Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Tak Boleh Berangkat sebelum Divaksin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengetatan bagi penumpang dan pengguna moda transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru

(Nataru) mulai diberlakukan. Salah satu syarat yang paling utama adalah calon penumpang harus sudah divaksin dan rapid antigen negatif.

Penerapan itu sudah diberlakukan salah satunya di Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Bahkan petugas tak segan-segan untuk menurunkan penumpang yang belum divaksin. Setelah menjalani vaksinasi di terminal, penumpang baru diperbolehkan untuk naik bus melanjutkan perjalanan.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau Ardono mengatakan, BPTD Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau mendukung program pemerintah dalam upaya melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat dan penumpang yang ada di terminal. "Kegiatan hari ini (kemarin, red) adalah agenda rutin keliling. Pas hari ini (Selasa, red) kami meninjau vaksinasi di Terminal BRPS," ujarnya di Terminal BRPS Pekanbaru, Selasa (21/12).

Baca Juga:  Kekang Gelombang Kedua Corona, Spanyol Umumkan Darurat Nasional 

Ia mengungkapkan, persyaratan perjalanan pada masa Nataru yang pertama adalah kapasitas angkutan umum maksimal 75 persen. Selain itu penumpang vaksin dua kali dan hasil rapid antigen negatif. Kemudian harus mematuhi prokes seperti pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lain-lain. Selain itu juga harus ada aplikasi PeduliLindungi.

"Ini mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan, mengoptimalkan vaksinasi yang kita adakan di terminal," ungkapnya.

Saat Riau Pos di Terminal BRPS kemarin, didapati tiga penumpang sempat diturunkan oleh petugas karena tidak bisa menunjukkan bukti vaksin Covid-19. Tiga penumpang tersebut menaiki bus tujuan Pulau Jawa. Setelah dilakukan vaksinasi kemudian dipersilakan kembali melanjutkan perjalanannya.

Koordinator Satuan Pelayanan BRPS Kota Pekanbaru Henry Tambunan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Terminal BRPS Pekanbaru sudah berlangsung sejak 18 Desember lalu. Selain vaksinasi, di Terminal BRPS juga ada rapid tes.

Baca Juga:  Kecewa Tak Jadi Ibu Kota? Kalteng Tak Pernah Lobi Pusat

"Kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang berkoordinasi dengan Puskesmas Payung Sekaki dan Polsek Payung Sekaki, sehingga diadakanlah vaksinasi di sini setiap hari," terangnya.Dijelaskannya, vaksinasi diperuntukkan kepada masyarakat maupun penumpang. "Tetapi kan kalau kepada penumpang kita tanyakan terlebih dahulu, apakah sudah vaksinasi atau belum.  Kemudian dicek di aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengetatan bagi penumpang dan pengguna moda transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru

(Nataru) mulai diberlakukan. Salah satu syarat yang paling utama adalah calon penumpang harus sudah divaksin dan rapid antigen negatif.

Penerapan itu sudah diberlakukan salah satunya di Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Bahkan petugas tak segan-segan untuk menurunkan penumpang yang belum divaksin. Setelah menjalani vaksinasi di terminal, penumpang baru diperbolehkan untuk naik bus melanjutkan perjalanan.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau Ardono mengatakan, BPTD Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau mendukung program pemerintah dalam upaya melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat dan penumpang yang ada di terminal. "Kegiatan hari ini (kemarin, red) adalah agenda rutin keliling. Pas hari ini (Selasa, red) kami meninjau vaksinasi di Terminal BRPS," ujarnya di Terminal BRPS Pekanbaru, Selasa (21/12).

Baca Juga:  Terbanyak Ada di Jakarta, Begini Langkah Pencegahan Anies

Ia mengungkapkan, persyaratan perjalanan pada masa Nataru yang pertama adalah kapasitas angkutan umum maksimal 75 persen. Selain itu penumpang vaksin dua kali dan hasil rapid antigen negatif. Kemudian harus mematuhi prokes seperti pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lain-lain. Selain itu juga harus ada aplikasi PeduliLindungi.

- Advertisement -

"Ini mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan, mengoptimalkan vaksinasi yang kita adakan di terminal," ungkapnya.

Saat Riau Pos di Terminal BRPS kemarin, didapati tiga penumpang sempat diturunkan oleh petugas karena tidak bisa menunjukkan bukti vaksin Covid-19. Tiga penumpang tersebut menaiki bus tujuan Pulau Jawa. Setelah dilakukan vaksinasi kemudian dipersilakan kembali melanjutkan perjalanannya.

- Advertisement -

Koordinator Satuan Pelayanan BRPS Kota Pekanbaru Henry Tambunan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Terminal BRPS Pekanbaru sudah berlangsung sejak 18 Desember lalu. Selain vaksinasi, di Terminal BRPS juga ada rapid tes.

Baca Juga:  Ibnu Jamil Grogi hingga Berkeringat, Ada Apa?

"Kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang berkoordinasi dengan Puskesmas Payung Sekaki dan Polsek Payung Sekaki, sehingga diadakanlah vaksinasi di sini setiap hari," terangnya.Dijelaskannya, vaksinasi diperuntukkan kepada masyarakat maupun penumpang. "Tetapi kan kalau kepada penumpang kita tanyakan terlebih dahulu, apakah sudah vaksinasi atau belum.  Kemudian dicek di aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengetatan bagi penumpang dan pengguna moda transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru

(Nataru) mulai diberlakukan. Salah satu syarat yang paling utama adalah calon penumpang harus sudah divaksin dan rapid antigen negatif.

Penerapan itu sudah diberlakukan salah satunya di Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Bahkan petugas tak segan-segan untuk menurunkan penumpang yang belum divaksin. Setelah menjalani vaksinasi di terminal, penumpang baru diperbolehkan untuk naik bus melanjutkan perjalanan.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau Ardono mengatakan, BPTD Wilayah IV Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau mendukung program pemerintah dalam upaya melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat dan penumpang yang ada di terminal. "Kegiatan hari ini (kemarin, red) adalah agenda rutin keliling. Pas hari ini (Selasa, red) kami meninjau vaksinasi di Terminal BRPS," ujarnya di Terminal BRPS Pekanbaru, Selasa (21/12).

Baca Juga:  Ingin Rutin Minum Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh? Perhatikan Hal Ini Dulu

Ia mengungkapkan, persyaratan perjalanan pada masa Nataru yang pertama adalah kapasitas angkutan umum maksimal 75 persen. Selain itu penumpang vaksin dua kali dan hasil rapid antigen negatif. Kemudian harus mematuhi prokes seperti pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lain-lain. Selain itu juga harus ada aplikasi PeduliLindungi.

"Ini mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan, mengoptimalkan vaksinasi yang kita adakan di terminal," ungkapnya.

Saat Riau Pos di Terminal BRPS kemarin, didapati tiga penumpang sempat diturunkan oleh petugas karena tidak bisa menunjukkan bukti vaksin Covid-19. Tiga penumpang tersebut menaiki bus tujuan Pulau Jawa. Setelah dilakukan vaksinasi kemudian dipersilakan kembali melanjutkan perjalanannya.

Koordinator Satuan Pelayanan BRPS Kota Pekanbaru Henry Tambunan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Terminal BRPS Pekanbaru sudah berlangsung sejak 18 Desember lalu. Selain vaksinasi, di Terminal BRPS juga ada rapid tes.

Baca Juga:  Insiparasi Ruang Makan yang Bikin Betah

"Kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang berkoordinasi dengan Puskesmas Payung Sekaki dan Polsek Payung Sekaki, sehingga diadakanlah vaksinasi di sini setiap hari," terangnya.Dijelaskannya, vaksinasi diperuntukkan kepada masyarakat maupun penumpang. "Tetapi kan kalau kepada penumpang kita tanyakan terlebih dahulu, apakah sudah vaksinasi atau belum.  Kemudian dicek di aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari