Sabtu, 13 Juni 2026
- Advertisement -

Kabinet Jilid II, Jokowi Harus Beri Porsi Besar Kalangan Profesional

JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Jelang pelantikan Jokowi 20 Oktober mendatang, publik mengharapkan kepemimpinan periode keduanya bersama Makruf Amin lebih kerja keras dalam mewujudkan janji politiknya.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an menyatakan di periode keduanya Jokowi harus berani lebih banyak memasukkan kelompok profesional dalam kabinet kerja jilid 2. Tujuannya adalah menyaring orang-orang yang memiliki keahlian dalam setiap bidang yang akan dikerjakan sebagai menteri atau kepala badan negara.  

“Istilahnya zaken kabinet (kabinet ahli). Di sini tak perlu ada dikotomi orang partai dan non-partai. Siapapun orangnya jika punya keahlian di bidangnya dan mampu membantu pemerintahan mendatang, sangat dipersilahkan masuk kabinet,” demikian kata Ali Rif’an, Senin (7/10).

Baca Juga:  DPR Pertanyakan Efektivitas Stafsus Milenial

Dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu menyampaikan bahwa kedepan Indonesia memiliki tantangan yang lebih berat,termasuk ancaman gejolak ekonomi global dan kompetisi antar negara yang sangat cepat.

“Seperti dikatakan Jokowi, kompetisi negara-negara ke depan itu bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, namun negara cepat mengalahkan negara lambat,” tukasnya.

Diketahui, jelang pelantikan wajah kabinet Jokowi hingga saat ini masih gelap. Beberapa pihak berspekulasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang kebingungan menghadapi berbagai tekanan politik, baik dari elite koalisi, kritik masyarakat.

Kegalauan Jokowi ditengarai juga disebabkan oleh sikap penolakan anggota koalisi soal kabar merapatnya Gerindra ke dalam koalisi Kabinet kerja jilid 2.

Editor: Deslina
Sumber: Rmol.id

Baca Juga:  Ibas Ajak Kader Teladani Ibrahim dan Ismail

JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Jelang pelantikan Jokowi 20 Oktober mendatang, publik mengharapkan kepemimpinan periode keduanya bersama Makruf Amin lebih kerja keras dalam mewujudkan janji politiknya.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an menyatakan di periode keduanya Jokowi harus berani lebih banyak memasukkan kelompok profesional dalam kabinet kerja jilid 2. Tujuannya adalah menyaring orang-orang yang memiliki keahlian dalam setiap bidang yang akan dikerjakan sebagai menteri atau kepala badan negara.  

“Istilahnya zaken kabinet (kabinet ahli). Di sini tak perlu ada dikotomi orang partai dan non-partai. Siapapun orangnya jika punya keahlian di bidangnya dan mampu membantu pemerintahan mendatang, sangat dipersilahkan masuk kabinet,” demikian kata Ali Rif’an, Senin (7/10).

Baca Juga:  Golkar Inhu Bahas Pergantian Ketua DPRD Setelah Idul Fitri

Dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu menyampaikan bahwa kedepan Indonesia memiliki tantangan yang lebih berat,termasuk ancaman gejolak ekonomi global dan kompetisi antar negara yang sangat cepat.

“Seperti dikatakan Jokowi, kompetisi negara-negara ke depan itu bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, namun negara cepat mengalahkan negara lambat,” tukasnya.

- Advertisement -

Diketahui, jelang pelantikan wajah kabinet Jokowi hingga saat ini masih gelap. Beberapa pihak berspekulasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang kebingungan menghadapi berbagai tekanan politik, baik dari elite koalisi, kritik masyarakat.

Kegalauan Jokowi ditengarai juga disebabkan oleh sikap penolakan anggota koalisi soal kabar merapatnya Gerindra ke dalam koalisi Kabinet kerja jilid 2.

- Advertisement -

Editor: Deslina
Sumber: Rmol.id

Baca Juga:  Peta 2024 Disebut Akan Berubah Setelah Masa Jabatan Anies-Ganjar Habis
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Jelang pelantikan Jokowi 20 Oktober mendatang, publik mengharapkan kepemimpinan periode keduanya bersama Makruf Amin lebih kerja keras dalam mewujudkan janji politiknya.

Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an menyatakan di periode keduanya Jokowi harus berani lebih banyak memasukkan kelompok profesional dalam kabinet kerja jilid 2. Tujuannya adalah menyaring orang-orang yang memiliki keahlian dalam setiap bidang yang akan dikerjakan sebagai menteri atau kepala badan negara.  

“Istilahnya zaken kabinet (kabinet ahli). Di sini tak perlu ada dikotomi orang partai dan non-partai. Siapapun orangnya jika punya keahlian di bidangnya dan mampu membantu pemerintahan mendatang, sangat dipersilahkan masuk kabinet,” demikian kata Ali Rif’an, Senin (7/10).

Baca Juga:  KPU Rohul Susun Usulan Anggaran Tambahan

Dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu menyampaikan bahwa kedepan Indonesia memiliki tantangan yang lebih berat,termasuk ancaman gejolak ekonomi global dan kompetisi antar negara yang sangat cepat.

“Seperti dikatakan Jokowi, kompetisi negara-negara ke depan itu bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, namun negara cepat mengalahkan negara lambat,” tukasnya.

Diketahui, jelang pelantikan wajah kabinet Jokowi hingga saat ini masih gelap. Beberapa pihak berspekulasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang kebingungan menghadapi berbagai tekanan politik, baik dari elite koalisi, kritik masyarakat.

Kegalauan Jokowi ditengarai juga disebabkan oleh sikap penolakan anggota koalisi soal kabar merapatnya Gerindra ke dalam koalisi Kabinet kerja jilid 2.

Editor: Deslina
Sumber: Rmol.id

Baca Juga:  Ibas Ajak Kader Teladani Ibrahim dan Ismail

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari