Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Penting, Tolong Simak Penjelasan MenPAN-RB Ini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengakui bahwa cuti merupakan hak setiap ASN.

Namun, dalam kondisi pandemi, cuti yang berdekatan dengan hari libur nasional ditiadakan. Dia meminta agar ASN baik PNS maupun PPPK tidak memanfaatkan untuk mengambil cuti pada hari kerja yang terjepit di antara hari libur.

"ASN sesuai ketentuan mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan demi kemaslahatan dalam konteks pandemi, bahwa hak cuti itu untuk sementara ditiadakan," kata Menteri Tjahjo di Jakarta, Jumat (18/6).

Keputusan tersebut, lanjutnya, hanya untuk cuti yang berdekatan dengan hari libur maupun cuti bersama. Meski begitu, PNS maupun PPPK bisa mengajukan cuti tetapi pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing instansi tetap selektif dalam memberikan izin.

Baca Juga:  Boby Irtanto Didukung Alumni Sebagai Kandidat Ketum PB HMI

"Cari cuti hari lain, semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat dan menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19," imbuh Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan, hingga kini tidak ada penerapan lockdown atau karantina wilayah untuk instansi pemerintah agar pelayanan publik bagi masyarakat terus berjalan. Kebijakan yang berlaku saat ini adalah Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 67 Tahun 2020. Sistem kerja pemerintah daerah menyesuaikan data zonasi risiko dan ketentuan Satuan Tugas Covid-19 di wilayahnya.

Sementara kementerian bisa menerapkan pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah (WFH) dan kantor (WFO) dengan persentase 50:50 atau 75:25 sesuai dengan ketentuan dalam SE tersebut.

Pemerintah telah menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani pada 18 Juni 2021. Perubahan berlaku untuk hari libur nasional tahun baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW serta cuti bersama Hari Raya Natal. Hari libur nasional yang diubah yakni tahun baru Islam 1443 Hijriah, yang mulanya jatuh pada 10 Agustus menjadi 11 Agustus.

Baca Juga:  Kemenag Setop Pendaftaran Akad Nikah Baru

Kemudian Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober diubah menjadi 20 Oktober. Untuk cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember dicabut.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengakui bahwa cuti merupakan hak setiap ASN.

Namun, dalam kondisi pandemi, cuti yang berdekatan dengan hari libur nasional ditiadakan. Dia meminta agar ASN baik PNS maupun PPPK tidak memanfaatkan untuk mengambil cuti pada hari kerja yang terjepit di antara hari libur.

"ASN sesuai ketentuan mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan demi kemaslahatan dalam konteks pandemi, bahwa hak cuti itu untuk sementara ditiadakan," kata Menteri Tjahjo di Jakarta, Jumat (18/6).

Keputusan tersebut, lanjutnya, hanya untuk cuti yang berdekatan dengan hari libur maupun cuti bersama. Meski begitu, PNS maupun PPPK bisa mengajukan cuti tetapi pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing instansi tetap selektif dalam memberikan izin.

Baca Juga:  Jokowi Disarankan Tugasi SBY sebagai Utusan Urusan Natuna

"Cari cuti hari lain, semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat dan menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19," imbuh Tjahjo.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan, hingga kini tidak ada penerapan lockdown atau karantina wilayah untuk instansi pemerintah agar pelayanan publik bagi masyarakat terus berjalan. Kebijakan yang berlaku saat ini adalah Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 67 Tahun 2020. Sistem kerja pemerintah daerah menyesuaikan data zonasi risiko dan ketentuan Satuan Tugas Covid-19 di wilayahnya.

Sementara kementerian bisa menerapkan pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah (WFH) dan kantor (WFO) dengan persentase 50:50 atau 75:25 sesuai dengan ketentuan dalam SE tersebut.

- Advertisement -

Pemerintah telah menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani pada 18 Juni 2021. Perubahan berlaku untuk hari libur nasional tahun baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW serta cuti bersama Hari Raya Natal. Hari libur nasional yang diubah yakni tahun baru Islam 1443 Hijriah, yang mulanya jatuh pada 10 Agustus menjadi 11 Agustus.

Baca Juga:  Anji Direkomendasikan Jalani Rehabilitasi

Kemudian Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober diubah menjadi 20 Oktober. Untuk cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember dicabut.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengakui bahwa cuti merupakan hak setiap ASN.

Namun, dalam kondisi pandemi, cuti yang berdekatan dengan hari libur nasional ditiadakan. Dia meminta agar ASN baik PNS maupun PPPK tidak memanfaatkan untuk mengambil cuti pada hari kerja yang terjepit di antara hari libur.

"ASN sesuai ketentuan mempunyai hak cuti perorangan, tetapi kami putuskan demi kemaslahatan dalam konteks pandemi, bahwa hak cuti itu untuk sementara ditiadakan," kata Menteri Tjahjo di Jakarta, Jumat (18/6).

Keputusan tersebut, lanjutnya, hanya untuk cuti yang berdekatan dengan hari libur maupun cuti bersama. Meski begitu, PNS maupun PPPK bisa mengajukan cuti tetapi pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing instansi tetap selektif dalam memberikan izin.

Baca Juga:  Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 Momen Instrospeksi dan Evaluasi

"Cari cuti hari lain, semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat dan menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19," imbuh Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo menegaskan, hingga kini tidak ada penerapan lockdown atau karantina wilayah untuk instansi pemerintah agar pelayanan publik bagi masyarakat terus berjalan. Kebijakan yang berlaku saat ini adalah Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 67 Tahun 2020. Sistem kerja pemerintah daerah menyesuaikan data zonasi risiko dan ketentuan Satuan Tugas Covid-19 di wilayahnya.

Sementara kementerian bisa menerapkan pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah (WFH) dan kantor (WFO) dengan persentase 50:50 atau 75:25 sesuai dengan ketentuan dalam SE tersebut.

Pemerintah telah menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani pada 18 Juni 2021. Perubahan berlaku untuk hari libur nasional tahun baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW serta cuti bersama Hari Raya Natal. Hari libur nasional yang diubah yakni tahun baru Islam 1443 Hijriah, yang mulanya jatuh pada 10 Agustus menjadi 11 Agustus.

Baca Juga:  Tahun Baru Pake AXIS, Mabar Makin Seru!

Kemudian Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 19 Oktober diubah menjadi 20 Oktober. Untuk cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember dicabut.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari