Minggu, 6 September 2026
- Advertisement -

4 Tahun Idap Kanker, Fahmi Idris Berpulang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kabar duka datang dari keluarga besar Partai Golkar. Politisi senior partai berlambang beringin yang juga mantan Menteri Ketenagakerjaan Fahmi Idris tutup usia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Ahad (22/5) pukul 10.00 WIB. Fahmi meninggal di usia 78 tahun.

Fahmi dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Kusir, Jakarta Selatan kemarin sore. Sebelum dimakamkan, dia sempat di semayamkan di rumah duka di kediamannya, di Jalan Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan.

Kerabat Fahmi yang juga politisi Golkar Yorrys Yaweyai mengatakan, almarhum meninggal usai berjuang melawan kanker darah. "Kanker darah yang sebetulnya sudah lama dari 2008 kalau enggak salah," ujarnya ditemui di rumah duka.

Baca Juga:  Jaksa Agung Ingin Tingkatkan Penanganan Korupsi dengan KPK

Belakangan, penyakit tersebut kian parah. Alhasil, sejak empat hari yang lalu, Fahmi harus menjalani pengobatan intensif di RS Medistra. Sayangnya, tubuh Fahmi tak kuasa lagi menahan ganasnya kanker."Berobat-berobat terakhir 4 hari ini masuk (RS) dan mengembuskan napas terakhir," ujarnya.

Selama disemayamkan, sejumlah kerabat hadir langsung untuk menyampaikan duka cita. Antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, pengusaha Chairul Tandjung, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan, Kepala BNPT Komjen Bor Rafli Amar hingga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan lainnya.

Kepada Media, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengaku kehilangan sosok Fahmi. Sebagai sesama kolega berdarah Minangkabau, Rafly mengaku cukup dekat. Baginya, Fahmi merupakan pribadi yang peduli. Beberapa kesempatan, Boy pernah didatanginya. "Bahkan ketika beliau purnabakti jadi pejabat negara, pernah datang ke kami yang sedang bertugas di kepolisian," ujarnya.

Baca Juga:  Kabar Baik-Buruk untuk PPPK 2024 Tahap I: THR Tak Dapat, Gaji Ke-13 Masih Berpeluang

Saat masih menjabat menteri, Boy yang saat itu belum punya pangkat setinggi jenderal juga kerap dimintai masukan terkait kondisi di daerah. Masukan yang dijadikan bahan pengambilan keputusan.(far/jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kabar duka datang dari keluarga besar Partai Golkar. Politisi senior partai berlambang beringin yang juga mantan Menteri Ketenagakerjaan Fahmi Idris tutup usia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Ahad (22/5) pukul 10.00 WIB. Fahmi meninggal di usia 78 tahun.

Fahmi dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Kusir, Jakarta Selatan kemarin sore. Sebelum dimakamkan, dia sempat di semayamkan di rumah duka di kediamannya, di Jalan Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan.

Kerabat Fahmi yang juga politisi Golkar Yorrys Yaweyai mengatakan, almarhum meninggal usai berjuang melawan kanker darah. "Kanker darah yang sebetulnya sudah lama dari 2008 kalau enggak salah," ujarnya ditemui di rumah duka.

Baca Juga:  Jaksa Agung Ingin Tingkatkan Penanganan Korupsi dengan KPK

Belakangan, penyakit tersebut kian parah. Alhasil, sejak empat hari yang lalu, Fahmi harus menjalani pengobatan intensif di RS Medistra. Sayangnya, tubuh Fahmi tak kuasa lagi menahan ganasnya kanker."Berobat-berobat terakhir 4 hari ini masuk (RS) dan mengembuskan napas terakhir," ujarnya.

Selama disemayamkan, sejumlah kerabat hadir langsung untuk menyampaikan duka cita. Antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, pengusaha Chairul Tandjung, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan, Kepala BNPT Komjen Bor Rafli Amar hingga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan lainnya.

- Advertisement -

Kepada Media, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengaku kehilangan sosok Fahmi. Sebagai sesama kolega berdarah Minangkabau, Rafly mengaku cukup dekat. Baginya, Fahmi merupakan pribadi yang peduli. Beberapa kesempatan, Boy pernah didatanginya. "Bahkan ketika beliau purnabakti jadi pejabat negara, pernah datang ke kami yang sedang bertugas di kepolisian," ujarnya.

Baca Juga:  Tinggalkan Surat kepada Ibu sebelum Beraksi

Saat masih menjabat menteri, Boy yang saat itu belum punya pangkat setinggi jenderal juga kerap dimintai masukan terkait kondisi di daerah. Masukan yang dijadikan bahan pengambilan keputusan.(far/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kabar duka datang dari keluarga besar Partai Golkar. Politisi senior partai berlambang beringin yang juga mantan Menteri Ketenagakerjaan Fahmi Idris tutup usia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Ahad (22/5) pukul 10.00 WIB. Fahmi meninggal di usia 78 tahun.

Fahmi dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Kusir, Jakarta Selatan kemarin sore. Sebelum dimakamkan, dia sempat di semayamkan di rumah duka di kediamannya, di Jalan Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan.

Kerabat Fahmi yang juga politisi Golkar Yorrys Yaweyai mengatakan, almarhum meninggal usai berjuang melawan kanker darah. "Kanker darah yang sebetulnya sudah lama dari 2008 kalau enggak salah," ujarnya ditemui di rumah duka.

Baca Juga:  Pjs Ajak Sinergis Dukung Penerapan Prokes 

Belakangan, penyakit tersebut kian parah. Alhasil, sejak empat hari yang lalu, Fahmi harus menjalani pengobatan intensif di RS Medistra. Sayangnya, tubuh Fahmi tak kuasa lagi menahan ganasnya kanker."Berobat-berobat terakhir 4 hari ini masuk (RS) dan mengembuskan napas terakhir," ujarnya.

Selama disemayamkan, sejumlah kerabat hadir langsung untuk menyampaikan duka cita. Antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, pengusaha Chairul Tandjung, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan, Kepala BNPT Komjen Bor Rafli Amar hingga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan lainnya.

Kepada Media, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengaku kehilangan sosok Fahmi. Sebagai sesama kolega berdarah Minangkabau, Rafly mengaku cukup dekat. Baginya, Fahmi merupakan pribadi yang peduli. Beberapa kesempatan, Boy pernah didatanginya. "Bahkan ketika beliau purnabakti jadi pejabat negara, pernah datang ke kami yang sedang bertugas di kepolisian," ujarnya.

Baca Juga:  Lucu, Kata Trump: Mengapa Kepala Gugas Corona AS Lebih Populer dari Saya?

Saat masih menjabat menteri, Boy yang saat itu belum punya pangkat setinggi jenderal juga kerap dimintai masukan terkait kondisi di daerah. Masukan yang dijadikan bahan pengambilan keputusan.(far/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari