Jumat, 4 April 2025
spot_img

Divonis Kanker Darah Stadium Akhir, Kini Kondisi Suryono Terus Membaik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Suryono (23), seorang pemuda warga Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada akhir tahun lalu telah divonis dokter menderita kanker darah stadium akhir.

Suryono selama ini harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pegawai gudang sebuah toko pakaian di Pekanbaru.

Tim MSR MRI Kampar bersama perangkat Desa Sibuang menyambangi kediaman Suryono untuk melihat perkembangan kesembuhan Suryono, Rabu (24/06/2020) siang lalu.

Selain itu, tim juga menyerahkan bantuan pengobatan kepada Suryono. Bantuan pengobatan tersebut diharapkan Suryono untuk membeli obat-obatan selama menjalani masa pemulihan dari kanker darah.

Suryono sempat hanya bisa terbaring lemah di rumahnya, namun kini keadaannya terus membaik setelah rutin menjalankan pengobatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Baca Juga:  Membangunkan Tiga "Hulk" Riau Lewat Ekowisata dan Eduwisata

Jumini, kakak kandung Suryono, mengatakan pihak keluarga pernah mencoba untuk membawa Suryono ke rumah sakit, namun dibawa pulang lagi karena tak sanggup membiayai pengobatan.

"Setiap kali berobat ke dokter di sana kami menebus obat sebesar Rp1,5 juta. Inilah yang menjadi kendala pengobatan bagi kami," sebut Jumini.

Bersyukur, meskipun harapan sembuh sangat tipis, keadaan Suryono semakin membaik. 

Ditambah lagi, dukungan ACT bersama perangkat Desa Seibuak yang selama ini membantu kebutuhan obat-obatan Suryono.

"Suryono ini tergolong keluarga prasejahtera, ayahnya juga sudah sangat tua hanya bekerja serabutan dan ibunya sudah meninggal dunia, kami bersyukur atas bantuan pengobatan yang diberikan melalui ACT kepada warga kami," ucap Kepala Desa Sibuak Muizin Firmansyah.

Baca Juga:  Lima Jam Susuri Gua Belum Temukan Ujung

Laporan: Eko Faizin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Suryono (23), seorang pemuda warga Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada akhir tahun lalu telah divonis dokter menderita kanker darah stadium akhir.

Suryono selama ini harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pegawai gudang sebuah toko pakaian di Pekanbaru.

Tim MSR MRI Kampar bersama perangkat Desa Sibuang menyambangi kediaman Suryono untuk melihat perkembangan kesembuhan Suryono, Rabu (24/06/2020) siang lalu.

Selain itu, tim juga menyerahkan bantuan pengobatan kepada Suryono. Bantuan pengobatan tersebut diharapkan Suryono untuk membeli obat-obatan selama menjalani masa pemulihan dari kanker darah.

Suryono sempat hanya bisa terbaring lemah di rumahnya, namun kini keadaannya terus membaik setelah rutin menjalankan pengobatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Baca Juga:  Rini Soemarno Jadi Trending Topic

Jumini, kakak kandung Suryono, mengatakan pihak keluarga pernah mencoba untuk membawa Suryono ke rumah sakit, namun dibawa pulang lagi karena tak sanggup membiayai pengobatan.

"Setiap kali berobat ke dokter di sana kami menebus obat sebesar Rp1,5 juta. Inilah yang menjadi kendala pengobatan bagi kami," sebut Jumini.

Bersyukur, meskipun harapan sembuh sangat tipis, keadaan Suryono semakin membaik. 

Ditambah lagi, dukungan ACT bersama perangkat Desa Seibuak yang selama ini membantu kebutuhan obat-obatan Suryono.

"Suryono ini tergolong keluarga prasejahtera, ayahnya juga sudah sangat tua hanya bekerja serabutan dan ibunya sudah meninggal dunia, kami bersyukur atas bantuan pengobatan yang diberikan melalui ACT kepada warga kami," ucap Kepala Desa Sibuak Muizin Firmansyah.

Baca Juga:  Tol Pekanbaru-Dumai Masih Terkendala Tumpang Tindih 551 Bidang Tanah

Laporan: Eko Faizin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Divonis Kanker Darah Stadium Akhir, Kini Kondisi Suryono Terus Membaik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Suryono (23), seorang pemuda warga Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada akhir tahun lalu telah divonis dokter menderita kanker darah stadium akhir.

Suryono selama ini harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pegawai gudang sebuah toko pakaian di Pekanbaru.

Tim MSR MRI Kampar bersama perangkat Desa Sibuang menyambangi kediaman Suryono untuk melihat perkembangan kesembuhan Suryono, Rabu (24/06/2020) siang lalu.

Selain itu, tim juga menyerahkan bantuan pengobatan kepada Suryono. Bantuan pengobatan tersebut diharapkan Suryono untuk membeli obat-obatan selama menjalani masa pemulihan dari kanker darah.

Suryono sempat hanya bisa terbaring lemah di rumahnya, namun kini keadaannya terus membaik setelah rutin menjalankan pengobatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Baca Juga:  Dua Terdakwa Bantah Memukul dan Merampas Alat Kerja Wartawan Tempo

Jumini, kakak kandung Suryono, mengatakan pihak keluarga pernah mencoba untuk membawa Suryono ke rumah sakit, namun dibawa pulang lagi karena tak sanggup membiayai pengobatan.

"Setiap kali berobat ke dokter di sana kami menebus obat sebesar Rp1,5 juta. Inilah yang menjadi kendala pengobatan bagi kami," sebut Jumini.

Bersyukur, meskipun harapan sembuh sangat tipis, keadaan Suryono semakin membaik. 

Ditambah lagi, dukungan ACT bersama perangkat Desa Seibuak yang selama ini membantu kebutuhan obat-obatan Suryono.

"Suryono ini tergolong keluarga prasejahtera, ayahnya juga sudah sangat tua hanya bekerja serabutan dan ibunya sudah meninggal dunia, kami bersyukur atas bantuan pengobatan yang diberikan melalui ACT kepada warga kami," ucap Kepala Desa Sibuak Muizin Firmansyah.

Baca Juga:  Tol Pekanbaru-Dumai Masih Terkendala Tumpang Tindih 551 Bidang Tanah

Laporan: Eko Faizin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Suryono (23), seorang pemuda warga Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada akhir tahun lalu telah divonis dokter menderita kanker darah stadium akhir.

Suryono selama ini harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pegawai gudang sebuah toko pakaian di Pekanbaru.

Tim MSR MRI Kampar bersama perangkat Desa Sibuang menyambangi kediaman Suryono untuk melihat perkembangan kesembuhan Suryono, Rabu (24/06/2020) siang lalu.

Selain itu, tim juga menyerahkan bantuan pengobatan kepada Suryono. Bantuan pengobatan tersebut diharapkan Suryono untuk membeli obat-obatan selama menjalani masa pemulihan dari kanker darah.

Suryono sempat hanya bisa terbaring lemah di rumahnya, namun kini keadaannya terus membaik setelah rutin menjalankan pengobatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Baca Juga:  Dua Terdakwa Bantah Memukul dan Merampas Alat Kerja Wartawan Tempo

Jumini, kakak kandung Suryono, mengatakan pihak keluarga pernah mencoba untuk membawa Suryono ke rumah sakit, namun dibawa pulang lagi karena tak sanggup membiayai pengobatan.

"Setiap kali berobat ke dokter di sana kami menebus obat sebesar Rp1,5 juta. Inilah yang menjadi kendala pengobatan bagi kami," sebut Jumini.

Bersyukur, meskipun harapan sembuh sangat tipis, keadaan Suryono semakin membaik. 

Ditambah lagi, dukungan ACT bersama perangkat Desa Seibuak yang selama ini membantu kebutuhan obat-obatan Suryono.

"Suryono ini tergolong keluarga prasejahtera, ayahnya juga sudah sangat tua hanya bekerja serabutan dan ibunya sudah meninggal dunia, kami bersyukur atas bantuan pengobatan yang diberikan melalui ACT kepada warga kami," ucap Kepala Desa Sibuak Muizin Firmansyah.

Baca Juga:  MK Kabulkan Eks Koruptor Bisa Ikut Pilkada 5 Usai Bebas

Laporan: Eko Faizin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari