Senin, 20 April 2026
- Advertisement -

Pengawasan DLHK Tidak Berjalan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Pekanbaru hingga kini belum bisa terselesaikan. Masih berserakan di setiap sudut Kota. Persoalan ini sampai sekarang  masih menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru. Dewan menilai pengawasan dari DLHK sama sekali tidak berjalan. Dampaknya  pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga terkesan tidak serius.

"Itu yang kami lihat, pengawasan tidak jalan dan pekerjaan angkutan sampah sembarangan," kata anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar kepada wartawan, Senin (11/4).

Terhadap kinerja dua perusahaan yang kini dipercaya untuk mengelola sampah dan angkutan sampah Pekanbaru, PT SI dan PT GTJ dikatakannya seharusnya ada punishment dan evaluasi.

"Kondisi saat ini sudah terbukti, kinerja pihak ketiga ini gagal. Ini karena proses dari awal salah. Terutama proses saat lelang kemarin. Kami sudah kasih masukan, tapi tetap saja dilelang. Sekarang hasilnya kan gagal total," tegasnya.

Baca Juga:  Tak Ada Biaya Tambahan dalam Pembuatan Paspor

Ditegaskan politisi PDIP ini lagi, dari hasil kunjungan lapangan Komisi IV DPRD baru-baru kemarin. Enam titik yang dipantau,  sampah- sampah berserakan, di tepi jalan umum di Kota Pekanbaru. Termasuk saat Komisi IV DPRD sidak ke Pool PT GTJ di Jalan Garuda Panam, dinilainya sangat tidak layak.

"Kami ke pool (PT GTJ) dan melihat kondisi pool nya, tidak layak. Seharusnya mereka (PT GTJ dan PT SI) tidak dimenangkan saat itu," tambahnya.

Di mana fungsi pengawasan dari DLHK Pekanbaru? Robin melihatnya tidak berjalan dengan baik.

"Ada permainan apa sebenarnya di balik proyek sampah ini," tanyanya.

Untuk itu, ditegaskan Robin, pihaknya menunggu itikad baik dari kepala DLHK untuk dapat memberikan keterangan jelas. "Kami akan agendakan hearing lagi soal sampah ini bersama DLHK dan pihak ketiganya. Secepatnya," tuturnya.

Baca Juga:  Kejari Periksa Saksi Kredit Macet di PT PER Rp1,2 M

Terpisah, Kepala DLHK Kota Pekanbaru Hendra Afriadi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini. Saat dikonfirmasi ke nomor yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sama sekali tidak merespon. (lim)

Laporan AGUSTIAR dan M ALI NURMAN, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Pekanbaru hingga kini belum bisa terselesaikan. Masih berserakan di setiap sudut Kota. Persoalan ini sampai sekarang  masih menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru. Dewan menilai pengawasan dari DLHK sama sekali tidak berjalan. Dampaknya  pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga terkesan tidak serius.

"Itu yang kami lihat, pengawasan tidak jalan dan pekerjaan angkutan sampah sembarangan," kata anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar kepada wartawan, Senin (11/4).

Terhadap kinerja dua perusahaan yang kini dipercaya untuk mengelola sampah dan angkutan sampah Pekanbaru, PT SI dan PT GTJ dikatakannya seharusnya ada punishment dan evaluasi.

"Kondisi saat ini sudah terbukti, kinerja pihak ketiga ini gagal. Ini karena proses dari awal salah. Terutama proses saat lelang kemarin. Kami sudah kasih masukan, tapi tetap saja dilelang. Sekarang hasilnya kan gagal total," tegasnya.

Baca Juga:  Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikut Penguatan Keagamaan di Pusiba

Ditegaskan politisi PDIP ini lagi, dari hasil kunjungan lapangan Komisi IV DPRD baru-baru kemarin. Enam titik yang dipantau,  sampah- sampah berserakan, di tepi jalan umum di Kota Pekanbaru. Termasuk saat Komisi IV DPRD sidak ke Pool PT GTJ di Jalan Garuda Panam, dinilainya sangat tidak layak.

- Advertisement -

"Kami ke pool (PT GTJ) dan melihat kondisi pool nya, tidak layak. Seharusnya mereka (PT GTJ dan PT SI) tidak dimenangkan saat itu," tambahnya.

Di mana fungsi pengawasan dari DLHK Pekanbaru? Robin melihatnya tidak berjalan dengan baik.

- Advertisement -

"Ada permainan apa sebenarnya di balik proyek sampah ini," tanyanya.

Untuk itu, ditegaskan Robin, pihaknya menunggu itikad baik dari kepala DLHK untuk dapat memberikan keterangan jelas. "Kami akan agendakan hearing lagi soal sampah ini bersama DLHK dan pihak ketiganya. Secepatnya," tuturnya.

Baca Juga:  Menongkrong di Kedai Kopi, Jabatan Dicopot

Terpisah, Kepala DLHK Kota Pekanbaru Hendra Afriadi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini. Saat dikonfirmasi ke nomor yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sama sekali tidak merespon. (lim)

Laporan AGUSTIAR dan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Persoalan sampah di Kota Pekanbaru hingga kini belum bisa terselesaikan. Masih berserakan di setiap sudut Kota. Persoalan ini sampai sekarang  masih menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru. Dewan menilai pengawasan dari DLHK sama sekali tidak berjalan. Dampaknya  pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga terkesan tidak serius.

"Itu yang kami lihat, pengawasan tidak jalan dan pekerjaan angkutan sampah sembarangan," kata anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar kepada wartawan, Senin (11/4).

Terhadap kinerja dua perusahaan yang kini dipercaya untuk mengelola sampah dan angkutan sampah Pekanbaru, PT SI dan PT GTJ dikatakannya seharusnya ada punishment dan evaluasi.

"Kondisi saat ini sudah terbukti, kinerja pihak ketiga ini gagal. Ini karena proses dari awal salah. Terutama proses saat lelang kemarin. Kami sudah kasih masukan, tapi tetap saja dilelang. Sekarang hasilnya kan gagal total," tegasnya.

Baca Juga:  Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikut Penguatan Keagamaan di Pusiba

Ditegaskan politisi PDIP ini lagi, dari hasil kunjungan lapangan Komisi IV DPRD baru-baru kemarin. Enam titik yang dipantau,  sampah- sampah berserakan, di tepi jalan umum di Kota Pekanbaru. Termasuk saat Komisi IV DPRD sidak ke Pool PT GTJ di Jalan Garuda Panam, dinilainya sangat tidak layak.

"Kami ke pool (PT GTJ) dan melihat kondisi pool nya, tidak layak. Seharusnya mereka (PT GTJ dan PT SI) tidak dimenangkan saat itu," tambahnya.

Di mana fungsi pengawasan dari DLHK Pekanbaru? Robin melihatnya tidak berjalan dengan baik.

"Ada permainan apa sebenarnya di balik proyek sampah ini," tanyanya.

Untuk itu, ditegaskan Robin, pihaknya menunggu itikad baik dari kepala DLHK untuk dapat memberikan keterangan jelas. "Kami akan agendakan hearing lagi soal sampah ini bersama DLHK dan pihak ketiganya. Secepatnya," tuturnya.

Baca Juga:  LPJU Jalan HR Soebrantas Tak Berfungsi

Terpisah, Kepala DLHK Kota Pekanbaru Hendra Afriadi belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini. Saat dikonfirmasi ke nomor yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sama sekali tidak merespon. (lim)

Laporan AGUSTIAR dan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari