Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

SBY: Karena Corona, Kongres PD Dilaksanakan Sederhana

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 memang memukul semua kegiatan masyarakat. Tak terkecuali Kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Jakarta. Karena perkembangan virus corona, kongres PD pun digelar secara sederhana. Hal itu diungkapkan, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dihadapan para kadernya, SBY menyampaikan, Kongres kelima kali ini mulanya ingin diselenggarakan secara lebih besar agar para kader bisa datang ke Jakarta. Namun, situasi nasional tidak memungkinkan adanya wabah virus corona.

“Saya mendengar, para kader Demokrat dari seluruh Indonesia, sudah bersiap untuk menghadiri. Mereka ingin datang ke Jakarta, untuk menyemarakkan dan menyukseskan kongres ini. Namun, situasi nasional bahkan internasional tidak memungkinkan untuk itu,” kata SBY dalam pidato pembukaan Kongres PD di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Ahad (15/3).

Baca Juga:  Polisi Periksa Guru Ngaji Prabowo Subianto

Melihat perkembangan virus corona, untuk itu Kongres PD digelar secara sederhana. Ini juga dilakukan semata-mata karena rasa empati. Terlebih virus corona juga berdampak pada ekonomi global. Menurutnya, dampak ini pun terasa di Tanah Air.

“Karenanya, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres ini kita selenggarakan secara sederhana,” ucap SBY.

Bahkan Kongres Partai Demokrat pun dilakukan dengan durasi yang sangat singkat hanya satu hari. Selain itu, petugas medis hingga protokol keamanan pun disiagakan di setiap sudut gelaran Kongres.

“Panitia harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya,” tutur SBY.

Untuk diketahui, Kongres kelima Partai Demokrat yang digelar di JCC Senayan, Ahad (15/3), salah satu agenda besarnya untuk mencari pengganti SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025.

Baca Juga:  Kader PDI Terjerat Korupsi, Masinton Justru Tuding KPK Diskreditkan PDIP

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 memang memukul semua kegiatan masyarakat. Tak terkecuali Kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Jakarta. Karena perkembangan virus corona, kongres PD pun digelar secara sederhana. Hal itu diungkapkan, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dihadapan para kadernya, SBY menyampaikan, Kongres kelima kali ini mulanya ingin diselenggarakan secara lebih besar agar para kader bisa datang ke Jakarta. Namun, situasi nasional tidak memungkinkan adanya wabah virus corona.

“Saya mendengar, para kader Demokrat dari seluruh Indonesia, sudah bersiap untuk menghadiri. Mereka ingin datang ke Jakarta, untuk menyemarakkan dan menyukseskan kongres ini. Namun, situasi nasional bahkan internasional tidak memungkinkan untuk itu,” kata SBY dalam pidato pembukaan Kongres PD di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Ahad (15/3).

Baca Juga:  Usung Antioligarki, Pelita Bukan Semata untuk Warga Muhammadiyah

Melihat perkembangan virus corona, untuk itu Kongres PD digelar secara sederhana. Ini juga dilakukan semata-mata karena rasa empati. Terlebih virus corona juga berdampak pada ekonomi global. Menurutnya, dampak ini pun terasa di Tanah Air.

“Karenanya, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres ini kita selenggarakan secara sederhana,” ucap SBY.

- Advertisement -

Bahkan Kongres Partai Demokrat pun dilakukan dengan durasi yang sangat singkat hanya satu hari. Selain itu, petugas medis hingga protokol keamanan pun disiagakan di setiap sudut gelaran Kongres.

“Panitia harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya,” tutur SBY.

- Advertisement -

Untuk diketahui, Kongres kelima Partai Demokrat yang digelar di JCC Senayan, Ahad (15/3), salah satu agenda besarnya untuk mencari pengganti SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025.

Baca Juga:  Polisi Periksa Guru Ngaji Prabowo Subianto

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 memang memukul semua kegiatan masyarakat. Tak terkecuali Kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Jakarta. Karena perkembangan virus corona, kongres PD pun digelar secara sederhana. Hal itu diungkapkan, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dihadapan para kadernya, SBY menyampaikan, Kongres kelima kali ini mulanya ingin diselenggarakan secara lebih besar agar para kader bisa datang ke Jakarta. Namun, situasi nasional tidak memungkinkan adanya wabah virus corona.

“Saya mendengar, para kader Demokrat dari seluruh Indonesia, sudah bersiap untuk menghadiri. Mereka ingin datang ke Jakarta, untuk menyemarakkan dan menyukseskan kongres ini. Namun, situasi nasional bahkan internasional tidak memungkinkan untuk itu,” kata SBY dalam pidato pembukaan Kongres PD di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Ahad (15/3).

Baca Juga:  Polisi Periksa Guru Ngaji Prabowo Subianto

Melihat perkembangan virus corona, untuk itu Kongres PD digelar secara sederhana. Ini juga dilakukan semata-mata karena rasa empati. Terlebih virus corona juga berdampak pada ekonomi global. Menurutnya, dampak ini pun terasa di Tanah Air.

“Karenanya, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres ini kita selenggarakan secara sederhana,” ucap SBY.

Bahkan Kongres Partai Demokrat pun dilakukan dengan durasi yang sangat singkat hanya satu hari. Selain itu, petugas medis hingga protokol keamanan pun disiagakan di setiap sudut gelaran Kongres.

“Panitia harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya,” tutur SBY.

Untuk diketahui, Kongres kelima Partai Demokrat yang digelar di JCC Senayan, Ahad (15/3), salah satu agenda besarnya untuk mencari pengganti SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025.

Baca Juga:  Usung Antioligarki, Pelita Bukan Semata untuk Warga Muhammadiyah

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari