Senin, 25 Mei 2026
- Advertisement -

Corona Datang Lagi, Beijing Lockdown

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Otoritas Kota Beijing, Cina, memberlakukan lockdown atau karantina wilayah secara parsial dengan menutup 10 area Distrik Shunyi pada Selasa (29/12/2020). 

Ini adalah lockdown pertama yang diterapkan di ibu kota Cina itu sejak wabah Covid terakhir melanda wilayah tersebut pada Juni dan Juli lalu. 

Kota Beijing telah melaporkan 16 kejadian infeksi virus corona dan tiga kasus asimtomatik (tanpa gejala) sejak 18 Desember lalu —ketika kasus pertama ditemukan. Sebagian besar kasus tersebut ditemukan di Distrik Shunyi yang terletak di bagian timur laut kota itu.  

Enam desa di distrik itu, termasuk tiga bangunan dan satu zona industri, berada dalam daftar kawasan yang ditutup itu, kata seorang pejabat Kota Beijing. 

Baca Juga:  Indonesia Tunggu Rekomendasi WHO

Jumlah kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi di Beijing saat ini tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kejadian infeksi yang dicatat pada Juni dan Juli lalu. Walaupun demikian, otoritas kota itu tetap memperketat upaya pengendalian wabah virus corona—yang telah muncul di tiga distrik, tempat ratusan ribu penduduk telah diuji. 

“Upaya pencegahan dan pengendalian Covid di ibu kota perlu memulai mode darurat,” kata seorang juru bicara Pemerintah Kota Beijing dalam konferensi pers yang digelar Selasa (29/12/2020), dikutip Reuters. 

Pemerintah kota itu juga telah membatalkan berbagai agenda pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara-acara olahraga. Mereka juga bakal mengendalikan jumlah peserta acara lainnya yang digelar secara offline. 

Pada  Ahad (27/12/2020) lalu, Pemerintah Beijing mengumumkan rencana untuk menambah jumlah gerbong pada sistem kereta rel listrik (KRL) metro. Langkah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang lebih tersebar dalam jarak yang renggang. 

Baca Juga:  Polsek Bangko Gelar FGD di Kepenghuluan Rawan Karhutla

Pemerintah kota itu juga membatasi kehadiran pengunjung di tempat-tempat wisata dan tempat hiburan hingga 75 persen dari kapasitas. Pemerintah Beijing juga meminta warga untuk tetap tinggal di rumah selama musim liburan. Petugas di Distrik Yanqing bahkan menyalakan pengeras suara untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penduduk. 

Sumber: Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Otoritas Kota Beijing, Cina, memberlakukan lockdown atau karantina wilayah secara parsial dengan menutup 10 area Distrik Shunyi pada Selasa (29/12/2020). 

Ini adalah lockdown pertama yang diterapkan di ibu kota Cina itu sejak wabah Covid terakhir melanda wilayah tersebut pada Juni dan Juli lalu. 

Kota Beijing telah melaporkan 16 kejadian infeksi virus corona dan tiga kasus asimtomatik (tanpa gejala) sejak 18 Desember lalu —ketika kasus pertama ditemukan. Sebagian besar kasus tersebut ditemukan di Distrik Shunyi yang terletak di bagian timur laut kota itu.  

Enam desa di distrik itu, termasuk tiga bangunan dan satu zona industri, berada dalam daftar kawasan yang ditutup itu, kata seorang pejabat Kota Beijing. 

Baca Juga:  Sinar Matahari Jadi Energi Alternatif

Jumlah kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi di Beijing saat ini tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kejadian infeksi yang dicatat pada Juni dan Juli lalu. Walaupun demikian, otoritas kota itu tetap memperketat upaya pengendalian wabah virus corona—yang telah muncul di tiga distrik, tempat ratusan ribu penduduk telah diuji. 

- Advertisement -

“Upaya pencegahan dan pengendalian Covid di ibu kota perlu memulai mode darurat,” kata seorang juru bicara Pemerintah Kota Beijing dalam konferensi pers yang digelar Selasa (29/12/2020), dikutip Reuters. 

Pemerintah kota itu juga telah membatalkan berbagai agenda pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara-acara olahraga. Mereka juga bakal mengendalikan jumlah peserta acara lainnya yang digelar secara offline. 

- Advertisement -

Pada  Ahad (27/12/2020) lalu, Pemerintah Beijing mengumumkan rencana untuk menambah jumlah gerbong pada sistem kereta rel listrik (KRL) metro. Langkah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang lebih tersebar dalam jarak yang renggang. 

Baca Juga:  Mantan Ketum PPP Romahurmuziy Bisa Dikeluarkan dari Tahanan

Pemerintah kota itu juga membatasi kehadiran pengunjung di tempat-tempat wisata dan tempat hiburan hingga 75 persen dari kapasitas. Pemerintah Beijing juga meminta warga untuk tetap tinggal di rumah selama musim liburan. Petugas di Distrik Yanqing bahkan menyalakan pengeras suara untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penduduk. 

Sumber: Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Otoritas Kota Beijing, Cina, memberlakukan lockdown atau karantina wilayah secara parsial dengan menutup 10 area Distrik Shunyi pada Selasa (29/12/2020). 

Ini adalah lockdown pertama yang diterapkan di ibu kota Cina itu sejak wabah Covid terakhir melanda wilayah tersebut pada Juni dan Juli lalu. 

Kota Beijing telah melaporkan 16 kejadian infeksi virus corona dan tiga kasus asimtomatik (tanpa gejala) sejak 18 Desember lalu —ketika kasus pertama ditemukan. Sebagian besar kasus tersebut ditemukan di Distrik Shunyi yang terletak di bagian timur laut kota itu.  

Enam desa di distrik itu, termasuk tiga bangunan dan satu zona industri, berada dalam daftar kawasan yang ditutup itu, kata seorang pejabat Kota Beijing. 

Baca Juga:  Bolehkan Anak Laki-Laki Minum Susu Kedelai

Jumlah kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi di Beijing saat ini tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kejadian infeksi yang dicatat pada Juni dan Juli lalu. Walaupun demikian, otoritas kota itu tetap memperketat upaya pengendalian wabah virus corona—yang telah muncul di tiga distrik, tempat ratusan ribu penduduk telah diuji. 

“Upaya pencegahan dan pengendalian Covid di ibu kota perlu memulai mode darurat,” kata seorang juru bicara Pemerintah Kota Beijing dalam konferensi pers yang digelar Selasa (29/12/2020), dikutip Reuters. 

Pemerintah kota itu juga telah membatalkan berbagai agenda pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara-acara olahraga. Mereka juga bakal mengendalikan jumlah peserta acara lainnya yang digelar secara offline. 

Pada  Ahad (27/12/2020) lalu, Pemerintah Beijing mengumumkan rencana untuk menambah jumlah gerbong pada sistem kereta rel listrik (KRL) metro. Langkah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang lebih tersebar dalam jarak yang renggang. 

Baca Juga:  OTT KPK Bisa Tinggal Kenangan

Pemerintah kota itu juga membatasi kehadiran pengunjung di tempat-tempat wisata dan tempat hiburan hingga 75 persen dari kapasitas. Pemerintah Beijing juga meminta warga untuk tetap tinggal di rumah selama musim liburan. Petugas di Distrik Yanqing bahkan menyalakan pengeras suara untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penduduk. 

Sumber: Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari