Jumat, 12 Juni 2026
- Advertisement -

Fasilitas Banyak Rusak, Bandar Bakau Ditutup

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Bandar Bakau selama ini menjadi salah satu objek wisata alam di tengah Kota Dumai. Pohon-pohon bakau atau mangrove berbagai jenis berada di obyek wisata tersebut. Namun, sayangnya tempat wisata yang  ramai dikunjungi masyarakat ini, fasilitasnya banyak yang rusak.

Pengelola Bandar Bakau, Darwis Muhammad Saleh mengatakan, Bandar Bakau sudah ditutup untuk umum sejak Februari lalu. "Penutupan ini karena sudah ada insiden pada awal tahun 2020, di Bandar Bakau," sebutnya m

Ia  menjelaskan, insiden yang terjadi yakni pengunjung Bandar Bakau yang terjatuh di kawasan tersebut. Hal itu diakibatkan kondisi jalan yang terbuat dari kayu telah lapuk. Sehingga, satu keluarga terjatuh. "Untung mereka semua selamat," sebutnya.

Baca Juga:  Artis Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi

Dengan ada insiden tersebut, ditambah kondisi jalan kayu di kawasan Bandar sudah banyak yang lapuk dan berlubang, akhirnya pada Februari 2020 Bandar Bakau ditutup untuk umum, hingga saat ini. Ia mengatakan, ada sekitar 680 meter jalan di dalam Bandar Bakau yang kondisinya sudah memprihatinkan dan sangat berbahaya bagi pengunjung.  

"Kami  minta kepada pemerintah dan perusahaan yang ada di Dumai, untuk ikut memperbaiki. Karena memang selama ini kami mengelola secara mandiri," sebutnya.

Disambungnya lagi, jika kondisi ini terus berlarut, bisa jadi, pada hari -hari besar dan libur panjang, masyarakat tidak bisa menikmati indahnya Bandar Bakau. "Apalagi, saat ini Tol Pekanbaru-Dumai sudah beroperasi. Tentu Bandar Bakau bakal jadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat dari luar Kota Dumai," sebutnya.

Baca Juga:  Aktivitas Pelabuhan Penumpang Meningkat 

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Dumai, Syamsuddin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Kami minta pengelola Bandar Bakau, bisa mengusulkan dalam musrembang tingkat kelurahaan, kecamatan sehingga bisa masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Dumai," tutupnya. (azr)

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Bandar Bakau selama ini menjadi salah satu objek wisata alam di tengah Kota Dumai. Pohon-pohon bakau atau mangrove berbagai jenis berada di obyek wisata tersebut. Namun, sayangnya tempat wisata yang  ramai dikunjungi masyarakat ini, fasilitasnya banyak yang rusak.

Pengelola Bandar Bakau, Darwis Muhammad Saleh mengatakan, Bandar Bakau sudah ditutup untuk umum sejak Februari lalu. "Penutupan ini karena sudah ada insiden pada awal tahun 2020, di Bandar Bakau," sebutnya m

Ia  menjelaskan, insiden yang terjadi yakni pengunjung Bandar Bakau yang terjatuh di kawasan tersebut. Hal itu diakibatkan kondisi jalan yang terbuat dari kayu telah lapuk. Sehingga, satu keluarga terjatuh. "Untung mereka semua selamat," sebutnya.

Baca Juga:  Hendropriyono: Kalau Mau Pulang, Pulang Saja

Dengan ada insiden tersebut, ditambah kondisi jalan kayu di kawasan Bandar sudah banyak yang lapuk dan berlubang, akhirnya pada Februari 2020 Bandar Bakau ditutup untuk umum, hingga saat ini. Ia mengatakan, ada sekitar 680 meter jalan di dalam Bandar Bakau yang kondisinya sudah memprihatinkan dan sangat berbahaya bagi pengunjung.  

"Kami  minta kepada pemerintah dan perusahaan yang ada di Dumai, untuk ikut memperbaiki. Karena memang selama ini kami mengelola secara mandiri," sebutnya.

- Advertisement -

Disambungnya lagi, jika kondisi ini terus berlarut, bisa jadi, pada hari -hari besar dan libur panjang, masyarakat tidak bisa menikmati indahnya Bandar Bakau. "Apalagi, saat ini Tol Pekanbaru-Dumai sudah beroperasi. Tentu Bandar Bakau bakal jadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat dari luar Kota Dumai," sebutnya.

Baca Juga:  Artis Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Dumai, Syamsuddin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Kami minta pengelola Bandar Bakau, bisa mengusulkan dalam musrembang tingkat kelurahaan, kecamatan sehingga bisa masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Dumai," tutupnya. (azr)

- Advertisement -

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Bandar Bakau selama ini menjadi salah satu objek wisata alam di tengah Kota Dumai. Pohon-pohon bakau atau mangrove berbagai jenis berada di obyek wisata tersebut. Namun, sayangnya tempat wisata yang  ramai dikunjungi masyarakat ini, fasilitasnya banyak yang rusak.

Pengelola Bandar Bakau, Darwis Muhammad Saleh mengatakan, Bandar Bakau sudah ditutup untuk umum sejak Februari lalu. "Penutupan ini karena sudah ada insiden pada awal tahun 2020, di Bandar Bakau," sebutnya m

Ia  menjelaskan, insiden yang terjadi yakni pengunjung Bandar Bakau yang terjatuh di kawasan tersebut. Hal itu diakibatkan kondisi jalan yang terbuat dari kayu telah lapuk. Sehingga, satu keluarga terjatuh. "Untung mereka semua selamat," sebutnya.

Baca Juga:  Berkas Kasus Makar Eggi dan Lieus sudah Dikirim ke Kejaksaan

Dengan ada insiden tersebut, ditambah kondisi jalan kayu di kawasan Bandar sudah banyak yang lapuk dan berlubang, akhirnya pada Februari 2020 Bandar Bakau ditutup untuk umum, hingga saat ini. Ia mengatakan, ada sekitar 680 meter jalan di dalam Bandar Bakau yang kondisinya sudah memprihatinkan dan sangat berbahaya bagi pengunjung.  

"Kami  minta kepada pemerintah dan perusahaan yang ada di Dumai, untuk ikut memperbaiki. Karena memang selama ini kami mengelola secara mandiri," sebutnya.

Disambungnya lagi, jika kondisi ini terus berlarut, bisa jadi, pada hari -hari besar dan libur panjang, masyarakat tidak bisa menikmati indahnya Bandar Bakau. "Apalagi, saat ini Tol Pekanbaru-Dumai sudah beroperasi. Tentu Bandar Bakau bakal jadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat dari luar Kota Dumai," sebutnya.

Baca Juga:  Korban First Travel Minta Kejagung Tunda Eksekusi Aset

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Dumai, Syamsuddin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Kami minta pengelola Bandar Bakau, bisa mengusulkan dalam musrembang tingkat kelurahaan, kecamatan sehingga bisa masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Dumai," tutupnya. (azr)

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari