Sabtu, 30 Mei 2026
- Advertisement -

Pesona “Pohon Beringin” Masih Memikat

MENJELANG pesta demokrasi serentak yang dilaksanakan tahun 2020 ini, dunia perpolitikan tanah air kembali memanas. Tidak hanya di tingkat nasional, di tingkat provinsi hingga level kabupaten, gejolak tersebut mulai terasa kental.

Salah satu yang menarik perhatian dewasa ini adalah musyawarah daerah DPD I Partai Golkar Riau yang melibatkan politisi senior dan pemimpin negeri ini. Ternyata pesona Partai Golkar masih menjadi magnet memikat bagi politikus di negeri Melayu.

Beragam intrik bernuansa politis pun mulai mengemuka. Mulai dari wacana hanya dua kader terbaik pohon beringin yang head to head hingga ada indikasi untuk menjegal karena keterlibatan salah satu kandidat di partai lain. Atau apakah mungkin ada intervensi dari yang empunya partai di level pusat dan beragam dinamika lainnya. Masyarakat menanti dan hanya bisa menunggu hasilnya.

Hal itu tentunya merupakan hal yang lumrah dalam dunia perpolitikan. Apalagi untuk partai senior dan telah banyak melahirkan kepala daerah dan legislator yang tentunya dihuni oleh politisi yang andal dan mumpuni di bidangnya. Dinamika politik seakan menjadi bumbu untuk menyempurnakan racikan perpolitikan yang semakin menghangat.

Sejarah mencatat, partai yang masih menjadi pemenang pemilu di tingkat provinsi ini dipimpin kepala daerah. Apakah sejarah ini masih bertahan atau akan berubah di tahun 2020 ini? Jawabannya akan terungkap tanggal 1-2 mendatang dalam tahapan Musda Golkar yang dirancang dilaksanakan di Hotel Labersa Pekanbaru.

Hingga H-2 pelaksanaan musda, baru dua kandidat yang telah mendaftar dan mengembalikan formulir. Seperti yang diprediksi sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Ketua DPD I Golkar Riau saat ini Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) digadang-gadang maju sebagai calon ketua.

Kedua kader tersebut digadang-gadang berpeluang head to head untuk memimpin Golkar Riau. Bahkan saat mengembalikan formulir, ke dua tim sukses masing-masing kandidat mengklaim sudah mendapat dukungan dari pemegang hak suara.

Apakah akan ada aklamasi atau ada vote karena tidak ada calon yang bisa meyakinkan pemegang hak suara yang sebagian besar dari 12 kabupaten/kota se Riau. Kondisi itu belum dapat kita pastikan dan tergantung dinamika politik yang biasanya sangat dinamis menjelang proses pemilihan.

Ataukah mungkin muncul kuda hitam yang akan menjadi penentu pemburu sang pohon beringin di Riau. Nama Bupati Pelalawan Haris mulai menjadi pembicaraan. Secara kalkulasi politik, sang kepala daerah dua periode itu perlu memiliki perahu untuk meneruskan karier politiknya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Tapi lagi-lagi situasi politik masih dunia yang abu-abu. Segala sesuatu sangat mungkin terjadi, begitu juga menjelang detik-detik akhir. Yang jelas sebagai partai pemenang di tingkat provinsi tentunya masyarakat berharap banyak agar aspirasi yang telah disampaikan dapat disalurkan melalui pohon beringin di tanah Melayu ini.***

MENJELANG pesta demokrasi serentak yang dilaksanakan tahun 2020 ini, dunia perpolitikan tanah air kembali memanas. Tidak hanya di tingkat nasional, di tingkat provinsi hingga level kabupaten, gejolak tersebut mulai terasa kental.

Salah satu yang menarik perhatian dewasa ini adalah musyawarah daerah DPD I Partai Golkar Riau yang melibatkan politisi senior dan pemimpin negeri ini. Ternyata pesona Partai Golkar masih menjadi magnet memikat bagi politikus di negeri Melayu.

Beragam intrik bernuansa politis pun mulai mengemuka. Mulai dari wacana hanya dua kader terbaik pohon beringin yang head to head hingga ada indikasi untuk menjegal karena keterlibatan salah satu kandidat di partai lain. Atau apakah mungkin ada intervensi dari yang empunya partai di level pusat dan beragam dinamika lainnya. Masyarakat menanti dan hanya bisa menunggu hasilnya.

Hal itu tentunya merupakan hal yang lumrah dalam dunia perpolitikan. Apalagi untuk partai senior dan telah banyak melahirkan kepala daerah dan legislator yang tentunya dihuni oleh politisi yang andal dan mumpuni di bidangnya. Dinamika politik seakan menjadi bumbu untuk menyempurnakan racikan perpolitikan yang semakin menghangat.

Sejarah mencatat, partai yang masih menjadi pemenang pemilu di tingkat provinsi ini dipimpin kepala daerah. Apakah sejarah ini masih bertahan atau akan berubah di tahun 2020 ini? Jawabannya akan terungkap tanggal 1-2 mendatang dalam tahapan Musda Golkar yang dirancang dilaksanakan di Hotel Labersa Pekanbaru.

- Advertisement -

Hingga H-2 pelaksanaan musda, baru dua kandidat yang telah mendaftar dan mengembalikan formulir. Seperti yang diprediksi sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Ketua DPD I Golkar Riau saat ini Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) digadang-gadang maju sebagai calon ketua.

Kedua kader tersebut digadang-gadang berpeluang head to head untuk memimpin Golkar Riau. Bahkan saat mengembalikan formulir, ke dua tim sukses masing-masing kandidat mengklaim sudah mendapat dukungan dari pemegang hak suara.

- Advertisement -

Apakah akan ada aklamasi atau ada vote karena tidak ada calon yang bisa meyakinkan pemegang hak suara yang sebagian besar dari 12 kabupaten/kota se Riau. Kondisi itu belum dapat kita pastikan dan tergantung dinamika politik yang biasanya sangat dinamis menjelang proses pemilihan.

Ataukah mungkin muncul kuda hitam yang akan menjadi penentu pemburu sang pohon beringin di Riau. Nama Bupati Pelalawan Haris mulai menjadi pembicaraan. Secara kalkulasi politik, sang kepala daerah dua periode itu perlu memiliki perahu untuk meneruskan karier politiknya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Tapi lagi-lagi situasi politik masih dunia yang abu-abu. Segala sesuatu sangat mungkin terjadi, begitu juga menjelang detik-detik akhir. Yang jelas sebagai partai pemenang di tingkat provinsi tentunya masyarakat berharap banyak agar aspirasi yang telah disampaikan dapat disalurkan melalui pohon beringin di tanah Melayu ini.***

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MENJELANG pesta demokrasi serentak yang dilaksanakan tahun 2020 ini, dunia perpolitikan tanah air kembali memanas. Tidak hanya di tingkat nasional, di tingkat provinsi hingga level kabupaten, gejolak tersebut mulai terasa kental.

Salah satu yang menarik perhatian dewasa ini adalah musyawarah daerah DPD I Partai Golkar Riau yang melibatkan politisi senior dan pemimpin negeri ini. Ternyata pesona Partai Golkar masih menjadi magnet memikat bagi politikus di negeri Melayu.

Beragam intrik bernuansa politis pun mulai mengemuka. Mulai dari wacana hanya dua kader terbaik pohon beringin yang head to head hingga ada indikasi untuk menjegal karena keterlibatan salah satu kandidat di partai lain. Atau apakah mungkin ada intervensi dari yang empunya partai di level pusat dan beragam dinamika lainnya. Masyarakat menanti dan hanya bisa menunggu hasilnya.

Hal itu tentunya merupakan hal yang lumrah dalam dunia perpolitikan. Apalagi untuk partai senior dan telah banyak melahirkan kepala daerah dan legislator yang tentunya dihuni oleh politisi yang andal dan mumpuni di bidangnya. Dinamika politik seakan menjadi bumbu untuk menyempurnakan racikan perpolitikan yang semakin menghangat.

Sejarah mencatat, partai yang masih menjadi pemenang pemilu di tingkat provinsi ini dipimpin kepala daerah. Apakah sejarah ini masih bertahan atau akan berubah di tahun 2020 ini? Jawabannya akan terungkap tanggal 1-2 mendatang dalam tahapan Musda Golkar yang dirancang dilaksanakan di Hotel Labersa Pekanbaru.

Hingga H-2 pelaksanaan musda, baru dua kandidat yang telah mendaftar dan mengembalikan formulir. Seperti yang diprediksi sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Ketua DPD I Golkar Riau saat ini Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) digadang-gadang maju sebagai calon ketua.

Kedua kader tersebut digadang-gadang berpeluang head to head untuk memimpin Golkar Riau. Bahkan saat mengembalikan formulir, ke dua tim sukses masing-masing kandidat mengklaim sudah mendapat dukungan dari pemegang hak suara.

Apakah akan ada aklamasi atau ada vote karena tidak ada calon yang bisa meyakinkan pemegang hak suara yang sebagian besar dari 12 kabupaten/kota se Riau. Kondisi itu belum dapat kita pastikan dan tergantung dinamika politik yang biasanya sangat dinamis menjelang proses pemilihan.

Ataukah mungkin muncul kuda hitam yang akan menjadi penentu pemburu sang pohon beringin di Riau. Nama Bupati Pelalawan Haris mulai menjadi pembicaraan. Secara kalkulasi politik, sang kepala daerah dua periode itu perlu memiliki perahu untuk meneruskan karier politiknya, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Tapi lagi-lagi situasi politik masih dunia yang abu-abu. Segala sesuatu sangat mungkin terjadi, begitu juga menjelang detik-detik akhir. Yang jelas sebagai partai pemenang di tingkat provinsi tentunya masyarakat berharap banyak agar aspirasi yang telah disampaikan dapat disalurkan melalui pohon beringin di tanah Melayu ini.***

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari