Jumat, 24 Juli 2026
- Advertisement -

Lubang Besar Menganga di Jalan Kaharuddin Nasution Dekat Bandara SSK II Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lubang besar menganga di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, tepatnya di kawasan Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini dikeluhkan pengendara karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Riau Pos, Rabu (22/7), kerusakan tersebut telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Lubang muncul setelah ruas jalan protokol tersebut sebelumnya mendapat perbaikan tambal sulam dari dinas terkait.

Namun, genangan air yang kerap muncul di kawasan tersebut membuat kondisi permukaan jalan semakin rusak. Di sekitar persimpangan, badan jalan terlihat tidak rata dan berlubang hingga kerusakan semakin melebar dengan panjang mencapai lebih dari satu meter.

Baca Juga:  Kemajuan Teknologi Dorong Perubahan Kehidupan

Kondisi itu membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Terlebih ketika lubang tertutup genangan air, kedalaman kerusakan jalan sulit diperkirakan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Seorang pengendara, Anindita Putri (31), mengatakan lubang yang tertutup air menyulitkan pengendara untuk mengetahui kondisi jalan di bawah genangan. Situasi tersebut, menurutnya, berisiko membuat pengendara kehilangan kendali saat melintas.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan metode tambal sulam.

”Kalau bisa jangan ditambal sulam lagi karena cepat rusak dan terkikis air. Apalagi posisinya dekat pintu masuk bandara, malu kalau tamu dari luar negeri atau kita sendiri malah disambut jalan rusak parah,” ucapnya.

Baca Juga:  PIN Polio Dosis Dua Dimulai

Keluhan serupa disampaikan pengendara motor lainnya, Angga Yudha (36). Ia berharap penanganan tidak hanya difokuskan pada badan jalan yang berlubang, tetapi juga mencakup sistem drainase di sekitar kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga belum mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, air kerap menggenangi ruas jalan dan diduga menjadi salah satu penyebab munculnya lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara.

”Ini masalahnya bukan cuma jalan yang berlubang, tapi kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga yang tidak mampu menampung debit air hujan yang menggenangi ruas jalan, sehingga mengakibatkan banyaknya timbul lubang besar yang membahayakan pengendara motor yang melintas di sekitarnya,” tuturnya. (ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lubang besar menganga di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, tepatnya di kawasan Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini dikeluhkan pengendara karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Riau Pos, Rabu (22/7), kerusakan tersebut telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Lubang muncul setelah ruas jalan protokol tersebut sebelumnya mendapat perbaikan tambal sulam dari dinas terkait.

Namun, genangan air yang kerap muncul di kawasan tersebut membuat kondisi permukaan jalan semakin rusak. Di sekitar persimpangan, badan jalan terlihat tidak rata dan berlubang hingga kerusakan semakin melebar dengan panjang mencapai lebih dari satu meter.

Baca Juga:  Seluruh Jaringan Pipa PDAM Akan Diganti Baru

Kondisi itu membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Terlebih ketika lubang tertutup genangan air, kedalaman kerusakan jalan sulit diperkirakan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Seorang pengendara, Anindita Putri (31), mengatakan lubang yang tertutup air menyulitkan pengendara untuk mengetahui kondisi jalan di bawah genangan. Situasi tersebut, menurutnya, berisiko membuat pengendara kehilangan kendali saat melintas.

- Advertisement -

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan metode tambal sulam.

”Kalau bisa jangan ditambal sulam lagi karena cepat rusak dan terkikis air. Apalagi posisinya dekat pintu masuk bandara, malu kalau tamu dari luar negeri atau kita sendiri malah disambut jalan rusak parah,” ucapnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  PIN Polio Dosis Dua Dimulai

Keluhan serupa disampaikan pengendara motor lainnya, Angga Yudha (36). Ia berharap penanganan tidak hanya difokuskan pada badan jalan yang berlubang, tetapi juga mencakup sistem drainase di sekitar kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga belum mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, air kerap menggenangi ruas jalan dan diduga menjadi salah satu penyebab munculnya lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara.

”Ini masalahnya bukan cuma jalan yang berlubang, tapi kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga yang tidak mampu menampung debit air hujan yang menggenangi ruas jalan, sehingga mengakibatkan banyaknya timbul lubang besar yang membahayakan pengendara motor yang melintas di sekitarnya,” tuturnya. (ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lubang besar menganga di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Bukit Raya, tepatnya di kawasan Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi ini dikeluhkan pengendara karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Riau Pos, Rabu (22/7), kerusakan tersebut telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Lubang muncul setelah ruas jalan protokol tersebut sebelumnya mendapat perbaikan tambal sulam dari dinas terkait.

Namun, genangan air yang kerap muncul di kawasan tersebut membuat kondisi permukaan jalan semakin rusak. Di sekitar persimpangan, badan jalan terlihat tidak rata dan berlubang hingga kerusakan semakin melebar dengan panjang mencapai lebih dari satu meter.

Baca Juga:  Polwan Polda Riau Kibarkan Merah Putih di Bukit Pelatihan Gajah

Kondisi itu membuat pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati. Terlebih ketika lubang tertutup genangan air, kedalaman kerusakan jalan sulit diperkirakan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Seorang pengendara, Anindita Putri (31), mengatakan lubang yang tertutup air menyulitkan pengendara untuk mengetahui kondisi jalan di bawah genangan. Situasi tersebut, menurutnya, berisiko membuat pengendara kehilangan kendali saat melintas.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan metode tambal sulam.

”Kalau bisa jangan ditambal sulam lagi karena cepat rusak dan terkikis air. Apalagi posisinya dekat pintu masuk bandara, malu kalau tamu dari luar negeri atau kita sendiri malah disambut jalan rusak parah,” ucapnya.

Baca Juga:  Kepala OPD Diminta Tingkatkan Kinerja

Keluhan serupa disampaikan pengendara motor lainnya, Angga Yudha (36). Ia berharap penanganan tidak hanya difokuskan pada badan jalan yang berlubang, tetapi juga mencakup sistem drainase di sekitar kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga belum mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, air kerap menggenangi ruas jalan dan diduga menjadi salah satu penyebab munculnya lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara.

”Ini masalahnya bukan cuma jalan yang berlubang, tapi kondisi drainase di kawasan Simpang Tiga yang tidak mampu menampung debit air hujan yang menggenangi ruas jalan, sehingga mengakibatkan banyaknya timbul lubang besar yang membahayakan pengendara motor yang melintas di sekitarnya,” tuturnya. (ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari