Kamis, 16 Juli 2026
- Advertisement -

BBKSDA Telusuri Induknya

Bayi Gajah Terpisah di Kampar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seekor bayi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) terekam kamera amatir warga sedang hilir mudik di perkebunan sawit Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Gajah yang diperkirakan baru berusia dua bulan itu pertama kali dilihat warga sekitar pada Ahad (9/3) lalu. Sendirian, tanpa induk dan kawanan, gajah ini terlihat mengekor atau mengikuti jika ada pengendara yang melintas.

Kelucuan tingkah bayi gajah ini dengan cepat mendapat perhatian masyarakat dan informasi pun tiba ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Hingga evakuasi terhadap bayi gajah berjenis kelamin jantan itu dilakukan pada Senin (10/3).

Kepala BBSKDA Riau Genman S Hasibuan menjelaskan, menurut warga yang melihat pertama kali, bayi gajah Sumatera itu awalnya tersesat di kebun sawit warga. Namun ia ditinggalkan oleh induknya yang terus bergerak menjauh bersama dengan kelompok gajah lainnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Pimpin Paripurna Istimewa Milad Ke-56 Inhil

‘’Saat ini tim berupaya untuk mencari induk dan kelompoknya agar satwa tersebut dapat segera dilepas liarkan kembali dan bergabung dengan kelompok di habitat alaminya,’’ sebut Genman, Rabu (12/3).

Hasil pemeriksaan fisik, kata Genman,  kondisi bayi gajah dalam keadaan sehat namun masih belum bisa mengonsumsi makanan kecuali susu. Diperkirakan usianya masih 2 bulan.

Sementara keberadaan induk dan kawanannya sedang ditelusuri. Bayi gajah berjenis kelamin jantan ini akan dititipkan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Langkah ini sekaligus sebagai langkah observasi untuk memastikan gajah ini benar-benar sehat.

Genman juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan proses evakuasi anak gajah Sumatera tersebut. Ia menegaskan gajah merupakan satwa dilindungi dan dilarang berbuat anarkis, bahkan dilarang memasang jerat di wilayah habitatnya.(end)

Baca Juga:  Dosen Poltekkes Kemenkes Riau Edukasi Pencegahan Stunting

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seekor bayi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) terekam kamera amatir warga sedang hilir mudik di perkebunan sawit Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Gajah yang diperkirakan baru berusia dua bulan itu pertama kali dilihat warga sekitar pada Ahad (9/3) lalu. Sendirian, tanpa induk dan kawanan, gajah ini terlihat mengekor atau mengikuti jika ada pengendara yang melintas.

Kelucuan tingkah bayi gajah ini dengan cepat mendapat perhatian masyarakat dan informasi pun tiba ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Hingga evakuasi terhadap bayi gajah berjenis kelamin jantan itu dilakukan pada Senin (10/3).

Kepala BBSKDA Riau Genman S Hasibuan menjelaskan, menurut warga yang melihat pertama kali, bayi gajah Sumatera itu awalnya tersesat di kebun sawit warga. Namun ia ditinggalkan oleh induknya yang terus bergerak menjauh bersama dengan kelompok gajah lainnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Satnarkoba Polres Kampar Amankan 132 Paket Sabu, Pelaku Positif Narkoba

‘’Saat ini tim berupaya untuk mencari induk dan kelompoknya agar satwa tersebut dapat segera dilepas liarkan kembali dan bergabung dengan kelompok di habitat alaminya,’’ sebut Genman, Rabu (12/3).

Hasil pemeriksaan fisik, kata Genman,  kondisi bayi gajah dalam keadaan sehat namun masih belum bisa mengonsumsi makanan kecuali susu. Diperkirakan usianya masih 2 bulan.

- Advertisement -

Sementara keberadaan induk dan kawanannya sedang ditelusuri. Bayi gajah berjenis kelamin jantan ini akan dititipkan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Langkah ini sekaligus sebagai langkah observasi untuk memastikan gajah ini benar-benar sehat.

Genman juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan proses evakuasi anak gajah Sumatera tersebut. Ia menegaskan gajah merupakan satwa dilindungi dan dilarang berbuat anarkis, bahkan dilarang memasang jerat di wilayah habitatnya.(end)

Baca Juga:  Fokus Tuntaskan Berbagai Persoalan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seekor bayi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) terekam kamera amatir warga sedang hilir mudik di perkebunan sawit Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Gajah yang diperkirakan baru berusia dua bulan itu pertama kali dilihat warga sekitar pada Ahad (9/3) lalu. Sendirian, tanpa induk dan kawanan, gajah ini terlihat mengekor atau mengikuti jika ada pengendara yang melintas.

Kelucuan tingkah bayi gajah ini dengan cepat mendapat perhatian masyarakat dan informasi pun tiba ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Hingga evakuasi terhadap bayi gajah berjenis kelamin jantan itu dilakukan pada Senin (10/3).

Kepala BBSKDA Riau Genman S Hasibuan menjelaskan, menurut warga yang melihat pertama kali, bayi gajah Sumatera itu awalnya tersesat di kebun sawit warga. Namun ia ditinggalkan oleh induknya yang terus bergerak menjauh bersama dengan kelompok gajah lainnya.

Baca Juga:  Basarnas Evakuasi Pekerja yang Tewas di Dalam Neon Box Reklame Pekanbaru

‘’Saat ini tim berupaya untuk mencari induk dan kelompoknya agar satwa tersebut dapat segera dilepas liarkan kembali dan bergabung dengan kelompok di habitat alaminya,’’ sebut Genman, Rabu (12/3).

Hasil pemeriksaan fisik, kata Genman,  kondisi bayi gajah dalam keadaan sehat namun masih belum bisa mengonsumsi makanan kecuali susu. Diperkirakan usianya masih 2 bulan.

Sementara keberadaan induk dan kawanannya sedang ditelusuri. Bayi gajah berjenis kelamin jantan ini akan dititipkan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Langkah ini sekaligus sebagai langkah observasi untuk memastikan gajah ini benar-benar sehat.

Genman juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan proses evakuasi anak gajah Sumatera tersebut. Ia menegaskan gajah merupakan satwa dilindungi dan dilarang berbuat anarkis, bahkan dilarang memasang jerat di wilayah habitatnya.(end)

Baca Juga:  Amerika Serikat Anggap Cina Menindas Etnis Uighur

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari