Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Perang Dingin Mega Vs Paloh, Sampai Kapan?

JAKARTA (RIAUPOS.CO)-Perang dingin diprediksi akan terus berlanjut antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hingga 2024.

PDIP dan Nasdem adalah partai politik yang tergabung di dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo, baik periode pertama maupun kedua.

Meski berseteru dengan Mega, Paloh diyakini tidak akan berani mengambil sikap berada di luar pemerintahan alias jadi oposisi, seperti desakan berbagai kalangan.

Alasannya, Nasdem dan Paloh masih ingin berkuasa. Berada di dalam pemerintahan adalah opsi utama untuk tetap eksis dan bisa membesarkan partai.

Dengan demikian, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, perang dingin Mega vs Paloh akan terus terjadi hingga akhir periode kedua Jokowi.

Baca Juga:  Anggaran Pilkada Bisa Tembus Rp20 Triliun

Perang dingin malah akan semakin parah, lanjut Ujang, jika Jokowi masih tetap memberikan karpet merah kepada Nasdem.

Misalnya, partai pimpinan Paloh itu masih memperoleh tempat atau pos yang menguntungkan seperti sebelumnya. Yaitu, Jaksa Agung, Kementerian Agraria dan Menterian Perdagangan plus Kemenko Maritim.

Ketidakharmonisan Megawati dan Surya Paloh kembali dipertunjukkan di ruang publik. Mega tertangkap kamera melengos tidak menyalami Paloh di sela-sela pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober lalu.

Banyak pihak yang mengatakan, Mega tidak senang dengan Paloh karena Nasdem dapat banyak di pemerintahan pertama Jokowi.

Paloh juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Jokowi dan Mega, dengan melakukan dua pertemuan “politik tandingan” di Gondangdia.

Baca Juga:  Peluang Menantu Jokowi di Pilwakot Medan di Tangan Megawati

Sumber: Rmol.id
Editor: Deslina

JAKARTA (RIAUPOS.CO)-Perang dingin diprediksi akan terus berlanjut antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hingga 2024.

PDIP dan Nasdem adalah partai politik yang tergabung di dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo, baik periode pertama maupun kedua.

Meski berseteru dengan Mega, Paloh diyakini tidak akan berani mengambil sikap berada di luar pemerintahan alias jadi oposisi, seperti desakan berbagai kalangan.

Alasannya, Nasdem dan Paloh masih ingin berkuasa. Berada di dalam pemerintahan adalah opsi utama untuk tetap eksis dan bisa membesarkan partai.

Dengan demikian, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, perang dingin Mega vs Paloh akan terus terjadi hingga akhir periode kedua Jokowi.

Baca Juga:  Anggaran Pilkada Bisa Tembus Rp20 Triliun

Perang dingin malah akan semakin parah, lanjut Ujang, jika Jokowi masih tetap memberikan karpet merah kepada Nasdem.

- Advertisement -

Misalnya, partai pimpinan Paloh itu masih memperoleh tempat atau pos yang menguntungkan seperti sebelumnya. Yaitu, Jaksa Agung, Kementerian Agraria dan Menterian Perdagangan plus Kemenko Maritim.

Ketidakharmonisan Megawati dan Surya Paloh kembali dipertunjukkan di ruang publik. Mega tertangkap kamera melengos tidak menyalami Paloh di sela-sela pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober lalu.

- Advertisement -

Banyak pihak yang mengatakan, Mega tidak senang dengan Paloh karena Nasdem dapat banyak di pemerintahan pertama Jokowi.

Paloh juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Jokowi dan Mega, dengan melakukan dua pertemuan “politik tandingan” di Gondangdia.

Baca Juga:  Bahas Menteri dan Lobi Kursi Ketua MPR

Sumber: Rmol.id
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO)-Perang dingin diprediksi akan terus berlanjut antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hingga 2024.

PDIP dan Nasdem adalah partai politik yang tergabung di dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo, baik periode pertama maupun kedua.

Meski berseteru dengan Mega, Paloh diyakini tidak akan berani mengambil sikap berada di luar pemerintahan alias jadi oposisi, seperti desakan berbagai kalangan.

Alasannya, Nasdem dan Paloh masih ingin berkuasa. Berada di dalam pemerintahan adalah opsi utama untuk tetap eksis dan bisa membesarkan partai.

Dengan demikian, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, perang dingin Mega vs Paloh akan terus terjadi hingga akhir periode kedua Jokowi.

Baca Juga:  Pekerja Diklaim Tak Minat dengan Partai Buruh

Perang dingin malah akan semakin parah, lanjut Ujang, jika Jokowi masih tetap memberikan karpet merah kepada Nasdem.

Misalnya, partai pimpinan Paloh itu masih memperoleh tempat atau pos yang menguntungkan seperti sebelumnya. Yaitu, Jaksa Agung, Kementerian Agraria dan Menterian Perdagangan plus Kemenko Maritim.

Ketidakharmonisan Megawati dan Surya Paloh kembali dipertunjukkan di ruang publik. Mega tertangkap kamera melengos tidak menyalami Paloh di sela-sela pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober lalu.

Banyak pihak yang mengatakan, Mega tidak senang dengan Paloh karena Nasdem dapat banyak di pemerintahan pertama Jokowi.

Paloh juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Jokowi dan Mega, dengan melakukan dua pertemuan “politik tandingan” di Gondangdia.

Baca Juga:  Pj Sekda Ingatkan 268 Anggota PPS Jaga Integritas

Sumber: Rmol.id
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari