Sabtu, 29 Agustus 2026
- Advertisement -

Bamsoet Berhasil Selesaikan Dualisme Kepemimpinan Pengprov IMI Kalimantan Timur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) berhasil menyelesaikan masalah dualisme kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah bertahun-tahun terjadi dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim, dua pihak yang bertikai mencapai kata sepakat dan bisa disatukan kembali pada Sabtu malam (1/5/2021) kemarin.

"Alhamdulillah masalah dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim yang sudah terjadi bertahun-tahun dapat diselesaikan. Pembenahan kedalam organisasi IMI menjadi salah satu prioritas program kerja diawal kepemimpinan saya sebagai Ketua Umum IMI," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan selama ini, kepengurusan IMI Kaltim dikendalikan dua versi organisasi. Pertama, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Redy Asmara yang direkomendasikan oleh IMI Pusat. Kedua, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Aminullah yang direkomendasikan KONI Kaltim. 

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi, Margas Chan Pimpin PJSI Riau

"Difasilitasi Badan Pengawas IMI Pusat Kombes (Pol) Syamsul Bahri, Ketua Hubungan Antar Lembaga Elvis Junaedi serta Wakil Ketua Umum 2 KONI Kaltim Sumarlani, pihak Redy dan Aminullah sepakat menandatangani surat rekonsiliasi. Surat rekonsiliasi tersebut menyatakan kesepakatan kedua belah pihak dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun juga, untuk memajukan IMI Kaltim bersama-sama," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, dalam rekonsiliasi disepakati Redy memegang posisi Ketua Pengprov IMI Kaltim hingga dilaksanakannya Musyawarah Bersama untuk menuju Musyawarah Provinsi. Kedua belah juga pihak sepakat melakukan verifikasi keanggotaan IMI dari 10 Kabupaten/Kota dan klub-klub yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. 

Baca Juga:  Persiapan WSBK 2021, Menko Airlangga Tinjau Sirkuit Mandalika

"Sekarang yang dibicarakan penyatuan. Tidak perlu lagi bicara ke belakang. Ini semua demi kepentingan atlet. Kita harap IMI Kaltim solid bersama KONI Kaltim untuk membina dan mensupport atlet olahraga otomotif bertarung di PON Papua mendatang," pungkasnya 

 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) berhasil menyelesaikan masalah dualisme kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah bertahun-tahun terjadi dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim, dua pihak yang bertikai mencapai kata sepakat dan bisa disatukan kembali pada Sabtu malam (1/5/2021) kemarin.

"Alhamdulillah masalah dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim yang sudah terjadi bertahun-tahun dapat diselesaikan. Pembenahan kedalam organisasi IMI menjadi salah satu prioritas program kerja diawal kepemimpinan saya sebagai Ketua Umum IMI," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan selama ini, kepengurusan IMI Kaltim dikendalikan dua versi organisasi. Pertama, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Redy Asmara yang direkomendasikan oleh IMI Pusat. Kedua, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Aminullah yang direkomendasikan KONI Kaltim. 

Baca Juga:  Yilmaz Senang Turki Tak Diunggulkan

"Difasilitasi Badan Pengawas IMI Pusat Kombes (Pol) Syamsul Bahri, Ketua Hubungan Antar Lembaga Elvis Junaedi serta Wakil Ketua Umum 2 KONI Kaltim Sumarlani, pihak Redy dan Aminullah sepakat menandatangani surat rekonsiliasi. Surat rekonsiliasi tersebut menyatakan kesepakatan kedua belah pihak dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun juga, untuk memajukan IMI Kaltim bersama-sama," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, dalam rekonsiliasi disepakati Redy memegang posisi Ketua Pengprov IMI Kaltim hingga dilaksanakannya Musyawarah Bersama untuk menuju Musyawarah Provinsi. Kedua belah juga pihak sepakat melakukan verifikasi keanggotaan IMI dari 10 Kabupaten/Kota dan klub-klub yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. 

- Advertisement -
Baca Juga:  Rossi Akan Turun dalam Reli Dunia di Monza

"Sekarang yang dibicarakan penyatuan. Tidak perlu lagi bicara ke belakang. Ini semua demi kepentingan atlet. Kita harap IMI Kaltim solid bersama KONI Kaltim untuk membina dan mensupport atlet olahraga otomotif bertarung di PON Papua mendatang," pungkasnya 

 

- Advertisement -

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) berhasil menyelesaikan masalah dualisme kepemimpinan Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah bertahun-tahun terjadi dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim, dua pihak yang bertikai mencapai kata sepakat dan bisa disatukan kembali pada Sabtu malam (1/5/2021) kemarin.

"Alhamdulillah masalah dualisme kepemimpinan Pengprov IMI Kaltim yang sudah terjadi bertahun-tahun dapat diselesaikan. Pembenahan kedalam organisasi IMI menjadi salah satu prioritas program kerja diawal kepemimpinan saya sebagai Ketua Umum IMI," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan selama ini, kepengurusan IMI Kaltim dikendalikan dua versi organisasi. Pertama, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Redy Asmara yang direkomendasikan oleh IMI Pusat. Kedua, Pengprov IMI Kaltim dengan Ketua Aminullah yang direkomendasikan KONI Kaltim. 

Baca Juga:  Persiapan WSBK 2021, Menko Airlangga Tinjau Sirkuit Mandalika

"Difasilitasi Badan Pengawas IMI Pusat Kombes (Pol) Syamsul Bahri, Ketua Hubungan Antar Lembaga Elvis Junaedi serta Wakil Ketua Umum 2 KONI Kaltim Sumarlani, pihak Redy dan Aminullah sepakat menandatangani surat rekonsiliasi. Surat rekonsiliasi tersebut menyatakan kesepakatan kedua belah pihak dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun juga, untuk memajukan IMI Kaltim bersama-sama," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, dalam rekonsiliasi disepakati Redy memegang posisi Ketua Pengprov IMI Kaltim hingga dilaksanakannya Musyawarah Bersama untuk menuju Musyawarah Provinsi. Kedua belah juga pihak sepakat melakukan verifikasi keanggotaan IMI dari 10 Kabupaten/Kota dan klub-klub yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. 

Baca Juga:  Yilmaz Senang Turki Tak Diunggulkan

"Sekarang yang dibicarakan penyatuan. Tidak perlu lagi bicara ke belakang. Ini semua demi kepentingan atlet. Kita harap IMI Kaltim solid bersama KONI Kaltim untuk membina dan mensupport atlet olahraga otomotif bertarung di PON Papua mendatang," pungkasnya 

 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari