kasus.

Secara demografis wilayah, Kecamatan Kabun mencatat angka kasus tertinggi pada September yakni sebanyak 516 kasus, disusul Kecamatan Ujung Batu dengan 294 kasus, dan Pagaran Tapah sebanyak 115 kasus.

Kepala Dinkes Rohul, dr Bambang Triono MM, membenarkan tren kenaikan tersebut dan mengimbau warga agar selalu menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Dengan adanya peningkatan kasus ISPA ini, kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik. Terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki sensitivitas gangguan pernapasan,” tegas dr Bambang, Ahad (4/10/2026).

Baca Juga:  Isi Kekosongan 3 Kepala OPD, Bupati Tunjuk Plt

Pihak Dinkes Rohul memastikan seluruh Puskesmas siap siaga memberikan pelayanan medis maksimal bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan.(epp)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari