Kamis, 18 Juni 2026
- Advertisement -

BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pagi Panam, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir yang dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan faktor cuaca.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (5/5), beberapa komoditas dapur mulai merangkak naik. Salah satunya jeruk nipis asal Bukittinggi yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per kilogram, kini meningkat menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang bumbu dapur, Ilen, mengungkapkan kenaikan harga tidak terlepas dari meningkatnya biaya distribusi akibat sulitnya mendapatkan BBM. Ia biasa mendatangkan dagangan dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pembeli. Ia merasakan adanya penurunan kunjungan pelanggan karena harga yang terus naik.

“Kalau harga naik, pembeli jadi berkurang. Ongkos kirim juga ikut naik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang cabai dan bawang, Rendi. Ia menyebut distribusi barang menjadi terhambat akibat kelangkaan BBM, meski kenaikan harga cabai tidak terlalu signifikan dalam sepekan terakhir.

Namun, ia menilai faktor cuaca menjadi penyebab utama naiknya harga cabai. Curah hujan yang tinggi membuat proses panen terganggu karena cabai tidak bisa dipanen saat kondisi basah.

Baca Juga:  Danrem Usulkan Wawasan Kebangsaan Jadi Pelajaran Sekolah

“Kalau hujan, panen jadi terbatas. Kalau dipaksakan, cabai bisa rusak. Itu yang membuat pasokan berkurang,” jelasnya.

Rendi juga mengakui daya beli masyarakat mulai terdampak. Pada awal kenaikan harga, banyak pembeli yang mengeluh, meski kini perlahan mulai terbiasa dengan kondisi tersebut.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera menstabilkan pasokan BBM agar distribusi bahan pokok kembali lancar dan harga tidak terus mengalami kenaikan.

Sementara itu, di daerah lain, masyarakat mulai memanfaatkan program pasar murah sebagai alternatif mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan pasar murah yang digelar di GOR Tasik Gemilang, Kecamatan Tembilahan, Selasa (5/5), disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Program yang dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga subsidi.

Baca Juga:  Prodi Pulmonologi Unri Beri Penyuluhan Kesehatan Paru untuk Pekerja

Selisih harga yang cukup jauh dibandingkan harga pasar membuat kegiatan ini menjadi pilihan masyarakat, terutama di tengah kondisi harga yang fluktuatif.

Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir bersama Tim Penggerak PKK sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah daerah juga berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ke kecamatan lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Katerina Susanti, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia memastikan harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasar dan pelaksanaan berjalan tertib.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ke depan, kegiatan ini akan diperluas ke wilayah lain,” ujarnya.(lim)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pagi Panam, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir yang dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan faktor cuaca.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (5/5), beberapa komoditas dapur mulai merangkak naik. Salah satunya jeruk nipis asal Bukittinggi yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per kilogram, kini meningkat menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang bumbu dapur, Ilen, mengungkapkan kenaikan harga tidak terlepas dari meningkatnya biaya distribusi akibat sulitnya mendapatkan BBM. Ia biasa mendatangkan dagangan dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pembeli. Ia merasakan adanya penurunan kunjungan pelanggan karena harga yang terus naik.

“Kalau harga naik, pembeli jadi berkurang. Ongkos kirim juga ikut naik,” ujarnya.

- Advertisement -

Hal senada disampaikan pedagang cabai dan bawang, Rendi. Ia menyebut distribusi barang menjadi terhambat akibat kelangkaan BBM, meski kenaikan harga cabai tidak terlalu signifikan dalam sepekan terakhir.

Namun, ia menilai faktor cuaca menjadi penyebab utama naiknya harga cabai. Curah hujan yang tinggi membuat proses panen terganggu karena cabai tidak bisa dipanen saat kondisi basah.

- Advertisement -
Baca Juga:  Mantan Ajudan Sekwan Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara, Kasus SPPD Fiktif Terungkap

“Kalau hujan, panen jadi terbatas. Kalau dipaksakan, cabai bisa rusak. Itu yang membuat pasokan berkurang,” jelasnya.

Rendi juga mengakui daya beli masyarakat mulai terdampak. Pada awal kenaikan harga, banyak pembeli yang mengeluh, meski kini perlahan mulai terbiasa dengan kondisi tersebut.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera menstabilkan pasokan BBM agar distribusi bahan pokok kembali lancar dan harga tidak terus mengalami kenaikan.

Sementara itu, di daerah lain, masyarakat mulai memanfaatkan program pasar murah sebagai alternatif mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan pasar murah yang digelar di GOR Tasik Gemilang, Kecamatan Tembilahan, Selasa (5/5), disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Program yang dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga subsidi.

Baca Juga:  Gara-Gara Hotspot Diputus, Pria di Siak Tega Habisi Teman Sendiri

Selisih harga yang cukup jauh dibandingkan harga pasar membuat kegiatan ini menjadi pilihan masyarakat, terutama di tengah kondisi harga yang fluktuatif.

Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir bersama Tim Penggerak PKK sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah daerah juga berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ke kecamatan lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Katerina Susanti, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia memastikan harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasar dan pelaksanaan berjalan tertib.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ke depan, kegiatan ini akan diperluas ke wilayah lain,” ujarnya.(lim)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pagi Panam, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir yang dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan faktor cuaca.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (5/5), beberapa komoditas dapur mulai merangkak naik. Salah satunya jeruk nipis asal Bukittinggi yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per kilogram, kini meningkat menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang bumbu dapur, Ilen, mengungkapkan kenaikan harga tidak terlepas dari meningkatnya biaya distribusi akibat sulitnya mendapatkan BBM. Ia biasa mendatangkan dagangan dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pembeli. Ia merasakan adanya penurunan kunjungan pelanggan karena harga yang terus naik.

“Kalau harga naik, pembeli jadi berkurang. Ongkos kirim juga ikut naik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang cabai dan bawang, Rendi. Ia menyebut distribusi barang menjadi terhambat akibat kelangkaan BBM, meski kenaikan harga cabai tidak terlalu signifikan dalam sepekan terakhir.

Namun, ia menilai faktor cuaca menjadi penyebab utama naiknya harga cabai. Curah hujan yang tinggi membuat proses panen terganggu karena cabai tidak bisa dipanen saat kondisi basah.

Baca Juga:  Kunjungi Riau Pos, Kabid Humas Polda Riau Soroti Tantangan Informasi Publik

“Kalau hujan, panen jadi terbatas. Kalau dipaksakan, cabai bisa rusak. Itu yang membuat pasokan berkurang,” jelasnya.

Rendi juga mengakui daya beli masyarakat mulai terdampak. Pada awal kenaikan harga, banyak pembeli yang mengeluh, meski kini perlahan mulai terbiasa dengan kondisi tersebut.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera menstabilkan pasokan BBM agar distribusi bahan pokok kembali lancar dan harga tidak terus mengalami kenaikan.

Sementara itu, di daerah lain, masyarakat mulai memanfaatkan program pasar murah sebagai alternatif mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan pasar murah yang digelar di GOR Tasik Gemilang, Kecamatan Tembilahan, Selasa (5/5), disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Program yang dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) tersebut menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga subsidi.

Baca Juga:  970,5 Km Jalan Provinsi Rusak Berat

Selisih harga yang cukup jauh dibandingkan harga pasar membuat kegiatan ini menjadi pilihan masyarakat, terutama di tengah kondisi harga yang fluktuatif.

Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir bersama Tim Penggerak PKK sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah daerah juga berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ke kecamatan lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Katerina Susanti, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia memastikan harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasar dan pelaksanaan berjalan tertib.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ke depan, kegiatan ini akan diperluas ke wilayah lain,” ujarnya.(lim)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari