Kamis, 14 Mei 2026
- Advertisement -

Jabatan Kapolsek Teluk Meranti Dicopot, Bukti Keseriusan Kapolda

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Kepala kepolisian resort (Kapolres) Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk Msi membenarkan adanya pencopotan jabatan salah seorang bawahannya yakni Kapolsek Teluk Meranti Ipda Hindro Renhard Panjaitan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung setya Emam Efendi pada Senin (20/1).

Hal diakuinya,  karena Kapolda menilai Kapolsek Teluk Meranti tidak maksimal dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dikecamatan Teluk Meranti.

” Ya, mutasi (pencopotan,red) jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini adalah bukti keseriusan bapak Kapolda dalam mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan. Sehingga bagi personil yang tidak serius dan maksimal, maka konsekuensinya, jabatan mereka akan dicopot. Sedangkan jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini digantikan oleh Ipda Dimas yang sebelumnya menjabat dibagian Satlantas Polres Pelalawan,” terang Kapolres Pelalawan kepada Riau Pos, Selasa (21/1) kemarin melalui selulernya.

Namun demikian, sambung mantan Kapolres Rokan Hulu (Rohul) ini, bagi personil yang berprestasi, maka Kapolda Riau akan memberikan penghargaan berjenjang sesuai dengan intensitas mereka turun ke lokasi serta kelengkapan pelaporan kondisi di lapangan.

” Jadi, selain pemberian sanksi (punisment) kepada personil yang tidak serius dalam menangani karhutla, bapak Kapolda juga memberikan penghargaan (reward) kepada personil. Seperti 10 kali mendatangi TKP, maka akan diberikan penghargaan misalnya berupa sertifikat. Kemudian, jika 30 kali datang ke TKP, akan diberikan penghargaan berupa pin emas. Intinya, Polda Riau beserta jajaran polres dan polsek-polsek, berkomitmen mewujudkan zero karhutla dan zero asap tahun 2020.,” ujarnya seraya menyebutkan Polda Riau telah menerapkan sistem Riau crisis monitoring (RCM) untuk memantau dan melakukan antisipasi karhutla.

Ditambahkannya, bahwa berkaca dari pengalaman karhutla tahun 2019 lalu, maka Polres Pelalawan bersama seluruh unsur elemen masyarakat kabupaten Pelalawan telah siap melakukan upaya antisipasi. Selain membentuk tim gabungan dengan SDM yang handal, pihaknya juga telah menyiapkan kelengkapan segala sarana dan prasarana (Sarpras) untuk mengantisipasi karhutla tahun 2020 ini. Salah satunya mengintensifkan pemantauan titik api melalui udara menggunakan drone didaerah rawan karhutla seperti Kecamatan Teluk Meranti, Kerumutan, Ukui, Pangkalan Kuras dan Langgam.
Laporan M Amin Amran
Editor: Deslina

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Kepala kepolisian resort (Kapolres) Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk Msi membenarkan adanya pencopotan jabatan salah seorang bawahannya yakni Kapolsek Teluk Meranti Ipda Hindro Renhard Panjaitan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung setya Emam Efendi pada Senin (20/1).

Hal diakuinya,  karena Kapolda menilai Kapolsek Teluk Meranti tidak maksimal dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dikecamatan Teluk Meranti.

” Ya, mutasi (pencopotan,red) jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini adalah bukti keseriusan bapak Kapolda dalam mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan. Sehingga bagi personil yang tidak serius dan maksimal, maka konsekuensinya, jabatan mereka akan dicopot. Sedangkan jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini digantikan oleh Ipda Dimas yang sebelumnya menjabat dibagian Satlantas Polres Pelalawan,” terang Kapolres Pelalawan kepada Riau Pos, Selasa (21/1) kemarin melalui selulernya.

Namun demikian, sambung mantan Kapolres Rokan Hulu (Rohul) ini, bagi personil yang berprestasi, maka Kapolda Riau akan memberikan penghargaan berjenjang sesuai dengan intensitas mereka turun ke lokasi serta kelengkapan pelaporan kondisi di lapangan.

” Jadi, selain pemberian sanksi (punisment) kepada personil yang tidak serius dalam menangani karhutla, bapak Kapolda juga memberikan penghargaan (reward) kepada personil. Seperti 10 kali mendatangi TKP, maka akan diberikan penghargaan misalnya berupa sertifikat. Kemudian, jika 30 kali datang ke TKP, akan diberikan penghargaan berupa pin emas. Intinya, Polda Riau beserta jajaran polres dan polsek-polsek, berkomitmen mewujudkan zero karhutla dan zero asap tahun 2020.,” ujarnya seraya menyebutkan Polda Riau telah menerapkan sistem Riau crisis monitoring (RCM) untuk memantau dan melakukan antisipasi karhutla.

Ditambahkannya, bahwa berkaca dari pengalaman karhutla tahun 2019 lalu, maka Polres Pelalawan bersama seluruh unsur elemen masyarakat kabupaten Pelalawan telah siap melakukan upaya antisipasi. Selain membentuk tim gabungan dengan SDM yang handal, pihaknya juga telah menyiapkan kelengkapan segala sarana dan prasarana (Sarpras) untuk mengantisipasi karhutla tahun 2020 ini. Salah satunya mengintensifkan pemantauan titik api melalui udara menggunakan drone didaerah rawan karhutla seperti Kecamatan Teluk Meranti, Kerumutan, Ukui, Pangkalan Kuras dan Langgam.
Laporan M Amin Amran
Editor: Deslina
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Kepala kepolisian resort (Kapolres) Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk Msi membenarkan adanya pencopotan jabatan salah seorang bawahannya yakni Kapolsek Teluk Meranti Ipda Hindro Renhard Panjaitan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung setya Emam Efendi pada Senin (20/1).

Hal diakuinya,  karena Kapolda menilai Kapolsek Teluk Meranti tidak maksimal dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dikecamatan Teluk Meranti.

” Ya, mutasi (pencopotan,red) jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini adalah bukti keseriusan bapak Kapolda dalam mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan. Sehingga bagi personil yang tidak serius dan maksimal, maka konsekuensinya, jabatan mereka akan dicopot. Sedangkan jabatan Kapolsek Teluk Meranti ini digantikan oleh Ipda Dimas yang sebelumnya menjabat dibagian Satlantas Polres Pelalawan,” terang Kapolres Pelalawan kepada Riau Pos, Selasa (21/1) kemarin melalui selulernya.

Namun demikian, sambung mantan Kapolres Rokan Hulu (Rohul) ini, bagi personil yang berprestasi, maka Kapolda Riau akan memberikan penghargaan berjenjang sesuai dengan intensitas mereka turun ke lokasi serta kelengkapan pelaporan kondisi di lapangan.

” Jadi, selain pemberian sanksi (punisment) kepada personil yang tidak serius dalam menangani karhutla, bapak Kapolda juga memberikan penghargaan (reward) kepada personil. Seperti 10 kali mendatangi TKP, maka akan diberikan penghargaan misalnya berupa sertifikat. Kemudian, jika 30 kali datang ke TKP, akan diberikan penghargaan berupa pin emas. Intinya, Polda Riau beserta jajaran polres dan polsek-polsek, berkomitmen mewujudkan zero karhutla dan zero asap tahun 2020.,” ujarnya seraya menyebutkan Polda Riau telah menerapkan sistem Riau crisis monitoring (RCM) untuk memantau dan melakukan antisipasi karhutla.

Ditambahkannya, bahwa berkaca dari pengalaman karhutla tahun 2019 lalu, maka Polres Pelalawan bersama seluruh unsur elemen masyarakat kabupaten Pelalawan telah siap melakukan upaya antisipasi. Selain membentuk tim gabungan dengan SDM yang handal, pihaknya juga telah menyiapkan kelengkapan segala sarana dan prasarana (Sarpras) untuk mengantisipasi karhutla tahun 2020 ini. Salah satunya mengintensifkan pemantauan titik api melalui udara menggunakan drone didaerah rawan karhutla seperti Kecamatan Teluk Meranti, Kerumutan, Ukui, Pangkalan Kuras dan Langgam.
Laporan M Amin Amran
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari