Jumat, 6 Februari 2026
- Advertisement -

Jokowi Tak Bisa Paksa Anaknya Ikut Pilwako Solo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Jokowi tidak bisa memaksa dua anak laki-lakinya ikut dalam pemilihan wali kota Solo. Meskipun popularitas dan elektabilitas Kaesang dan Gibran dalam survei cukup tinggi.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira, terkait besarnya peluang anak sulung dan anak bungsu Jokowi untuk bisa menjadi wali kota Solo di Pilwako 2020.

’’Jadi yang putuskan mereka (Gibran dan Kaesang) jadi walkot atau tidak adalah rakyat, bukan Jokowi. Jadi Jokowi tak bisa memaksa,’’ ujar Andreas saat dihubungi, Senin (29/7/2019).

Anggota Komisi I DPR ini juga meminta isu Gibran dan Kaesang tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi. Sebab menurutnya, Jokowi tidak bisa memaksa dua anaknya menjadi kepala daerah di Solo. ’’Kenapa harus ditabrakan pada konflik kepentingan yang melibatkan Jokowi. Saya yakin ini bukan keinginan orang tuanya. Jokowi pun tidak memaksa anak-anaknya untuk maju menjadi wali kota Solo,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Nyoblos di TPS Berbeda, Halim-Komperensi Sampaikan Ucapan Terima Kasih

Lebih lanjut, Andreas mengatakan dua putra Jokowi beda dengan yang lain. Karena mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan sang ayah demi kepentingan pribadinya. Misalnya memperoleh keuntungan politik dan ekonomi. Sehingga dua putra Jokowi ini perlu mendapatkan apresiasi. Tetap sederhana walau sang ayah adalah kepala negara.

’’Mereka anak muda yang tetap menjadi diri mereka sendiri, di tengah popularitas dan puja puji juga cacian terhadap bapaknya yang presiden. Ini contoh yang baik untuk generasi muda kita,’’ katanya.
Sebelumnya, Nama Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep masuk dalam bursa kandidat calon calon wakil kota Solo. Jokowi pun mengaku sangat senang dengan kabar itu. Bahkan, Jokowi juga mengaku sudah membaca hasli survei bursa calon Wali Kota Solo yang dirilis oleh Universitas Slamet Riyadi. Dalam survei itu, Kaesang dan Gibran memiliki elektabilitas yang tinggi.

’’Ya tadi malam saya baca hasil surveinya. Ya senang,’’ ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga:  Prabowo yang Tentukan Nasib Mulan Jameela ke DPR 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Jokowi tidak bisa memaksa dua anak laki-lakinya ikut dalam pemilihan wali kota Solo. Meskipun popularitas dan elektabilitas Kaesang dan Gibran dalam survei cukup tinggi.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira, terkait besarnya peluang anak sulung dan anak bungsu Jokowi untuk bisa menjadi wali kota Solo di Pilwako 2020.

’’Jadi yang putuskan mereka (Gibran dan Kaesang) jadi walkot atau tidak adalah rakyat, bukan Jokowi. Jadi Jokowi tak bisa memaksa,’’ ujar Andreas saat dihubungi, Senin (29/7/2019).

Anggota Komisi I DPR ini juga meminta isu Gibran dan Kaesang tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi. Sebab menurutnya, Jokowi tidak bisa memaksa dua anaknya menjadi kepala daerah di Solo. ’’Kenapa harus ditabrakan pada konflik kepentingan yang melibatkan Jokowi. Saya yakin ini bukan keinginan orang tuanya. Jokowi pun tidak memaksa anak-anaknya untuk maju menjadi wali kota Solo,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Gugat ke MK, Prabowo-Sandi Diperkuat Dua Pakar HTN Terkenal

Lebih lanjut, Andreas mengatakan dua putra Jokowi beda dengan yang lain. Karena mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan sang ayah demi kepentingan pribadinya. Misalnya memperoleh keuntungan politik dan ekonomi. Sehingga dua putra Jokowi ini perlu mendapatkan apresiasi. Tetap sederhana walau sang ayah adalah kepala negara.

- Advertisement -
’’Mereka anak muda yang tetap menjadi diri mereka sendiri, di tengah popularitas dan puja puji juga cacian terhadap bapaknya yang presiden. Ini contoh yang baik untuk generasi muda kita,’’ katanya.
Sebelumnya, Nama Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep masuk dalam bursa kandidat calon calon wakil kota Solo. Jokowi pun mengaku sangat senang dengan kabar itu. Bahkan, Jokowi juga mengaku sudah membaca hasli survei bursa calon Wali Kota Solo yang dirilis oleh Universitas Slamet Riyadi. Dalam survei itu, Kaesang dan Gibran memiliki elektabilitas yang tinggi.

’’Ya tadi malam saya baca hasil surveinya. Ya senang,’’ ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga:  Perempuan Harus Memanfaatkan Pilkada 2020

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Jokowi tidak bisa memaksa dua anak laki-lakinya ikut dalam pemilihan wali kota Solo. Meskipun popularitas dan elektabilitas Kaesang dan Gibran dalam survei cukup tinggi.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira, terkait besarnya peluang anak sulung dan anak bungsu Jokowi untuk bisa menjadi wali kota Solo di Pilwako 2020.

’’Jadi yang putuskan mereka (Gibran dan Kaesang) jadi walkot atau tidak adalah rakyat, bukan Jokowi. Jadi Jokowi tak bisa memaksa,’’ ujar Andreas saat dihubungi, Senin (29/7/2019).

Anggota Komisi I DPR ini juga meminta isu Gibran dan Kaesang tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi. Sebab menurutnya, Jokowi tidak bisa memaksa dua anaknya menjadi kepala daerah di Solo. ’’Kenapa harus ditabrakan pada konflik kepentingan yang melibatkan Jokowi. Saya yakin ini bukan keinginan orang tuanya. Jokowi pun tidak memaksa anak-anaknya untuk maju menjadi wali kota Solo,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Jokowi Harus Tegas Kepada Moeldoko

Lebih lanjut, Andreas mengatakan dua putra Jokowi beda dengan yang lain. Karena mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan sang ayah demi kepentingan pribadinya. Misalnya memperoleh keuntungan politik dan ekonomi. Sehingga dua putra Jokowi ini perlu mendapatkan apresiasi. Tetap sederhana walau sang ayah adalah kepala negara.

’’Mereka anak muda yang tetap menjadi diri mereka sendiri, di tengah popularitas dan puja puji juga cacian terhadap bapaknya yang presiden. Ini contoh yang baik untuk generasi muda kita,’’ katanya.
Sebelumnya, Nama Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep masuk dalam bursa kandidat calon calon wakil kota Solo. Jokowi pun mengaku sangat senang dengan kabar itu. Bahkan, Jokowi juga mengaku sudah membaca hasli survei bursa calon Wali Kota Solo yang dirilis oleh Universitas Slamet Riyadi. Dalam survei itu, Kaesang dan Gibran memiliki elektabilitas yang tinggi.

’’Ya tadi malam saya baca hasil surveinya. Ya senang,’’ ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga:  Nyoblos di TPS Berbeda, Halim-Komperensi Sampaikan Ucapan Terima Kasih

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari