Minggu, 7 Desember 2025
spot_img

Banjir, Abrasi, hingga Buaya, Lima Sekolah di Meranti Masuk Usulan Relokasi

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti mengambil langkah serius dengan mengusulkan relokasi lima sekolah ke Pemerintah Pusat. Usulan ini muncul setelah siswa dan guru terus berada dalam situasi berbahaya akibat banjir, abrasi pantai, hingga kemunculan buaya yang mengganggu proses belajar mengajar.

Kepala Disdikbud Meranti Tunjiarto menyampaikan bahwa seluruh berkas persyaratan relokasi telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan respon cepat mengingat kondisi sekolah-sekolah tersebut sudah masuk kategori darurat.

“Semua bahan relokasi sudah kami serahkan ke BPMP. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan karena ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” ujar Tunjiarto, Ahad (16/11).

Baca Juga:  Lifting Bertambah, DBH Turun Lebih dari 50 Persen

Kelima sekolah yang diusulkan tersebar di beberapa kecamatan dengan ancaman berbeda. SD 6 Kepau Baru di Kecamatan Tebingtinggi Timur kerap terendam banjir saat musim hujan. SD 02 Tanjung Kedabu dan SD 03 Telesung di Kecamatan Rangsang Pesisir menghadapi risiko abrasi dan banjir pasang.

Di SD 10 Semulut, Desa Banglas Barat, guru dan murid bahkan hidup dalam kecemasan karena sering munculnya buaya di sekitar sekolah. Sementara satu sekolah di Kecamatan Rangsang harus berkali-kali meliburkan kegiatan belajar akibat banjir rutin yang tidak kunjung teratasi.

Tunjiarto menegaskan kondisi ini sudah berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Aktivitas belajar sering berhenti mendadak demi menjaga keselamatan siswa dan guru.(wir)

Baca Juga:  BEM IBT & MAN 1 Pekanbaru Gelar Upacara HUT RI ke-80 Penuh Khidmat

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti mengambil langkah serius dengan mengusulkan relokasi lima sekolah ke Pemerintah Pusat. Usulan ini muncul setelah siswa dan guru terus berada dalam situasi berbahaya akibat banjir, abrasi pantai, hingga kemunculan buaya yang mengganggu proses belajar mengajar.

Kepala Disdikbud Meranti Tunjiarto menyampaikan bahwa seluruh berkas persyaratan relokasi telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan respon cepat mengingat kondisi sekolah-sekolah tersebut sudah masuk kategori darurat.

“Semua bahan relokasi sudah kami serahkan ke BPMP. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan karena ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” ujar Tunjiarto, Ahad (16/11).

Baca Juga:  Wali Kota Agung Nugroho: Setiap Keluhan Warga Pekanbaru Saya Baca Satu per Satu

Kelima sekolah yang diusulkan tersebar di beberapa kecamatan dengan ancaman berbeda. SD 6 Kepau Baru di Kecamatan Tebingtinggi Timur kerap terendam banjir saat musim hujan. SD 02 Tanjung Kedabu dan SD 03 Telesung di Kecamatan Rangsang Pesisir menghadapi risiko abrasi dan banjir pasang.

Di SD 10 Semulut, Desa Banglas Barat, guru dan murid bahkan hidup dalam kecemasan karena sering munculnya buaya di sekitar sekolah. Sementara satu sekolah di Kecamatan Rangsang harus berkali-kali meliburkan kegiatan belajar akibat banjir rutin yang tidak kunjung teratasi.

- Advertisement -

Tunjiarto menegaskan kondisi ini sudah berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Aktivitas belajar sering berhenti mendadak demi menjaga keselamatan siswa dan guru.(wir)

Baca Juga:  Ambulans Rusak, Warga Angkut Jenazah dengan Gerobak
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti mengambil langkah serius dengan mengusulkan relokasi lima sekolah ke Pemerintah Pusat. Usulan ini muncul setelah siswa dan guru terus berada dalam situasi berbahaya akibat banjir, abrasi pantai, hingga kemunculan buaya yang mengganggu proses belajar mengajar.

Kepala Disdikbud Meranti Tunjiarto menyampaikan bahwa seluruh berkas persyaratan relokasi telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan respon cepat mengingat kondisi sekolah-sekolah tersebut sudah masuk kategori darurat.

“Semua bahan relokasi sudah kami serahkan ke BPMP. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan karena ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” ujar Tunjiarto, Ahad (16/11).

Baca Juga:  Ambulans Rusak, Warga Angkut Jenazah dengan Gerobak

Kelima sekolah yang diusulkan tersebar di beberapa kecamatan dengan ancaman berbeda. SD 6 Kepau Baru di Kecamatan Tebingtinggi Timur kerap terendam banjir saat musim hujan. SD 02 Tanjung Kedabu dan SD 03 Telesung di Kecamatan Rangsang Pesisir menghadapi risiko abrasi dan banjir pasang.

Di SD 10 Semulut, Desa Banglas Barat, guru dan murid bahkan hidup dalam kecemasan karena sering munculnya buaya di sekitar sekolah. Sementara satu sekolah di Kecamatan Rangsang harus berkali-kali meliburkan kegiatan belajar akibat banjir rutin yang tidak kunjung teratasi.

Tunjiarto menegaskan kondisi ini sudah berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Aktivitas belajar sering berhenti mendadak demi menjaga keselamatan siswa dan guru.(wir)

Baca Juga:  Kawanan Gajah Liar Serang Warga Rumbai, Bocah 8 Tahun Jadi Korban

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari