Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Putri Gus Dur Ragukan Kepemimpinan Firli di KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Irjen Pol Firli Bahuri terpilih dan telah diputuskan menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Adapun masa jabatan KPK periode ini akan berakhir Desember 2019 ini.

Menanggapi hal tersebut, putri Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Hayatunnufus Wahid menilai Firli tidak akan mampu bisa bekerja sama dengan para pegawai KPK. Sebab sedari awal para pegawai KPK melakukan penolakan terhadap Firli yang diduga melanggar kode etik saat menjadi deputi penindakan.

"Maka ketua KPK harus seseorang yang sangat didukung oleh semua pegawainya. Kenapa? Dia tak bisa kerja sendirian," ujar Anita kepada wartawan, Senin (1/9).

Sehingga Anita meragukan KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri ini bisa solid. Karena dia menduga para pegawai sudah tidak percaya kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Baca Juga:  Aa Gym Beri Semangat Guru Honorer

"Karena pegawai melihat beliau melakukan pelanggaran etik, bagaimana bisa berharap bahwa para pegawai itu mau mensupport beliau. Apa dia mau perang sendirian," katanya.

Dengan demikian, saat ini tantangan Firli adalah membuat solid lembaga antirasuah tersebut. Perlu adanya kekompakan antara pimpinan dengan para pegawai KPK. Termasuk juga pimpinan KPK ini harus bisa menjawab pelemahan yang terjadi di KPK.

‎"Harus ditegaskan bahwa yang dilawan sekarang adalah mengenai pelemahan pemberantasan korupsinya," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Firli Bahuri enggan berkomentar banyak. "Enggak ada tanggapan itu ya," kata Firli kepada JawaPos.com, di gedung DPR RI.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Irjen Pol Firli Bahuri terpilih dan telah diputuskan menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Adapun masa jabatan KPK periode ini akan berakhir Desember 2019 ini.

Menanggapi hal tersebut, putri Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Hayatunnufus Wahid menilai Firli tidak akan mampu bisa bekerja sama dengan para pegawai KPK. Sebab sedari awal para pegawai KPK melakukan penolakan terhadap Firli yang diduga melanggar kode etik saat menjadi deputi penindakan.

"Maka ketua KPK harus seseorang yang sangat didukung oleh semua pegawainya. Kenapa? Dia tak bisa kerja sendirian," ujar Anita kepada wartawan, Senin (1/9).

Sehingga Anita meragukan KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri ini bisa solid. Karena dia menduga para pegawai sudah tidak percaya kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Baca Juga:  Soal Nasib FPI, Cuit Dahnil Sangat Naif Jika Dibilang Tidak Pancasilais

"Karena pegawai melihat beliau melakukan pelanggaran etik, bagaimana bisa berharap bahwa para pegawai itu mau mensupport beliau. Apa dia mau perang sendirian," katanya.

- Advertisement -

Dengan demikian, saat ini tantangan Firli adalah membuat solid lembaga antirasuah tersebut. Perlu adanya kekompakan antara pimpinan dengan para pegawai KPK. Termasuk juga pimpinan KPK ini harus bisa menjawab pelemahan yang terjadi di KPK.

‎"Harus ditegaskan bahwa yang dilawan sekarang adalah mengenai pelemahan pemberantasan korupsinya," tegasnya.

- Advertisement -

Menanggapi hal ini, Firli Bahuri enggan berkomentar banyak. "Enggak ada tanggapan itu ya," kata Firli kepada JawaPos.com, di gedung DPR RI.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Irjen Pol Firli Bahuri terpilih dan telah diputuskan menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Adapun masa jabatan KPK periode ini akan berakhir Desember 2019 ini.

Menanggapi hal tersebut, putri Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anita Hayatunnufus Wahid menilai Firli tidak akan mampu bisa bekerja sama dengan para pegawai KPK. Sebab sedari awal para pegawai KPK melakukan penolakan terhadap Firli yang diduga melanggar kode etik saat menjadi deputi penindakan.

"Maka ketua KPK harus seseorang yang sangat didukung oleh semua pegawainya. Kenapa? Dia tak bisa kerja sendirian," ujar Anita kepada wartawan, Senin (1/9).

Sehingga Anita meragukan KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri ini bisa solid. Karena dia menduga para pegawai sudah tidak percaya kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Baca Juga:  Bupati Minta OPD Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LKPj

"Karena pegawai melihat beliau melakukan pelanggaran etik, bagaimana bisa berharap bahwa para pegawai itu mau mensupport beliau. Apa dia mau perang sendirian," katanya.

Dengan demikian, saat ini tantangan Firli adalah membuat solid lembaga antirasuah tersebut. Perlu adanya kekompakan antara pimpinan dengan para pegawai KPK. Termasuk juga pimpinan KPK ini harus bisa menjawab pelemahan yang terjadi di KPK.

‎"Harus ditegaskan bahwa yang dilawan sekarang adalah mengenai pelemahan pemberantasan korupsinya," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Firli Bahuri enggan berkomentar banyak. "Enggak ada tanggapan itu ya," kata Firli kepada JawaPos.com, di gedung DPR RI.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari