Rabu, 4 Februari 2026
- Advertisement -

Hamdani: Kuatkan UMKM Hadapi Dampak Covid-19

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dampak pandemi Covid-19 menerpa berbagai sektor, tak terkecuali para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Untuk itu diperlukan penguatan UMKM dengan berbagai program.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menyadari dampak pandemi Covid-19. Itu juga berdampak pada anggaran SKPD yang harus dirasionalisasi. Tapi untuk UMKM, pihak DPRD Pekanbaru mengganggarkan lagi dalam APBD-P.

"Sebab ini prioritas dan kami peduli dengan pelaku UMKM yang memang terdampak sangat dalam akibat pandemi Covid-19 ini," ujar Hamdani, Jumat, (20/11/2020).

Dia menyebutkan, UMKM adalah kekuatan masyarakat. Apalagi Kota Pekanbaru merupakan kota perdagangan dan jasa yang salah satu pilarnya adalah UMKM. Jika UMKM kuat, maka ekonomi akan kuat. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  Hindari Konvoi, Kelulusan Diumumkan di Website

Dia mengapresiasikan kegiatan Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru berupa pelatihan pembuatan masker. Pelatihan selama dua hari (19-20 November 2020) ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat. Menurutnya, UMKM harus menjadi perhatian utama stakeholder terkait, apalagi menghadapi Covid-19 yang benar-benar menghantam perekonomian ini.

"Harus difasilitasi hingga tuntas. Dilakukan pendampingan kepada mereka," ujar Hamdani.

Ada sekitar 15 ribu UMKM di Kota Pekanbaru. Mereka hendaknya benar-benar diarahkan agar berusaha tak lagi terkendala protokol kesehatan misalnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi atau smartphone. Jika ini diberdayakan, maka akan tersedia produk UMKM yang tidak memerlukan pertemuan langsung yang saat ini masih rawan Covid-19.

Baca Juga:  Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

"Semua sudah bisa lewat telepon pintar. UMKM juga harus begitu di zaman Covid-19 ini," ujarnya.

Laporan: Muhammad Amin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dampak pandemi Covid-19 menerpa berbagai sektor, tak terkecuali para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Untuk itu diperlukan penguatan UMKM dengan berbagai program.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menyadari dampak pandemi Covid-19. Itu juga berdampak pada anggaran SKPD yang harus dirasionalisasi. Tapi untuk UMKM, pihak DPRD Pekanbaru mengganggarkan lagi dalam APBD-P.

"Sebab ini prioritas dan kami peduli dengan pelaku UMKM yang memang terdampak sangat dalam akibat pandemi Covid-19 ini," ujar Hamdani, Jumat, (20/11/2020).

Dia menyebutkan, UMKM adalah kekuatan masyarakat. Apalagi Kota Pekanbaru merupakan kota perdagangan dan jasa yang salah satu pilarnya adalah UMKM. Jika UMKM kuat, maka ekonomi akan kuat. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  Badan Jalan Parit Indah Mulai Diperbaiki

Dia mengapresiasikan kegiatan Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru berupa pelatihan pembuatan masker. Pelatihan selama dua hari (19-20 November 2020) ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat. Menurutnya, UMKM harus menjadi perhatian utama stakeholder terkait, apalagi menghadapi Covid-19 yang benar-benar menghantam perekonomian ini.

- Advertisement -

"Harus difasilitasi hingga tuntas. Dilakukan pendampingan kepada mereka," ujar Hamdani.

Ada sekitar 15 ribu UMKM di Kota Pekanbaru. Mereka hendaknya benar-benar diarahkan agar berusaha tak lagi terkendala protokol kesehatan misalnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi atau smartphone. Jika ini diberdayakan, maka akan tersedia produk UMKM yang tidak memerlukan pertemuan langsung yang saat ini masih rawan Covid-19.

- Advertisement -
Baca Juga:  Siang-siang Warung Kopi dan Bengkel di Arengka Ludes Terbakar

"Semua sudah bisa lewat telepon pintar. UMKM juga harus begitu di zaman Covid-19 ini," ujarnya.

Laporan: Muhammad Amin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dampak pandemi Covid-19 menerpa berbagai sektor, tak terkecuali para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Untuk itu diperlukan penguatan UMKM dengan berbagai program.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menyadari dampak pandemi Covid-19. Itu juga berdampak pada anggaran SKPD yang harus dirasionalisasi. Tapi untuk UMKM, pihak DPRD Pekanbaru mengganggarkan lagi dalam APBD-P.

"Sebab ini prioritas dan kami peduli dengan pelaku UMKM yang memang terdampak sangat dalam akibat pandemi Covid-19 ini," ujar Hamdani, Jumat, (20/11/2020).

Dia menyebutkan, UMKM adalah kekuatan masyarakat. Apalagi Kota Pekanbaru merupakan kota perdagangan dan jasa yang salah satu pilarnya adalah UMKM. Jika UMKM kuat, maka ekonomi akan kuat. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Dia mengapresiasikan kegiatan Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru berupa pelatihan pembuatan masker. Pelatihan selama dua hari (19-20 November 2020) ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat. Menurutnya, UMKM harus menjadi perhatian utama stakeholder terkait, apalagi menghadapi Covid-19 yang benar-benar menghantam perekonomian ini.

"Harus difasilitasi hingga tuntas. Dilakukan pendampingan kepada mereka," ujar Hamdani.

Ada sekitar 15 ribu UMKM di Kota Pekanbaru. Mereka hendaknya benar-benar diarahkan agar berusaha tak lagi terkendala protokol kesehatan misalnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi atau smartphone. Jika ini diberdayakan, maka akan tersedia produk UMKM yang tidak memerlukan pertemuan langsung yang saat ini masih rawan Covid-19.

Baca Juga:  Badan Jalan Parit Indah Mulai Diperbaiki

"Semua sudah bisa lewat telepon pintar. UMKM juga harus begitu di zaman Covid-19 ini," ujarnya.

Laporan: Muhammad Amin (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari