Kamis, 3 September 2026
- Advertisement -

Beberapa Menit Bayangan Menghilang di Pelataran Kakbah

Laporan: HILMI SETIAWAN, Makkah

FENOMENA astronomi matahari berada persis di atas Kakbah terjadi kemarin siang (15/7). Beberapa menit bayangan jamaah yang menunggu Salat Zuhur di pelataran Kakbah menghilang akibat fenomena itu.

Jawa Pos (JPG) membuktikan sendiri fenomena itu. Sesuai jadwal matahari berada persis di atas Kakbah pukul 12.26 waktu Arab Saudi (WAS) atau 16.26 WIB. Sejatinya dengan adanya fenomena itu, bayangan Kakbah tidak muncul.

Tapi cukup kesulitan untuk memantau bayangan Kakbah saat fenomena terjadi. Sebab putaran manusia yang sedang menjalankan tawaf cukup tebal. Cara untuk membuktikan adalah menaruh objek benda seperti botol minum, tidak jauh dari Kakbah. Saat matahari persis di atas Kakbah, botol tadi tidak memiliki bayangan.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Akan Laksanakan Verifikasi Klaim Covid-19

Fenomena matahari persis di atas Kakbah selain langka, juga bisa dijadikan acuan memperbaiki posisi arah kiblat. Termasuk arah kiblat masjid dan musala di Indonesia. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Agus Salim menjelaskan fenomena matahari melintas persis di atas Kakbah juga terjadi hari ini (16/7).

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah,” katanya.

Agus mengatakan peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Kakbah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Momentum ini, lanjut Agus, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat ke arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.(jpg/ilo)

Baca Juga:  69 Kasus Positif Virus Corona, 3 di Aantaranya Meninggal

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

Laporan: HILMI SETIAWAN, Makkah

FENOMENA astronomi matahari berada persis di atas Kakbah terjadi kemarin siang (15/7). Beberapa menit bayangan jamaah yang menunggu Salat Zuhur di pelataran Kakbah menghilang akibat fenomena itu.

Jawa Pos (JPG) membuktikan sendiri fenomena itu. Sesuai jadwal matahari berada persis di atas Kakbah pukul 12.26 waktu Arab Saudi (WAS) atau 16.26 WIB. Sejatinya dengan adanya fenomena itu, bayangan Kakbah tidak muncul.

Tapi cukup kesulitan untuk memantau bayangan Kakbah saat fenomena terjadi. Sebab putaran manusia yang sedang menjalankan tawaf cukup tebal. Cara untuk membuktikan adalah menaruh objek benda seperti botol minum, tidak jauh dari Kakbah. Saat matahari persis di atas Kakbah, botol tadi tidak memiliki bayangan.

Baca Juga:  Sepekan Terakhir Polri Amankan 10 Pelaku Penyebaran Hoaks

Fenomena matahari persis di atas Kakbah selain langka, juga bisa dijadikan acuan memperbaiki posisi arah kiblat. Termasuk arah kiblat masjid dan musala di Indonesia. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Agus Salim menjelaskan fenomena matahari melintas persis di atas Kakbah juga terjadi hari ini (16/7).

- Advertisement -

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah,” katanya.

Agus mengatakan peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Kakbah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Momentum ini, lanjut Agus, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat ke arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.(jpg/ilo)

- Advertisement -
Baca Juga:  Divonis 3 Bulan, Vanessa Angel Penghuni Baru Rutan Pondok Bambu

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Laporan: HILMI SETIAWAN, Makkah

FENOMENA astronomi matahari berada persis di atas Kakbah terjadi kemarin siang (15/7). Beberapa menit bayangan jamaah yang menunggu Salat Zuhur di pelataran Kakbah menghilang akibat fenomena itu.

Jawa Pos (JPG) membuktikan sendiri fenomena itu. Sesuai jadwal matahari berada persis di atas Kakbah pukul 12.26 waktu Arab Saudi (WAS) atau 16.26 WIB. Sejatinya dengan adanya fenomena itu, bayangan Kakbah tidak muncul.

Tapi cukup kesulitan untuk memantau bayangan Kakbah saat fenomena terjadi. Sebab putaran manusia yang sedang menjalankan tawaf cukup tebal. Cara untuk membuktikan adalah menaruh objek benda seperti botol minum, tidak jauh dari Kakbah. Saat matahari persis di atas Kakbah, botol tadi tidak memiliki bayangan.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Siapkan Protokol untuk WNA

Fenomena matahari persis di atas Kakbah selain langka, juga bisa dijadikan acuan memperbaiki posisi arah kiblat. Termasuk arah kiblat masjid dan musala di Indonesia. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Agus Salim menjelaskan fenomena matahari melintas persis di atas Kakbah juga terjadi hari ini (16/7).

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah,” katanya.

Agus mengatakan peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Kakbah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Momentum ini, lanjut Agus, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat ke arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.(jpg/ilo)

Baca Juga:  Tim Pemadam juga Perlu Perhatian

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari