Senin, 6 April 2026
- Advertisement -

Presiden Filipina Marah

BUSAN (RIAUPOS.CO) — Presiden Filipina Rodrigo Duterte merasa kesal dengan masalah-masalah yang terjadi pada ajang SEA Games 2019, di mana mereka tampil sebagai tuan rumah. Ia pun menginginkan adanya sebuah penyelidikan untuk menyelesaikan kekacauan negaranya dalam menyelenggarakan ajang dua tahunan tersebut.

Meski belum resmi dimulai, tetapi beberapa cabang olahraga (cabor) telah memulai pertandingan pada awal pekan ini. Selama pelaksanaan itu, banyak kekacauan terjadi yang seakan menunjukkan Filipina tidak siap menjadi tuan rumah SEA Games 2019.

Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo pun mengatakan Duterte tidak senang ketika mendengar pelaksanaan SEA Games 2019 menjadi kacau balau. Bahkan, masalah atlet yang tidak diberi makan dengan benar hingga masalah transportasi, membuat Duterte geram.

Baca Juga:  Sikat Unggulan 1 di Semifinal, Ganda Indonesia No 434 Dunia Jadi Juara

Melihat kekacauan tersebut, Duterte meminta adanya penyelidikan karena dugaan korupsi bisa saja dilakukan. Penyelidikan itu pun akan termasuk dilakukan kepada Alan Cayetano yang menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC).

"Ada tuduhan korupsi yang muncul di surat kabar dan ia (Duterte) tidak senang itu. Ia ingin menyelediki itu. Ia tidak menoleransi korupsi. Presiden mengatakan jika ada (korupsi), mereka harus bertanggung jawab," ungkap Panelo, mengutip dari Philppine Star, Rabu (27/11/2019).

Hingga menjelang SEA Games resmi dibuka pada 30 November 2019, berbagai masalah sudah terjadi. Sebut saja seperti kekacauan transportasi atlet, makanan yang tidak mencukupi, kegagalan menyediakan makanan halal bagi atlet muslim, arena yang belum rampung, ruang pers yang berantakan, dan fasilitas atlet lainnya yang tidak mendukung.(int/eca)

Baca Juga:  Perkenalkan Barcatenaccio

BUSAN (RIAUPOS.CO) — Presiden Filipina Rodrigo Duterte merasa kesal dengan masalah-masalah yang terjadi pada ajang SEA Games 2019, di mana mereka tampil sebagai tuan rumah. Ia pun menginginkan adanya sebuah penyelidikan untuk menyelesaikan kekacauan negaranya dalam menyelenggarakan ajang dua tahunan tersebut.

Meski belum resmi dimulai, tetapi beberapa cabang olahraga (cabor) telah memulai pertandingan pada awal pekan ini. Selama pelaksanaan itu, banyak kekacauan terjadi yang seakan menunjukkan Filipina tidak siap menjadi tuan rumah SEA Games 2019.

Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo pun mengatakan Duterte tidak senang ketika mendengar pelaksanaan SEA Games 2019 menjadi kacau balau. Bahkan, masalah atlet yang tidak diberi makan dengan benar hingga masalah transportasi, membuat Duterte geram.

Baca Juga:  Sevilla Sangat Terpukul Dibantai Chelsea di Kandang Sendiri

Melihat kekacauan tersebut, Duterte meminta adanya penyelidikan karena dugaan korupsi bisa saja dilakukan. Penyelidikan itu pun akan termasuk dilakukan kepada Alan Cayetano yang menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC).

"Ada tuduhan korupsi yang muncul di surat kabar dan ia (Duterte) tidak senang itu. Ia ingin menyelediki itu. Ia tidak menoleransi korupsi. Presiden mengatakan jika ada (korupsi), mereka harus bertanggung jawab," ungkap Panelo, mengutip dari Philppine Star, Rabu (27/11/2019).

- Advertisement -

Hingga menjelang SEA Games resmi dibuka pada 30 November 2019, berbagai masalah sudah terjadi. Sebut saja seperti kekacauan transportasi atlet, makanan yang tidak mencukupi, kegagalan menyediakan makanan halal bagi atlet muslim, arena yang belum rampung, ruang pers yang berantakan, dan fasilitas atlet lainnya yang tidak mendukung.(int/eca)

Baca Juga:  Champion Azawear 3x3 Riau Series: Final Putra Libatkan Wakil Tiga Kota
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BUSAN (RIAUPOS.CO) — Presiden Filipina Rodrigo Duterte merasa kesal dengan masalah-masalah yang terjadi pada ajang SEA Games 2019, di mana mereka tampil sebagai tuan rumah. Ia pun menginginkan adanya sebuah penyelidikan untuk menyelesaikan kekacauan negaranya dalam menyelenggarakan ajang dua tahunan tersebut.

Meski belum resmi dimulai, tetapi beberapa cabang olahraga (cabor) telah memulai pertandingan pada awal pekan ini. Selama pelaksanaan itu, banyak kekacauan terjadi yang seakan menunjukkan Filipina tidak siap menjadi tuan rumah SEA Games 2019.

Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo pun mengatakan Duterte tidak senang ketika mendengar pelaksanaan SEA Games 2019 menjadi kacau balau. Bahkan, masalah atlet yang tidak diberi makan dengan benar hingga masalah transportasi, membuat Duterte geram.

Baca Juga:  Drama Final HSBL Perawang: SMAN 1 Lubuk Dalam Angkat Trofi, SMAN 1 Siak Menang Tipis di Laga Putri

Melihat kekacauan tersebut, Duterte meminta adanya penyelidikan karena dugaan korupsi bisa saja dilakukan. Penyelidikan itu pun akan termasuk dilakukan kepada Alan Cayetano yang menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC).

"Ada tuduhan korupsi yang muncul di surat kabar dan ia (Duterte) tidak senang itu. Ia ingin menyelediki itu. Ia tidak menoleransi korupsi. Presiden mengatakan jika ada (korupsi), mereka harus bertanggung jawab," ungkap Panelo, mengutip dari Philppine Star, Rabu (27/11/2019).

Hingga menjelang SEA Games resmi dibuka pada 30 November 2019, berbagai masalah sudah terjadi. Sebut saja seperti kekacauan transportasi atlet, makanan yang tidak mencukupi, kegagalan menyediakan makanan halal bagi atlet muslim, arena yang belum rampung, ruang pers yang berantakan, dan fasilitas atlet lainnya yang tidak mendukung.(int/eca)

Baca Juga:  Perkenalkan Barcatenaccio

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari