Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

Baku Tembak di Pengadilan, Pengacara Mantan PM Thailand Tewas

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Sengketa satu dasawarsa antara Thanin Chantratip dan Bancha Porameesanaporn berakhir sudah. Keduanya telah menjadi jenazah. Thanin menembak mati Bancha dan pengacaranya, Wijai Sukharom. Sementara itu, kondisi istri Bancha dan satu pengacara lainnya kritis. Sedangkan Thanin meregang nyawa akibat tembakan terukur polisi.

Insiden itu terjadi pada Selasa (12/11) di pengadilan Chanthaburi, Bangkok, Thailand. Thanin yang menjadi terdakwa kasus sumpah palsu beradu argumen dengan Bancha, si penggugat. Saat itu mereka menunggu kedatangan hakim dan sidang belum dimulai. Tiba-tiba Thanin menarik pistolnya, kemudian menembak Bancha beserta orang-orang di dekatnya. Polisi yang bertugas lantas menembak mati mantan wakil inspektur jenderal Royal Thai Police (RTP) tersebut.

Baca Juga:  2020 Harus Lebih Baik

"Kedua pihak sudah terlibat sengketa lahan 10 tahun terakhir," ujar juru bicara pengadilan Suriyan Hongwilai, sebagaimana dikutip The Telegraph.

Sengketa itu berujung pada berbagai kasus gugatan pidana maupun perdata. Mereka berdua hampir selalu beradu argumen ketika menjalani proses dengar pendapat.

Bancha adalah sosok yang cukup terkenal. Bancha sempat menjadi pengacara Yingluck Shinawatra, mantan perdana menteri (PM) Thailand, saat dia tersandung kasus skema subsidi beras. Kini, polisi menyelidiki kasus itu.

Pihak rumah sakit pada Rabu (13/11) mengonfirmasikan bahwa kondisi istri Bancha, Supaporn Porameesanaporn, dan satu pengacara Wichai Udomthanapat, yang terkena tembakan dari Thanin, telah stabil. Saat ini keduanya dalam proses pemulihan.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  ASN dan Pejabat Pemko Pekanbaru Diajak Budayakan Gemar Membaca

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Sengketa satu dasawarsa antara Thanin Chantratip dan Bancha Porameesanaporn berakhir sudah. Keduanya telah menjadi jenazah. Thanin menembak mati Bancha dan pengacaranya, Wijai Sukharom. Sementara itu, kondisi istri Bancha dan satu pengacara lainnya kritis. Sedangkan Thanin meregang nyawa akibat tembakan terukur polisi.

Insiden itu terjadi pada Selasa (12/11) di pengadilan Chanthaburi, Bangkok, Thailand. Thanin yang menjadi terdakwa kasus sumpah palsu beradu argumen dengan Bancha, si penggugat. Saat itu mereka menunggu kedatangan hakim dan sidang belum dimulai. Tiba-tiba Thanin menarik pistolnya, kemudian menembak Bancha beserta orang-orang di dekatnya. Polisi yang bertugas lantas menembak mati mantan wakil inspektur jenderal Royal Thai Police (RTP) tersebut.

Baca Juga:  DPRD Bentuk Pansus Bahas LKPj Bupati Rohul Tahun 2021

"Kedua pihak sudah terlibat sengketa lahan 10 tahun terakhir," ujar juru bicara pengadilan Suriyan Hongwilai, sebagaimana dikutip The Telegraph.

Sengketa itu berujung pada berbagai kasus gugatan pidana maupun perdata. Mereka berdua hampir selalu beradu argumen ketika menjalani proses dengar pendapat.

Bancha adalah sosok yang cukup terkenal. Bancha sempat menjadi pengacara Yingluck Shinawatra, mantan perdana menteri (PM) Thailand, saat dia tersandung kasus skema subsidi beras. Kini, polisi menyelidiki kasus itu.

- Advertisement -

Pihak rumah sakit pada Rabu (13/11) mengonfirmasikan bahwa kondisi istri Bancha, Supaporn Porameesanaporn, dan satu pengacara Wichai Udomthanapat, yang terkena tembakan dari Thanin, telah stabil. Saat ini keduanya dalam proses pemulihan.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 Tunggu Hasil Swab Kedua
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Sengketa satu dasawarsa antara Thanin Chantratip dan Bancha Porameesanaporn berakhir sudah. Keduanya telah menjadi jenazah. Thanin menembak mati Bancha dan pengacaranya, Wijai Sukharom. Sementara itu, kondisi istri Bancha dan satu pengacara lainnya kritis. Sedangkan Thanin meregang nyawa akibat tembakan terukur polisi.

Insiden itu terjadi pada Selasa (12/11) di pengadilan Chanthaburi, Bangkok, Thailand. Thanin yang menjadi terdakwa kasus sumpah palsu beradu argumen dengan Bancha, si penggugat. Saat itu mereka menunggu kedatangan hakim dan sidang belum dimulai. Tiba-tiba Thanin menarik pistolnya, kemudian menembak Bancha beserta orang-orang di dekatnya. Polisi yang bertugas lantas menembak mati mantan wakil inspektur jenderal Royal Thai Police (RTP) tersebut.

Baca Juga:  Wah, di Tengah Wabah Corona, Raja Thailand Plesiran Bawa 20 Selir

"Kedua pihak sudah terlibat sengketa lahan 10 tahun terakhir," ujar juru bicara pengadilan Suriyan Hongwilai, sebagaimana dikutip The Telegraph.

Sengketa itu berujung pada berbagai kasus gugatan pidana maupun perdata. Mereka berdua hampir selalu beradu argumen ketika menjalani proses dengar pendapat.

Bancha adalah sosok yang cukup terkenal. Bancha sempat menjadi pengacara Yingluck Shinawatra, mantan perdana menteri (PM) Thailand, saat dia tersandung kasus skema subsidi beras. Kini, polisi menyelidiki kasus itu.

Pihak rumah sakit pada Rabu (13/11) mengonfirmasikan bahwa kondisi istri Bancha, Supaporn Porameesanaporn, dan satu pengacara Wichai Udomthanapat, yang terkena tembakan dari Thanin, telah stabil. Saat ini keduanya dalam proses pemulihan.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Tiga Pelaku Pembunuh Hakim Jamaluddin Ditangkap

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari