Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Penerapan Prokes di Kalangan Pelajar Rendah

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Kampar, masih belum bisa menyesuaikan diri sepenuhnya dengan protokol kesehatan (prokes).

Ketika di kelas penerapan prokes ketat, siswa justru lalai saat pulang sekolah. Pantauan Riau Pos sejak pekan lalu di Bangkinang Kota dan Kecamatan Kampar, banyak siswa pulang sekolah tidak menggunakan masker. Ada yang menggunakan masker namun tidak sesuai standar prokes.

Masih rendahnya kesadaran penerapan prokes di kalangan pelajar ini juga diakui Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid. Oleh karena itu Tim Polres Kampar bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 awal pekan ini mulai mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bangkinang. Personel Polri menurutnya juga akan memberikan pemahaman prokes kepada siswa yang baru masuk pekan kedua belajar tatap muka.

Baca Juga:  Ini Kata Jubir Jokowi tentang Tagihan Listrik Fadli Zon

‘’Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami juga melakukan pengecekan hingga ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi dan penertiban pada hari ini (kemarin, red). Kami berharap sekolah dan para guru juga ikut memperhatikan ini,’’ sebut Kapolres di sela-sela kunjungannya ke UPT Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar, Senin (11/1).

Sementara fenomena siswa yang pulang sekolah tidak patuh prokes ini menjadi perhatian Diskes Kampar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar Dedy Sambudi berencana ikut memantau ke sekolah-sekolah. Bahkan bila kedapatan sekolah yang tidak mematuhi prokes akan dikeluarkan rekom penghentian belajar mengajar tatap muka.

‘’Kalau ada sekolah yang kurang memperhatikan prokes, bisa saja kita keluarkan rekom untuk penghentian proses belajar tatap muka,’’ kata Dedy. Diskes Kampar, menurut Dedy, saat ini sedang mempersiapkan proses vaksinasi. Menjelang itu dirinya berharap kasus baru Covid-19 terus dapat dikendalikan. Pasalnya menurut Dedy, jumlah vaksin untuk Kampar dikirim bertahap. Tahap pertama sendiri hanya tersedia sekitar 500-an dosis.(ksm)

Baca Juga:  65.786 Komplain Masuk ke PLN

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Bangkinang

 

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Kampar, masih belum bisa menyesuaikan diri sepenuhnya dengan protokol kesehatan (prokes).

Ketika di kelas penerapan prokes ketat, siswa justru lalai saat pulang sekolah. Pantauan Riau Pos sejak pekan lalu di Bangkinang Kota dan Kecamatan Kampar, banyak siswa pulang sekolah tidak menggunakan masker. Ada yang menggunakan masker namun tidak sesuai standar prokes.

Masih rendahnya kesadaran penerapan prokes di kalangan pelajar ini juga diakui Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid. Oleh karena itu Tim Polres Kampar bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 awal pekan ini mulai mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bangkinang. Personel Polri menurutnya juga akan memberikan pemahaman prokes kepada siswa yang baru masuk pekan kedua belajar tatap muka.

Baca Juga:  Al Izhar School Pekanbaru Menjadi Gugus Depan Tergiat

‘’Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami juga melakukan pengecekan hingga ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi dan penertiban pada hari ini (kemarin, red). Kami berharap sekolah dan para guru juga ikut memperhatikan ini,’’ sebut Kapolres di sela-sela kunjungannya ke UPT Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar, Senin (11/1).

Sementara fenomena siswa yang pulang sekolah tidak patuh prokes ini menjadi perhatian Diskes Kampar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar Dedy Sambudi berencana ikut memantau ke sekolah-sekolah. Bahkan bila kedapatan sekolah yang tidak mematuhi prokes akan dikeluarkan rekom penghentian belajar mengajar tatap muka.

- Advertisement -

‘’Kalau ada sekolah yang kurang memperhatikan prokes, bisa saja kita keluarkan rekom untuk penghentian proses belajar tatap muka,’’ kata Dedy. Diskes Kampar, menurut Dedy, saat ini sedang mempersiapkan proses vaksinasi. Menjelang itu dirinya berharap kasus baru Covid-19 terus dapat dikendalikan. Pasalnya menurut Dedy, jumlah vaksin untuk Kampar dikirim bertahap. Tahap pertama sendiri hanya tersedia sekitar 500-an dosis.(ksm)

Baca Juga:  Warga Kepenuhan Raya Dambakan Jalan Aspal

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Bangkinang

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – Sejumlah pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Kampar, masih belum bisa menyesuaikan diri sepenuhnya dengan protokol kesehatan (prokes).

Ketika di kelas penerapan prokes ketat, siswa justru lalai saat pulang sekolah. Pantauan Riau Pos sejak pekan lalu di Bangkinang Kota dan Kecamatan Kampar, banyak siswa pulang sekolah tidak menggunakan masker. Ada yang menggunakan masker namun tidak sesuai standar prokes.

Masih rendahnya kesadaran penerapan prokes di kalangan pelajar ini juga diakui Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid. Oleh karena itu Tim Polres Kampar bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 awal pekan ini mulai mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kota Bangkinang. Personel Polri menurutnya juga akan memberikan pemahaman prokes kepada siswa yang baru masuk pekan kedua belajar tatap muka.

Baca Juga:  Kerutan di Wajah, Mampu Deskripsikan Diri Seseorang

‘’Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami juga melakukan pengecekan hingga ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi dan penertiban pada hari ini (kemarin, red). Kami berharap sekolah dan para guru juga ikut memperhatikan ini,’’ sebut Kapolres di sela-sela kunjungannya ke UPT Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar, Senin (11/1).

Sementara fenomena siswa yang pulang sekolah tidak patuh prokes ini menjadi perhatian Diskes Kampar. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar Dedy Sambudi berencana ikut memantau ke sekolah-sekolah. Bahkan bila kedapatan sekolah yang tidak mematuhi prokes akan dikeluarkan rekom penghentian belajar mengajar tatap muka.

‘’Kalau ada sekolah yang kurang memperhatikan prokes, bisa saja kita keluarkan rekom untuk penghentian proses belajar tatap muka,’’ kata Dedy. Diskes Kampar, menurut Dedy, saat ini sedang mempersiapkan proses vaksinasi. Menjelang itu dirinya berharap kasus baru Covid-19 terus dapat dikendalikan. Pasalnya menurut Dedy, jumlah vaksin untuk Kampar dikirim bertahap. Tahap pertama sendiri hanya tersedia sekitar 500-an dosis.(ksm)

Baca Juga:  Febri, Gajah Sumatera 32 Tahun Mati Mendadak di Konservasi Kasang Kulim

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Bangkinang

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari