Sabtu, 30 Mei 2026
- Advertisement -

Novel Sudah Duga Pelaku Penyerang Dirinya Divonis 2 Tahun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah menduga kalau pelaku penyerangannya akan divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pasalnya, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette yang berperan aktif divonis dua tahun penjara, sementara Ronny Bugis yang turut membantu divonis satu tahun dan enam bulan penjara.

"Sudah diduga. Saya dari awal sudah menduga, vonisnya menyimpang terlalu jauh, sudah terlihat," kata Novel kepada JawaPos.com, Kamis (16/7).

Novel menuturkan, dirinya sudah tidak kaget lagi terkait vonis pelaku penyerangannya. Menurutnya, proses hukum yang berjalan sudah menyimpang dari peristiwa sebenarnya.

"Jadi ketika vonisnya seperti apa saya sudah tergambar," ujar Novel.

Baca Juga:  Terapkan Protokol Kesehatan di Sarana Transportasi

Novel pun mengaku, sebelum Majelis Hakim membacakan vonis terhadap kedua pelaku dirinya sudah diberitahu kalau vonis terhadap pelaku penyerangannya dua tahun penjara.

"Bahkan sebelum sidang, saya sudah diberi tahu katanya vonisnya cuma dua tahun atau di bawah itu dan ternyata terkonfirmasi semua. Jadi enggak terkejut lah," kata Novel.

Sebelumnya, terdakwa Ronny Bugis divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis Hakim meyakini, anggota Brimob Polri itu telah melakukan penyerangan terhadap Novel.

Sementara itu, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonia dua tahun penjara. Karena Rahmat Kadir dinilai berperan aktif dalam penyerangan Novel Baswedan.

Dalam pertimbangan Hakim, untuk hal yang memberatkan, terdakwa dinilai telah menciderai institusi Polri. Karena terdakwa merupakan anggota Brimob Polri.

Baca Juga:  Empat Orang Ditikam, 2 di Antanya Kritis, di Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo

"Hal yang meringankan, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia serta belum pernah dihukum," kata Djuyamto.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah menduga kalau pelaku penyerangannya akan divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pasalnya, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette yang berperan aktif divonis dua tahun penjara, sementara Ronny Bugis yang turut membantu divonis satu tahun dan enam bulan penjara.

"Sudah diduga. Saya dari awal sudah menduga, vonisnya menyimpang terlalu jauh, sudah terlihat," kata Novel kepada JawaPos.com, Kamis (16/7).

Novel menuturkan, dirinya sudah tidak kaget lagi terkait vonis pelaku penyerangannya. Menurutnya, proses hukum yang berjalan sudah menyimpang dari peristiwa sebenarnya.

"Jadi ketika vonisnya seperti apa saya sudah tergambar," ujar Novel.

Baca Juga:  Ada Layanan Pendorong Kursi Roda untuk JCH di Masjidilharam

Novel pun mengaku, sebelum Majelis Hakim membacakan vonis terhadap kedua pelaku dirinya sudah diberitahu kalau vonis terhadap pelaku penyerangannya dua tahun penjara.

- Advertisement -

"Bahkan sebelum sidang, saya sudah diberi tahu katanya vonisnya cuma dua tahun atau di bawah itu dan ternyata terkonfirmasi semua. Jadi enggak terkejut lah," kata Novel.

Sebelumnya, terdakwa Ronny Bugis divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis Hakim meyakini, anggota Brimob Polri itu telah melakukan penyerangan terhadap Novel.

- Advertisement -

Sementara itu, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonia dua tahun penjara. Karena Rahmat Kadir dinilai berperan aktif dalam penyerangan Novel Baswedan.

Dalam pertimbangan Hakim, untuk hal yang memberatkan, terdakwa dinilai telah menciderai institusi Polri. Karena terdakwa merupakan anggota Brimob Polri.

Baca Juga:  Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi di Daerah-Daerah Ini

"Hal yang meringankan, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia serta belum pernah dihukum," kata Djuyamto.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah menduga kalau pelaku penyerangannya akan divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pasalnya, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette yang berperan aktif divonis dua tahun penjara, sementara Ronny Bugis yang turut membantu divonis satu tahun dan enam bulan penjara.

"Sudah diduga. Saya dari awal sudah menduga, vonisnya menyimpang terlalu jauh, sudah terlihat," kata Novel kepada JawaPos.com, Kamis (16/7).

Novel menuturkan, dirinya sudah tidak kaget lagi terkait vonis pelaku penyerangannya. Menurutnya, proses hukum yang berjalan sudah menyimpang dari peristiwa sebenarnya.

"Jadi ketika vonisnya seperti apa saya sudah tergambar," ujar Novel.

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Dukungannya pada Formula E

Novel pun mengaku, sebelum Majelis Hakim membacakan vonis terhadap kedua pelaku dirinya sudah diberitahu kalau vonis terhadap pelaku penyerangannya dua tahun penjara.

"Bahkan sebelum sidang, saya sudah diberi tahu katanya vonisnya cuma dua tahun atau di bawah itu dan ternyata terkonfirmasi semua. Jadi enggak terkejut lah," kata Novel.

Sebelumnya, terdakwa Ronny Bugis divonis satu tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis Hakim meyakini, anggota Brimob Polri itu telah melakukan penyerangan terhadap Novel.

Sementara itu, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonia dua tahun penjara. Karena Rahmat Kadir dinilai berperan aktif dalam penyerangan Novel Baswedan.

Dalam pertimbangan Hakim, untuk hal yang memberatkan, terdakwa dinilai telah menciderai institusi Polri. Karena terdakwa merupakan anggota Brimob Polri.

Baca Juga:  Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi di Daerah-Daerah Ini

"Hal yang meringankan, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia serta belum pernah dihukum," kata Djuyamto.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari