31.2 C
Pekanbaru
Minggu, 6 April 2025
spot_img

Bahan Baku Lokal Sektor Farmasi Perlu Ditingkatkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menyoroti bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan yang masih didominasi oleh impor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyayangkan kondisi tersebut dan berharap Indonesia mampu meningkatkan produksi bahan baku lokal untuk sektor farmasi. Pihaknya berjanji akan membantu komitmen peningkatan kualitas supply chain di sektor tersebut.

“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujar Erick,  Jumat (17/4). Dia menambahkan bahwa mewabahnya virus corona di Indonesia harus dijadikan cambukan untuk mengubah hal tersebut.

Menurut Erick penting untuk belajar tidak bergantung pada negara lain. Memang, dia mengakui bahwa hal tersebut tidak mudah untuk diwujudkan, namun dirinya cukup optimis melihat kemampuan industri farmasi di Indonesia.

”Kalau hari ini bisa produksi bahan baku obat 10 persen, tahun depan 30 persen, tahun depannya lagi 50 persen. Kita juga tidak anti-impor. Memang ada beberapa yang tidak bisa dilakukan, tapi yang kita bisa lakukan, harus bisa,” ujarnya.

Baca Juga:  Tewaskan 23 Orang, Polda Jateng Larang Jebakan Tikus Berlistrik

Menurut Erick, Kementerian BUMN sendiri sejak September sudah mencoba untuk membuat blueprint untuk penguatan energy security, food security, dan health security. Spesifik soal health security, Kementerian BUMN mencoba untuk mensinergikan 70 rumah sakit BUMN dengan perusahaan-perusahaan farmasi BUMN. ”Yang sedang kita review bagaimana ini bisa menjadi supply chain ke depannya,” bebernya.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong industri farmasi di dalam negeri agar semakin meningkatan kegiatan risetnya, sehingga dapat menghasilkan inovasi produk yang berdaya saing tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan permintaan ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku tengah memacu pengembangan industri farmasi nasional dengan mendorong masuknya investasi untuk memperkuat struktur manufaktur dalam negeri dan menghasilkan produk substitusi impor. Menperin mengatakan bahwa pemerintah telah mencanangkan program akselerasi pengembangan sektor strategis tersebut melalui penerbitan Paket Ekonomi Kebijakan XI yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes).

Baca Juga:  Pimpinan KPK Tak Permasalahkan Penasihatnya Mengundurkan Diri

“Tujuan Inpres ini adalah menciptakan kemandirian industri farmasi dan alkes nasional, sehingga masyarakat memperoleh obat dengan mudah, terjangkau, dan berkesinambungan,” ujar Agus.

- Advertisement -

Hingga saat ini, kekuatan industri farmasi di dalam negeri, didukung sebanyak 206 perusahaan, yang didominasi 178 perusahaan swasta nasional, kemudian 24 perusahaan Multi National Company (MNC), dan empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). ”Kami memproyeksikan suplai produk farmasi di pasar domestik, mampu dipenuhi oleh produksi lokal sebesar 76 persen,” beber Agus.

Menurut Agus, untuk mengembangkan industri hulu dan penghasil produk substitusi impor, memang perlu investasi. Dalam hal ini, pemerintah telah memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal, di antaranya berupa tax allowance dan tax holiday.

”Selain itu, serta super tax deduction yang diberikan bagi industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi dan menciptakan inovasi melalui kegiatan R&D,” ujarnya.(agf/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Modus COD, Pasutri Gelapkan HP Demi Beli Sabu

Sepasang suami istri, ER alias Erni (29) dan TH alias Taufik (38), diamankan oleh tim Opsnal Polsek Tenayan Raya setelah terbukti melakukan aksi penggelapan handphone milik warga. Aksi keduanya terungkap setelah sejumlah laporan masuk dari korban yang merasa tertipu usai melakukan transaksi jual beli.

Roma vs Juventus: Adu Strategi Demi Tiket Liga Champions

AS Roma dan Juventus akan bentrok dalam laga krusial Serie A yang dapat menentukan nasib mereka di papan atas klasemen. Pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Senin (7/4/2025) dini hari WIB, menjadi ajang perebutan posisi di empat besar alias zona Liga Champions. Pertarungan ini akan disiarkan secara streaming di Vidio mulai pukul 01.45 WIB.

Lapas Selatpanjang Gelar Razia Usai Kunjungan Lebaran, Pastikan Bebas dari Narkoba dan HP

Usai pelaksanaan layanan kunjungan keluarga bagi warga binaan selama momen Lebaran, Lapas Selatpanjang menggelar razia besar-besaran di blok hunian pada Jumat (4/4). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mencegah penyelundupan barang terlarang seperti narkotika dan handphone di lingkungan lapas.

Arus Balik Lebaran di Jalur Riau-Sumbar Terpantau Lancar

rus balik di jalur lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (5/4/2025) terlihat lancar dan aman. Kelancaran ini terpantau di gerbang tol XIII Koto Kampar serta di jalur arteri.