Sabtu, 9 Mei 2026
- Advertisement -

DPR Sebut TNI Siapkan 6 Batalion untuk Perimeter Area Isolasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lana menilai peran TNI sangat diperlukan dalam upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina akibat virus corona. Peran TNI akan semakin vital setelah para WNI yang dipulangkan ditempatkan di lokasi isolasi.

"Andai kata ada yang terkena virus corona, ini mesti diisolasi," kata Melki di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

Melki mengatakan, dalam upaya isolasi ini peran TNI akan sangat besar. Mereka dibutuhkan untuk membuat perimeter pengamanan agar lokasi isolasi tidak dimasuki siapapun. Perimeter juga untuk mencegah orang dari dalam ke luar sembarangan.

"Saya dengar dari Menkes Terawan (Agus Putranto, red), ada 2 batalion Kostrad, 2 batalion Paskas Angkatan Udara, 2 batalion Marinir yang memang punya spesifikasi untuk kesehatan. Mereka sudah diperbantukan untuk membuat perimeter bila diperlukan," jelasnya.

Baca Juga:  Dave Mustaine Akui Konsumsi Ganja

Adanya perimeter, kata Melki, bisa menjaga agar penularan virus tidak terjadi ke orang-orang yang berada di radius sekitar daerah isolasi. Untuk kebutuhan orang-orang di dalam area isolasi akan disuplai dari luar melalui petugas.

Diketahui, operasi penjemputan WNI dari Provinsi Hubei, Cina, dimulai Sabtu. Sesuai skenario, pesawat yang mengevakuasi para WNI itu mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Rencana ini terungkap dari surat permohonan izin carter flight pihak Batik Air yang diteken Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie. Surat tertanggal 30 Januari tersebut ditujukan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Berdasar surat tersebut, Batik Air mengajukan permohonan ke Kemenhub untuk rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng (CGK) ke Wuhan (WUH). Pesawat yang digunakan tipe A330 dengan nomor penerbangan ID 8619. Pesawat tersebut terbang dari Cengkareng Sabtu pukul 06.00 dan tiba di Wuhan pukul 12.00.

Baca Juga:  Update Windows 10 Tahun Depan, Microsoft Siapkan Kejutan

Selanjutnya, pesawat mengangkut WNI di Wuhan, lalu terbang kembali ke Indonesia pukul 13.00 dengan bandara tujuan Hang Nadim.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lana menilai peran TNI sangat diperlukan dalam upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina akibat virus corona. Peran TNI akan semakin vital setelah para WNI yang dipulangkan ditempatkan di lokasi isolasi.

"Andai kata ada yang terkena virus corona, ini mesti diisolasi," kata Melki di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

Melki mengatakan, dalam upaya isolasi ini peran TNI akan sangat besar. Mereka dibutuhkan untuk membuat perimeter pengamanan agar lokasi isolasi tidak dimasuki siapapun. Perimeter juga untuk mencegah orang dari dalam ke luar sembarangan.

"Saya dengar dari Menkes Terawan (Agus Putranto, red), ada 2 batalion Kostrad, 2 batalion Paskas Angkatan Udara, 2 batalion Marinir yang memang punya spesifikasi untuk kesehatan. Mereka sudah diperbantukan untuk membuat perimeter bila diperlukan," jelasnya.

Baca Juga:  Membangun Karakter Siswa Melalui Pembiasaan Disiplin di Sekolah

Adanya perimeter, kata Melki, bisa menjaga agar penularan virus tidak terjadi ke orang-orang yang berada di radius sekitar daerah isolasi. Untuk kebutuhan orang-orang di dalam area isolasi akan disuplai dari luar melalui petugas.

- Advertisement -

Diketahui, operasi penjemputan WNI dari Provinsi Hubei, Cina, dimulai Sabtu. Sesuai skenario, pesawat yang mengevakuasi para WNI itu mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Rencana ini terungkap dari surat permohonan izin carter flight pihak Batik Air yang diteken Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie. Surat tertanggal 30 Januari tersebut ditujukan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

- Advertisement -

Berdasar surat tersebut, Batik Air mengajukan permohonan ke Kemenhub untuk rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng (CGK) ke Wuhan (WUH). Pesawat yang digunakan tipe A330 dengan nomor penerbangan ID 8619. Pesawat tersebut terbang dari Cengkareng Sabtu pukul 06.00 dan tiba di Wuhan pukul 12.00.

Baca Juga:  Perampok Tauke Kelapa Berhasil Ditangkap

Selanjutnya, pesawat mengangkut WNI di Wuhan, lalu terbang kembali ke Indonesia pukul 13.00 dengan bandara tujuan Hang Nadim.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lana menilai peran TNI sangat diperlukan dalam upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina akibat virus corona. Peran TNI akan semakin vital setelah para WNI yang dipulangkan ditempatkan di lokasi isolasi.

"Andai kata ada yang terkena virus corona, ini mesti diisolasi," kata Melki di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

Melki mengatakan, dalam upaya isolasi ini peran TNI akan sangat besar. Mereka dibutuhkan untuk membuat perimeter pengamanan agar lokasi isolasi tidak dimasuki siapapun. Perimeter juga untuk mencegah orang dari dalam ke luar sembarangan.

"Saya dengar dari Menkes Terawan (Agus Putranto, red), ada 2 batalion Kostrad, 2 batalion Paskas Angkatan Udara, 2 batalion Marinir yang memang punya spesifikasi untuk kesehatan. Mereka sudah diperbantukan untuk membuat perimeter bila diperlukan," jelasnya.

Baca Juga:  Ketua dan Anggota DPRD Siak Maksimalkan Kinerja

Adanya perimeter, kata Melki, bisa menjaga agar penularan virus tidak terjadi ke orang-orang yang berada di radius sekitar daerah isolasi. Untuk kebutuhan orang-orang di dalam area isolasi akan disuplai dari luar melalui petugas.

Diketahui, operasi penjemputan WNI dari Provinsi Hubei, Cina, dimulai Sabtu. Sesuai skenario, pesawat yang mengevakuasi para WNI itu mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.

Rencana ini terungkap dari surat permohonan izin carter flight pihak Batik Air yang diteken Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie. Surat tertanggal 30 Januari tersebut ditujukan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Berdasar surat tersebut, Batik Air mengajukan permohonan ke Kemenhub untuk rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng (CGK) ke Wuhan (WUH). Pesawat yang digunakan tipe A330 dengan nomor penerbangan ID 8619. Pesawat tersebut terbang dari Cengkareng Sabtu pukul 06.00 dan tiba di Wuhan pukul 12.00.

Baca Juga:  Mayoritas Kematian Pasien Covid-19 Lansia Disertai Demensia

Selanjutnya, pesawat mengangkut WNI di Wuhan, lalu terbang kembali ke Indonesia pukul 13.00 dengan bandara tujuan Hang Nadim.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari