Kamis, 14 Mei 2026
- Advertisement -

Tingkatkan Imun dengan Infus Antioksidan

(RIAUPOS.CO) — Berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan pada sistem imun. Sebab dalam menghadapi pandemi virus Korona jenis baru, benteng yang paling kuat untuk menangkal adalah sistem imun.

Sejumlah orang semakin marak minum aneka jamu dan empon-empon herbal. Karena rempah-rempah itu sudah teruji dalam berbagai penelitian memang kaya antioksidan. Dan antioksidan juga banyak diperoleh dari buah dan sayur.

Pakar kecantikan dari The Clinic Beautylosophy, dr. Danu Mahandaru, Sp BP-RE menjelaskan ada cara lebih praktis untuk meningkatkan antioksidan pada tubuh. Cara instan itu bisa dengan melakukan infus atau suntik antioksidan.

“Berupa meningkatkan imun atau Immune Booster, Radiance dan Antioxidant Infusion yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan dan mempercepat penyembuhan pada penyakit ataupun luka,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (18/3).

Baca Juga:  DPMPTSP Surati BKPM RI

Dia juga memberikan tips bagi rekan sesama dokter dan klinik dalam menghadapi pasien di tengah pandemi saat ini. Khususnya bagi klinik kecantikan di mana pengunjungnya didominasi oleh kaum hawa.

Pertama, setiap klinik bisa melakukan pengecekan suhu tubuh. Pasien dengan kondisi demam atau memiliki suhu melebihi 37,5 derajat celsius atau gejala flu atau riwayat mengunjungi daerah endemik virus Korona dalam 14 hari, sementara tidak diperbolehkan melakukan treatment atau konsultasi.

Kedua, jumlah pasien dan penjadwalan sebaiknya diatur ketat agar pasien tidak menumpuk dalam jangka waktu yang bersamaan. Ketiga, sediakan masker dan gel pembersih tangan (hand sanitizer) untuk setiap individu yang masuk ke klinik.

Baca Juga:  Tambah Kapasitas Tempat Tidur RS Hingga 40 Persen di Daerah Zona Merah

Keempat, jarak sosial atau Social Distancing juga berlaku bagi dokter, pasien, perawat, dan staf. Caranya mengurangi interaksi seperti jabat tangan dengan pasien, serta selalu menggunakan masker saat menangani pasien.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

(RIAUPOS.CO) — Berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan pada sistem imun. Sebab dalam menghadapi pandemi virus Korona jenis baru, benteng yang paling kuat untuk menangkal adalah sistem imun.

Sejumlah orang semakin marak minum aneka jamu dan empon-empon herbal. Karena rempah-rempah itu sudah teruji dalam berbagai penelitian memang kaya antioksidan. Dan antioksidan juga banyak diperoleh dari buah dan sayur.

Pakar kecantikan dari The Clinic Beautylosophy, dr. Danu Mahandaru, Sp BP-RE menjelaskan ada cara lebih praktis untuk meningkatkan antioksidan pada tubuh. Cara instan itu bisa dengan melakukan infus atau suntik antioksidan.

“Berupa meningkatkan imun atau Immune Booster, Radiance dan Antioxidant Infusion yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan dan mempercepat penyembuhan pada penyakit ataupun luka,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (18/3).

Baca Juga:  Perkiraan Jadwal Pendaftaran CPNS 2019

Dia juga memberikan tips bagi rekan sesama dokter dan klinik dalam menghadapi pasien di tengah pandemi saat ini. Khususnya bagi klinik kecantikan di mana pengunjungnya didominasi oleh kaum hawa.

- Advertisement -

Pertama, setiap klinik bisa melakukan pengecekan suhu tubuh. Pasien dengan kondisi demam atau memiliki suhu melebihi 37,5 derajat celsius atau gejala flu atau riwayat mengunjungi daerah endemik virus Korona dalam 14 hari, sementara tidak diperbolehkan melakukan treatment atau konsultasi.

Kedua, jumlah pasien dan penjadwalan sebaiknya diatur ketat agar pasien tidak menumpuk dalam jangka waktu yang bersamaan. Ketiga, sediakan masker dan gel pembersih tangan (hand sanitizer) untuk setiap individu yang masuk ke klinik.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dua Datuk Nan Sakti

Keempat, jarak sosial atau Social Distancing juga berlaku bagi dokter, pasien, perawat, dan staf. Caranya mengurangi interaksi seperti jabat tangan dengan pasien, serta selalu menggunakan masker saat menangani pasien.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan pada sistem imun. Sebab dalam menghadapi pandemi virus Korona jenis baru, benteng yang paling kuat untuk menangkal adalah sistem imun.

Sejumlah orang semakin marak minum aneka jamu dan empon-empon herbal. Karena rempah-rempah itu sudah teruji dalam berbagai penelitian memang kaya antioksidan. Dan antioksidan juga banyak diperoleh dari buah dan sayur.

Pakar kecantikan dari The Clinic Beautylosophy, dr. Danu Mahandaru, Sp BP-RE menjelaskan ada cara lebih praktis untuk meningkatkan antioksidan pada tubuh. Cara instan itu bisa dengan melakukan infus atau suntik antioksidan.

“Berupa meningkatkan imun atau Immune Booster, Radiance dan Antioxidant Infusion yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan dan mempercepat penyembuhan pada penyakit ataupun luka,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (18/3).

Baca Juga:  Saran KPK Buat Jokowi, Cermati Rekam Jejak Menteri

Dia juga memberikan tips bagi rekan sesama dokter dan klinik dalam menghadapi pasien di tengah pandemi saat ini. Khususnya bagi klinik kecantikan di mana pengunjungnya didominasi oleh kaum hawa.

Pertama, setiap klinik bisa melakukan pengecekan suhu tubuh. Pasien dengan kondisi demam atau memiliki suhu melebihi 37,5 derajat celsius atau gejala flu atau riwayat mengunjungi daerah endemik virus Korona dalam 14 hari, sementara tidak diperbolehkan melakukan treatment atau konsultasi.

Kedua, jumlah pasien dan penjadwalan sebaiknya diatur ketat agar pasien tidak menumpuk dalam jangka waktu yang bersamaan. Ketiga, sediakan masker dan gel pembersih tangan (hand sanitizer) untuk setiap individu yang masuk ke klinik.

Baca Juga:  Presiden Akan Serahkan Langsung

Keempat, jarak sosial atau Social Distancing juga berlaku bagi dokter, pasien, perawat, dan staf. Caranya mengurangi interaksi seperti jabat tangan dengan pasien, serta selalu menggunakan masker saat menangani pasien.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari