Minggu, 6 April 2025
spot_img

Komnas HAM Sesali Kericuhan, Akibatkan 95 Mahasiswa Terluka

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menyusul banyaknya mahasiswa korban luka akibat kericuhan demonstrasi di Gedung DPR. Total ada 90 mahasiswa luka yang dilarikan ke RSPP pada Selasa (24/9), namun data terakhir sebanyak 87 di antaranya sudah diizinkan pulang.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menjelaskan, pihaknya mempertanyakan kepada kepolisian mengapa kericuhan dalam aksi demonstrasi mahasiswa bisa terjadi. Dia menyesalkan ada banyak mahasiswa yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Tentu kami dari Komnas HAM datang ke RSPP memastikan kondisi para mahasiswa seperti apa. Tapi tadi setelah kami dapat laporan, para mahasiswa sudah tertangani oleh dokter dengan baik. Yang masih dirawat sudah ditangani untuk observasi lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Baca Juga:  Kejagung Terbitkan Sprindik Dugaan Suap Jaksa Pinangki

Amiruddin menjelaskan, setiap saat di Indonesia dengan masyarakat yang heterogen pasti akan selalu menghadapi aksi massa. Hanya bagaimana caranya, dia berharap aparat bisa bersikap dengan bijaksana tanpa represif dan reaktif.

“Demonstrasi itu bentuk dari ekspresi mahasiswa menyatakan pendapat. Agar semua pihak memperhatikan hal ini dengan baik, kepolisian jangan reaktif. Polisi harus lebih baik hadapi aksi-aksi massa seperti ini. Sehingga tak selalu berhadapan dengan kekerasan,” tukasnya.

Maka, Komnas HAM akan berkomunikasi dengan Polri untuk meminta penjelasan atas peristiwa unjuk rasa tersebut. Termasuk mempertanyakan video-video yang beredar, yang berisi mahasiswa terluka. Dia berharap setiap aksi bisa menghindari chaos dan kericuhan untuk meminimalisir korban.

Baca Juga:  Putusan MK Kuatkan Peradi Sebagai Wadah Tunggal Advokat

“Kami juga akan memperhatikan aksi-aksi tak hanya di Jakarta, bekerja sama dengan perwakilan di Medan, Palembang, dan lainnya. Siapapun yang mengalami kekerasan bisa melapor ke kami,” tandasnya.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menyusul banyaknya mahasiswa korban luka akibat kericuhan demonstrasi di Gedung DPR. Total ada 90 mahasiswa luka yang dilarikan ke RSPP pada Selasa (24/9), namun data terakhir sebanyak 87 di antaranya sudah diizinkan pulang.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menjelaskan, pihaknya mempertanyakan kepada kepolisian mengapa kericuhan dalam aksi demonstrasi mahasiswa bisa terjadi. Dia menyesalkan ada banyak mahasiswa yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Tentu kami dari Komnas HAM datang ke RSPP memastikan kondisi para mahasiswa seperti apa. Tapi tadi setelah kami dapat laporan, para mahasiswa sudah tertangani oleh dokter dengan baik. Yang masih dirawat sudah ditangani untuk observasi lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Baca Juga:  Putusan MK Kuatkan Peradi Sebagai Wadah Tunggal Advokat

Amiruddin menjelaskan, setiap saat di Indonesia dengan masyarakat yang heterogen pasti akan selalu menghadapi aksi massa. Hanya bagaimana caranya, dia berharap aparat bisa bersikap dengan bijaksana tanpa represif dan reaktif.

“Demonstrasi itu bentuk dari ekspresi mahasiswa menyatakan pendapat. Agar semua pihak memperhatikan hal ini dengan baik, kepolisian jangan reaktif. Polisi harus lebih baik hadapi aksi-aksi massa seperti ini. Sehingga tak selalu berhadapan dengan kekerasan,” tukasnya.

Maka, Komnas HAM akan berkomunikasi dengan Polri untuk meminta penjelasan atas peristiwa unjuk rasa tersebut. Termasuk mempertanyakan video-video yang beredar, yang berisi mahasiswa terluka. Dia berharap setiap aksi bisa menghindari chaos dan kericuhan untuk meminimalisir korban.

Baca Juga:  Dicopot dari Dirjen PAS, Sri Puguh: Sedih, Enggak Maksimal Bekerja

“Kami juga akan memperhatikan aksi-aksi tak hanya di Jakarta, bekerja sama dengan perwakilan di Medan, Palembang, dan lainnya. Siapapun yang mengalami kekerasan bisa melapor ke kami,” tandasnya.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Komnas HAM Sesali Kericuhan, Akibatkan 95 Mahasiswa Terluka

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menyusul banyaknya mahasiswa korban luka akibat kericuhan demonstrasi di Gedung DPR. Total ada 90 mahasiswa luka yang dilarikan ke RSPP pada Selasa (24/9), namun data terakhir sebanyak 87 di antaranya sudah diizinkan pulang.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menjelaskan, pihaknya mempertanyakan kepada kepolisian mengapa kericuhan dalam aksi demonstrasi mahasiswa bisa terjadi. Dia menyesalkan ada banyak mahasiswa yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Tentu kami dari Komnas HAM datang ke RSPP memastikan kondisi para mahasiswa seperti apa. Tapi tadi setelah kami dapat laporan, para mahasiswa sudah tertangani oleh dokter dengan baik. Yang masih dirawat sudah ditangani untuk observasi lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Baca Juga:  Inovasi Produk Kuliner UMKM

Amiruddin menjelaskan, setiap saat di Indonesia dengan masyarakat yang heterogen pasti akan selalu menghadapi aksi massa. Hanya bagaimana caranya, dia berharap aparat bisa bersikap dengan bijaksana tanpa represif dan reaktif.

“Demonstrasi itu bentuk dari ekspresi mahasiswa menyatakan pendapat. Agar semua pihak memperhatikan hal ini dengan baik, kepolisian jangan reaktif. Polisi harus lebih baik hadapi aksi-aksi massa seperti ini. Sehingga tak selalu berhadapan dengan kekerasan,” tukasnya.

Maka, Komnas HAM akan berkomunikasi dengan Polri untuk meminta penjelasan atas peristiwa unjuk rasa tersebut. Termasuk mempertanyakan video-video yang beredar, yang berisi mahasiswa terluka. Dia berharap setiap aksi bisa menghindari chaos dan kericuhan untuk meminimalisir korban.

Baca Juga:  Bus Shalawat Memudahkan Jemaah Calon Haji Beribadah di Masjidilharam

“Kami juga akan memperhatikan aksi-aksi tak hanya di Jakarta, bekerja sama dengan perwakilan di Medan, Palembang, dan lainnya. Siapapun yang mengalami kekerasan bisa melapor ke kami,” tandasnya.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menyusul banyaknya mahasiswa korban luka akibat kericuhan demonstrasi di Gedung DPR. Total ada 90 mahasiswa luka yang dilarikan ke RSPP pada Selasa (24/9), namun data terakhir sebanyak 87 di antaranya sudah diizinkan pulang.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menjelaskan, pihaknya mempertanyakan kepada kepolisian mengapa kericuhan dalam aksi demonstrasi mahasiswa bisa terjadi. Dia menyesalkan ada banyak mahasiswa yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Tentu kami dari Komnas HAM datang ke RSPP memastikan kondisi para mahasiswa seperti apa. Tapi tadi setelah kami dapat laporan, para mahasiswa sudah tertangani oleh dokter dengan baik. Yang masih dirawat sudah ditangani untuk observasi lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (25/9).

Baca Juga:  Putusan MK Kuatkan Peradi Sebagai Wadah Tunggal Advokat

Amiruddin menjelaskan, setiap saat di Indonesia dengan masyarakat yang heterogen pasti akan selalu menghadapi aksi massa. Hanya bagaimana caranya, dia berharap aparat bisa bersikap dengan bijaksana tanpa represif dan reaktif.

“Demonstrasi itu bentuk dari ekspresi mahasiswa menyatakan pendapat. Agar semua pihak memperhatikan hal ini dengan baik, kepolisian jangan reaktif. Polisi harus lebih baik hadapi aksi-aksi massa seperti ini. Sehingga tak selalu berhadapan dengan kekerasan,” tukasnya.

Maka, Komnas HAM akan berkomunikasi dengan Polri untuk meminta penjelasan atas peristiwa unjuk rasa tersebut. Termasuk mempertanyakan video-video yang beredar, yang berisi mahasiswa terluka. Dia berharap setiap aksi bisa menghindari chaos dan kericuhan untuk meminimalisir korban.

Baca Juga:  Selamat Datang di Pulau Sabu dan Raijua...

“Kami juga akan memperhatikan aksi-aksi tak hanya di Jakarta, bekerja sama dengan perwakilan di Medan, Palembang, dan lainnya. Siapapun yang mengalami kekerasan bisa melapor ke kami,” tandasnya.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari