Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Tunjangan Kinerja TNI Naik 80 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah akan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar 80 persen tahun depan. Hal tersebut tertera dalam dokumen Buku III himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021 pada porsi anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut pada 2021 mendapatkan porsi anggaran sebesar Rp136,99 triliun. Alokasi belanja pegawai dalam penggunaan anggaran diperhitungkan karena terdapat rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen.

Kemudian, porsi anggaran yang diberikan pada Kemenhan juga akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan prajurit melalui pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Baca Juga:  Bank Mandiri Cabang Pasirpengaraian Gelar Khitanan Massal Gratis

Adapun penggunaan porsi anggaran yang diberikan akan disalurkan untuk beberapa prioritas seperti mendukung stimulus pemulihan ekonomi, multiyears contract, carry over kegiatan 2020, prioritas KL dan prioritas nasional, biaya operasional dan dukungan operasional pertahanan.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk belanja barang dalam pemenuhan pemeliharaan dan perawatan alutsista kesiapan sebesar 70 persen dan pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) sebesar Rp6,1 triliun.

Di sisi lain, terdapat alokasi anggaran dari pekerjaan Kemenhan yang ditunda sejak tahun 2020 dan dialokasikan ke 2021 sebesar Rp11,13 triliun. Ada juga alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp2,9 triliun yang digunakan untuk pelayanan rumah sakit militer, yang bersumber dari RM, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,8 triliun, serta rencana upgrade peralatan kesehatan melalui pinjaman luar negeri sebesar Rp1,07 triliun.

Baca Juga:  Tampil Menawan dengan Make Up Look ala Thailand

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah akan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar 80 persen tahun depan. Hal tersebut tertera dalam dokumen Buku III himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021 pada porsi anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut pada 2021 mendapatkan porsi anggaran sebesar Rp136,99 triliun. Alokasi belanja pegawai dalam penggunaan anggaran diperhitungkan karena terdapat rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen.

Kemudian, porsi anggaran yang diberikan pada Kemenhan juga akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan prajurit melalui pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Baca Juga:  Bank Mandiri Cabang Pasirpengaraian Gelar Khitanan Massal Gratis

Adapun penggunaan porsi anggaran yang diberikan akan disalurkan untuk beberapa prioritas seperti mendukung stimulus pemulihan ekonomi, multiyears contract, carry over kegiatan 2020, prioritas KL dan prioritas nasional, biaya operasional dan dukungan operasional pertahanan.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk belanja barang dalam pemenuhan pemeliharaan dan perawatan alutsista kesiapan sebesar 70 persen dan pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) sebesar Rp6,1 triliun.

- Advertisement -

Di sisi lain, terdapat alokasi anggaran dari pekerjaan Kemenhan yang ditunda sejak tahun 2020 dan dialokasikan ke 2021 sebesar Rp11,13 triliun. Ada juga alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp2,9 triliun yang digunakan untuk pelayanan rumah sakit militer, yang bersumber dari RM, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,8 triliun, serta rencana upgrade peralatan kesehatan melalui pinjaman luar negeri sebesar Rp1,07 triliun.

Baca Juga:  Banjir dan Buaya Ancam Warga Basilam Baru

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah akan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar 80 persen tahun depan. Hal tersebut tertera dalam dokumen Buku III himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021 pada porsi anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut pada 2021 mendapatkan porsi anggaran sebesar Rp136,99 triliun. Alokasi belanja pegawai dalam penggunaan anggaran diperhitungkan karena terdapat rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen.

Kemudian, porsi anggaran yang diberikan pada Kemenhan juga akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan prajurit melalui pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Baca Juga:  Jaksa Minta Rp200 Juta Untuk Kurangi Tuntutan

Adapun penggunaan porsi anggaran yang diberikan akan disalurkan untuk beberapa prioritas seperti mendukung stimulus pemulihan ekonomi, multiyears contract, carry over kegiatan 2020, prioritas KL dan prioritas nasional, biaya operasional dan dukungan operasional pertahanan.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk belanja barang dalam pemenuhan pemeliharaan dan perawatan alutsista kesiapan sebesar 70 persen dan pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) sebesar Rp6,1 triliun.

Di sisi lain, terdapat alokasi anggaran dari pekerjaan Kemenhan yang ditunda sejak tahun 2020 dan dialokasikan ke 2021 sebesar Rp11,13 triliun. Ada juga alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp2,9 triliun yang digunakan untuk pelayanan rumah sakit militer, yang bersumber dari RM, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,8 triliun, serta rencana upgrade peralatan kesehatan melalui pinjaman luar negeri sebesar Rp1,07 triliun.

Baca Juga:  "Drama" Sidang Korupsi, Imam Nahrawi Bantah Soal Permintaan Uang Rp 5 M

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari