BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Bentrok fisik yang melibatkan kelompok masyarakat dan pihak sekuriti PT STRUM pecah di kawasan perkebunan PT Adei, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (3/10/2026) sore.
Insiden berdarah tersebut mengakibatkan belasan orang mengalami luka-luka serta terjadinya pengrusakan terhadap mes dan kendaraan operasional.
Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto melalui Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan mengonfirmasi bahwa kepolisian telah bergerak cepat mengamankan lokasi dan menangkap satu orang terduga pelaku.
“Ya, dalam kejadian itu kami sudah mengamankan satu orang yang diduga terlibat. Sementara sejumlah pihak lainnya masih dalam proses pengejaran dan penyelidikan,” tegas Kompol Agung Rama Setiawan, Ahad (4/10/2026).
Keributan bermula saat tim patroli sekuriti PT STRUM menghentikan dua pria yang membawa buah kelapa sawit ke arah ram warga setempat.
Situasi memanas setelah sekitar 20 orang massa datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam serta alat pertanian seperti parang, tojok, dan cangkul, lalu melakukan penyerangan.
Aksi penyerangan berlanjut hingga siang hari di Pos 2 ATM PT Adei. Massa melakukan aksi sweeping yang berujung pengrusakan satu unit mes sekuriti, empat unit sepeda motor Honda CRF, serta dua unit mobil Toyota Hilux.
Akibat peristiwa tersebut, beberapa personel sekuriti mengalami luka berat. Sekuriti bernama Max mengalami luka di bagian kening, sementara sekuriti lainnya, Yacopa, mengalami luka bacat di kepala serta patah tulang hidung hingga harus dilarikan ke Klinik Berkah Pinggir.
Polsek Pinggir memastikan situasi di lokasi kejadian saat ini telah berangsur kondusif dan terkendali. Pihak kepolisian mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian.

