Kamis, 17 September 2026
- Advertisement -

YKAN dan LPHD Teluk Pampang Dorong Olahan Biota Mangrove Bernilai Ekonomi

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong masyarakat pesisir mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk pemanfaatannya yakni mengembangkan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, KUPS diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif yang memanfaatkan potensi desa.

Baca Juga:  PTPN IV Regional III Gelontorkan Rp3 Miliar Bantu Warga Inhu Lewat Program TJSL

Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

”Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya, Selasa (15/9).

Indra mengatakan, pengelolaan mangrove melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada konservasi. Potensi yang ada juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  FGD Unri Bahas Arah Pengembangan Kawasan Mangrove Marine Station Purnama

”YKAN bersama kami komit untuk terus mendo­rong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.(yls)

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong masyarakat pesisir mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk pemanfaatannya yakni mengembangkan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, KUPS diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif yang memanfaatkan potensi desa.

Baca Juga:  Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

- Advertisement -

”Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya, Selasa (15/9).

Indra mengatakan, pengelolaan mangrove melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada konservasi. Potensi yang ada juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

- Advertisement -

Menurutnya, pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Hadapi Ancaman Abrasi, 13 Hektare Mangrove di Desa Deluk Direhabilitasi

”YKAN bersama kami komit untuk terus mendo­rong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.(yls)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANTAN (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendorong masyarakat pesisir mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak dan berkelanjutan.

Salah satu bentuk pemanfaatannya yakni mengembangkan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, KUPS diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif yang memanfaatkan potensi desa.

Baca Juga:  Cabuli Bocah Laki-laki, Pemuda Pengangguran Diamankan Polisi

Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

”Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya, Selasa (15/9).

Indra mengatakan, pengelolaan mangrove melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada konservasi. Potensi yang ada juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  GercePPP Bantu Korban Banjir di Bengkalis

”YKAN bersama kami komit untuk terus mendo­rong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.(yls)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari