Minggu, 6 April 2025
spot_img

Komentar Jokowi soal Menteri yang Kampanye Pakai Minyak Goreng Murah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah menjadi perbincangan. Dia tertangkap kamera sedang mempromosikan putrinya, Futri Zulya Safitri, yang nyaleg DPR dari dapil Lampung I. Presiden Joko Widodo pun menyentil menterinya itu.

Dalam rekaman video, Zulhas menyatakan bahwa minyak yang dibagikan sudah dibayar Futri. Massa yang dikumpulkan memang dijanjikan mendapat minyak goreng 2 liter seharga Rp 10 ribu. 

”Tapi, nanti pilih Futri ya. Kalau milih Futri, nanti tiap bulan ginian deh (bagi-bagi minyak goreng, Red),” ujarnya saat itu.

Saat kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Jokowi sempat menanggapi video yang beredar itu. Dia meminta menterinya untuk fokus bekerja. 

”Kalau menteri perdagangan, ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ucapnya.

Jokowi juga menekankan agar para menteri, terutama yang mengurusi bidang energi dan pangan, fokus menangani dua hal tersebut. Menurut dia, saat ini situasi dunia terdisrupsi di dua bidang tersebut. 

Baca Juga:  KPK Geledah Tiga Lokasi di Dumai

”Semuanya harus fokus bekerja, utamanya yang berkaitan dengan energi dan pangan,” ujarnya.

Jokowi berharap harga minyak goreng curah bisa berada di kisaran Rp 14 ribu per liter. ”Tugas dari saya itu, jadi ke pasar-pasar mengecek,” tutur Jokowi. Dia ingin harga dan pasokan minyak curah di pasaran cukup. Jokowi menjelaskan, dari sejumlah pasar yang dikunjungi, harga migor curah memang sudah berada di kisaran tersebut. 

”Kalau di luar Jawa masih ada yang di atas Rp 14 ribu, satu per satu akan kita selesaikan,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, kalangan politikus di Senayan ikut mengkritik Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKS Mulyanto mengatakan, apa yang dilakukan Zulhas merupakan tindakan tidak etis dan berpotensi menyalahgunakan jabatan.

”Ini contoh yang tidak baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dukungan publik kepada pemerintah akan lemah kalau ini terus dilakukan,” paparnya. Mendag sebagai pejabat publik harus lebih bijaksana terkait dengan sosialisasi migor. Jangan menggunakan program tersebut untuk kepentingan politik pribadi atau keluarga.

Baca Juga:  Peluang Luhut Binsar Panjaitan Kembali Jadi Menteri

Mulyanto meminta Mendag tidak mencampuradukkan pengelolaan negara dengan urusan politik pribadi atau keluarga. Jangan sampai program migor Minyakita menuai pesimisme publik. 

Wakil ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, sebaiknya Mendag fokus mendistribusikan Minyakita ke daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur yang selama ini tidak terjangkau migor curah.

PKB juga mengkritik tindakan Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyatakan, apa yang dilakukan Zulhas sungguh keterlaluan. 

”Ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan keterlaluan. Itu bisa buat malu,” terangnya. 

Wakil ketua umum PKB itu menuturkan, walaupun dalam posisi tidak bekerja, jabatan Zulhas sebagai Mendag tidak bisa dilepaskan. Berbeda halnya ketika Zulhas belum menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Zulhas tidak pantas.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah menjadi perbincangan. Dia tertangkap kamera sedang mempromosikan putrinya, Futri Zulya Safitri, yang nyaleg DPR dari dapil Lampung I. Presiden Joko Widodo pun menyentil menterinya itu.

Dalam rekaman video, Zulhas menyatakan bahwa minyak yang dibagikan sudah dibayar Futri. Massa yang dikumpulkan memang dijanjikan mendapat minyak goreng 2 liter seharga Rp 10 ribu. 

”Tapi, nanti pilih Futri ya. Kalau milih Futri, nanti tiap bulan ginian deh (bagi-bagi minyak goreng, Red),” ujarnya saat itu.

Saat kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Jokowi sempat menanggapi video yang beredar itu. Dia meminta menterinya untuk fokus bekerja. 

”Kalau menteri perdagangan, ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ucapnya.

Jokowi juga menekankan agar para menteri, terutama yang mengurusi bidang energi dan pangan, fokus menangani dua hal tersebut. Menurut dia, saat ini situasi dunia terdisrupsi di dua bidang tersebut. 

Baca Juga:  PPP Tegaskan Penambahan Koalisi hanya Bisa Satu Partai

”Semuanya harus fokus bekerja, utamanya yang berkaitan dengan energi dan pangan,” ujarnya.

Jokowi berharap harga minyak goreng curah bisa berada di kisaran Rp 14 ribu per liter. ”Tugas dari saya itu, jadi ke pasar-pasar mengecek,” tutur Jokowi. Dia ingin harga dan pasokan minyak curah di pasaran cukup. Jokowi menjelaskan, dari sejumlah pasar yang dikunjungi, harga migor curah memang sudah berada di kisaran tersebut. 

”Kalau di luar Jawa masih ada yang di atas Rp 14 ribu, satu per satu akan kita selesaikan,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, kalangan politikus di Senayan ikut mengkritik Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKS Mulyanto mengatakan, apa yang dilakukan Zulhas merupakan tindakan tidak etis dan berpotensi menyalahgunakan jabatan.

”Ini contoh yang tidak baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dukungan publik kepada pemerintah akan lemah kalau ini terus dilakukan,” paparnya. Mendag sebagai pejabat publik harus lebih bijaksana terkait dengan sosialisasi migor. Jangan menggunakan program tersebut untuk kepentingan politik pribadi atau keluarga.

Baca Juga:  Sekda Yan Prana Diklarifikasi Jaksa Kejati Riau

Mulyanto meminta Mendag tidak mencampuradukkan pengelolaan negara dengan urusan politik pribadi atau keluarga. Jangan sampai program migor Minyakita menuai pesimisme publik. 

Wakil ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, sebaiknya Mendag fokus mendistribusikan Minyakita ke daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur yang selama ini tidak terjangkau migor curah.

PKB juga mengkritik tindakan Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyatakan, apa yang dilakukan Zulhas sungguh keterlaluan. 

”Ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan keterlaluan. Itu bisa buat malu,” terangnya. 

Wakil ketua umum PKB itu menuturkan, walaupun dalam posisi tidak bekerja, jabatan Zulhas sebagai Mendag tidak bisa dilepaskan. Berbeda halnya ketika Zulhas belum menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Zulhas tidak pantas.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Komentar Jokowi soal Menteri yang Kampanye Pakai Minyak Goreng Murah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah menjadi perbincangan. Dia tertangkap kamera sedang mempromosikan putrinya, Futri Zulya Safitri, yang nyaleg DPR dari dapil Lampung I. Presiden Joko Widodo pun menyentil menterinya itu.

Dalam rekaman video, Zulhas menyatakan bahwa minyak yang dibagikan sudah dibayar Futri. Massa yang dikumpulkan memang dijanjikan mendapat minyak goreng 2 liter seharga Rp 10 ribu. 

”Tapi, nanti pilih Futri ya. Kalau milih Futri, nanti tiap bulan ginian deh (bagi-bagi minyak goreng, Red),” ujarnya saat itu.

Saat kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Jokowi sempat menanggapi video yang beredar itu. Dia meminta menterinya untuk fokus bekerja. 

”Kalau menteri perdagangan, ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ucapnya.

Jokowi juga menekankan agar para menteri, terutama yang mengurusi bidang energi dan pangan, fokus menangani dua hal tersebut. Menurut dia, saat ini situasi dunia terdisrupsi di dua bidang tersebut. 

Baca Juga:  KPK Geledah Tiga Lokasi di Dumai

”Semuanya harus fokus bekerja, utamanya yang berkaitan dengan energi dan pangan,” ujarnya.

Jokowi berharap harga minyak goreng curah bisa berada di kisaran Rp 14 ribu per liter. ”Tugas dari saya itu, jadi ke pasar-pasar mengecek,” tutur Jokowi. Dia ingin harga dan pasokan minyak curah di pasaran cukup. Jokowi menjelaskan, dari sejumlah pasar yang dikunjungi, harga migor curah memang sudah berada di kisaran tersebut. 

”Kalau di luar Jawa masih ada yang di atas Rp 14 ribu, satu per satu akan kita selesaikan,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, kalangan politikus di Senayan ikut mengkritik Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKS Mulyanto mengatakan, apa yang dilakukan Zulhas merupakan tindakan tidak etis dan berpotensi menyalahgunakan jabatan.

”Ini contoh yang tidak baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dukungan publik kepada pemerintah akan lemah kalau ini terus dilakukan,” paparnya. Mendag sebagai pejabat publik harus lebih bijaksana terkait dengan sosialisasi migor. Jangan menggunakan program tersebut untuk kepentingan politik pribadi atau keluarga.

Baca Juga:  PPP Tegaskan Penambahan Koalisi hanya Bisa Satu Partai

Mulyanto meminta Mendag tidak mencampuradukkan pengelolaan negara dengan urusan politik pribadi atau keluarga. Jangan sampai program migor Minyakita menuai pesimisme publik. 

Wakil ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, sebaiknya Mendag fokus mendistribusikan Minyakita ke daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur yang selama ini tidak terjangkau migor curah.

PKB juga mengkritik tindakan Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyatakan, apa yang dilakukan Zulhas sungguh keterlaluan. 

”Ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan keterlaluan. Itu bisa buat malu,” terangnya. 

Wakil ketua umum PKB itu menuturkan, walaupun dalam posisi tidak bekerja, jabatan Zulhas sebagai Mendag tidak bisa dilepaskan. Berbeda halnya ketika Zulhas belum menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Zulhas tidak pantas.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah menjadi perbincangan. Dia tertangkap kamera sedang mempromosikan putrinya, Futri Zulya Safitri, yang nyaleg DPR dari dapil Lampung I. Presiden Joko Widodo pun menyentil menterinya itu.

Dalam rekaman video, Zulhas menyatakan bahwa minyak yang dibagikan sudah dibayar Futri. Massa yang dikumpulkan memang dijanjikan mendapat minyak goreng 2 liter seharga Rp 10 ribu. 

”Tapi, nanti pilih Futri ya. Kalau milih Futri, nanti tiap bulan ginian deh (bagi-bagi minyak goreng, Red),” ujarnya saat itu.

Saat kunjungan kerja di Provinsi Jawa Barat, Jokowi sempat menanggapi video yang beredar itu. Dia meminta menterinya untuk fokus bekerja. 

”Kalau menteri perdagangan, ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ucapnya.

Jokowi juga menekankan agar para menteri, terutama yang mengurusi bidang energi dan pangan, fokus menangani dua hal tersebut. Menurut dia, saat ini situasi dunia terdisrupsi di dua bidang tersebut. 

Baca Juga:  Di Sumbar, Dana Covid-19 Diduga Dikorupsi, Mahasiswa Demo Minta Diusut Tuntas

”Semuanya harus fokus bekerja, utamanya yang berkaitan dengan energi dan pangan,” ujarnya.

Jokowi berharap harga minyak goreng curah bisa berada di kisaran Rp 14 ribu per liter. ”Tugas dari saya itu, jadi ke pasar-pasar mengecek,” tutur Jokowi. Dia ingin harga dan pasokan minyak curah di pasaran cukup. Jokowi menjelaskan, dari sejumlah pasar yang dikunjungi, harga migor curah memang sudah berada di kisaran tersebut. 

”Kalau di luar Jawa masih ada yang di atas Rp 14 ribu, satu per satu akan kita selesaikan,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, kalangan politikus di Senayan ikut mengkritik Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKS Mulyanto mengatakan, apa yang dilakukan Zulhas merupakan tindakan tidak etis dan berpotensi menyalahgunakan jabatan.

”Ini contoh yang tidak baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dukungan publik kepada pemerintah akan lemah kalau ini terus dilakukan,” paparnya. Mendag sebagai pejabat publik harus lebih bijaksana terkait dengan sosialisasi migor. Jangan menggunakan program tersebut untuk kepentingan politik pribadi atau keluarga.

Baca Juga:  Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Iran

Mulyanto meminta Mendag tidak mencampuradukkan pengelolaan negara dengan urusan politik pribadi atau keluarga. Jangan sampai program migor Minyakita menuai pesimisme publik. 

Wakil ketua Fraksi PKS DPR itu menegaskan, sebaiknya Mendag fokus mendistribusikan Minyakita ke daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur yang selama ini tidak terjangkau migor curah.

PKB juga mengkritik tindakan Zulhas. Anggota DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyatakan, apa yang dilakukan Zulhas sungguh keterlaluan. 

”Ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan keterlaluan. Itu bisa buat malu,” terangnya. 

Wakil ketua umum PKB itu menuturkan, walaupun dalam posisi tidak bekerja, jabatan Zulhas sebagai Mendag tidak bisa dilepaskan. Berbeda halnya ketika Zulhas belum menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Zulhas tidak pantas.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari