Sumur tua yang sudah tidak dipakai masih berisi air di kedalaman hingga 15 meter. Satu ekor kucing sudah diselamatkan. Diangkat menggunakan timba oleh Rida (39) bersama anaknya Dila (14). Seekor lagi masih di dalam sumur. Momen setengah jam menegangkan pun terjadi. Bak di film ‘Keanu’.
Laporan Eka G Putra, Kota
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – LANGIT Pekanbaru cerah mengawali Oktober 2021. Terik ibukota Provinsi Riau itu masih terasa di puncak kepala. Bayang sudah mengarah ke barat, dengan suhu hingga 32 derjat celcius dua jam sebelumnya.
Memasuki November, mendung merundung. Hujan ramai-ramai datang tiba-tiba. Banjir pun di mana-mana. Ketika nomor telepon (0761) 22382 berdering.
Dua ekor kucing masuk ke dalam sumur tua yang sudah ditutup triplek dan seng. Namun ada sedikit celah lubang, tempat di mana dua kucing yang tengah berlarian ini tercebur ke dalam sumur.
Diameter sumur yang tidak terlalu lapang, membuat kedalamannya menjadi terlihat jauh dan dalam. "Meong…," lirih suara kucing sayup-sayup menggema ke rongga di atas. Dila mendengar suara itu saat akan mengangkat kain di jemuran.
Sontak, ia kaget dan mengabarkan kepada ibunya. Keduanya berupaya mencari tali dan mengikat ke ember hitam bertulis anti pecah di bagian bawahnya. "Satu ekor mau masuk ke dalam ember," kata Rida bercerita.
Ia tampak tergelitik karena tingkah kucingnya yang membuat rumahnya sore itu ramai. "Yang satu lagi, memang tak mau masuk kememang tak mau masuk ke dalam ember, malah mengelak terus," tawanya.
Karena yakin tidak bisa menyelamatkan setelah hampir satu jam berlalu dan khawatir kucing akan kehabisan nafas, ia pun bertanya ke tetangga dan disarankan menghubungi Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.
Sekitar pukul 15.50 WIB, operator Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru di Jalan Teratai, Kecamatan Sukajadi langsung meluncur ke Jalan Satria, Kecamatan Tenayan Raya. Perjalanan kurang setengah jam, tim Rescue Brama DPKP Kota Pekanbaru tiba di lokasi.
Beranggotakan 7 orang, mereka melihat kondisi dan mendengarkan kronologi kejadian. "Ya, ada yang melaporkan 2 kucing yang masuk ke dalam sumur cincin berkedalaman belasan meter, satu kucing bisa diselamatkan dengan menggunakan timba, tinggal seekor lagi di dalam," kata salah seorang tim Rescue Brama DPKP Kota Pekanbaru Rahmad. Setibanya di TKP, petugas langsung mempersiapkan peralatan untuk menyelamatkan kucing tersebut. Berseragam lengkap, peralatan lengkap dan nyali yang sama ketika dihubungi korban kebakaran dan menerabas api yang membara. Enam petugas ini mulai mempersiapkan diri.
Bertiga, Rida, anaknya dan kucingnya yang sudah berhasil diselamatkan hanya melihat dari sisi luar pintu belakang rumah mereka. Ketika satu persatu peralatan untuk turun ke dalam sumur disiapkan oleh tim Rescue Brama tersebut. Tripod tampak di pasang tepat di bibir sumur bagian luar. Tripod ini berfungsi sebagai angkor/landasan untuk petugas yang hendak turun ke dalam sumur, berbentuk V terbalik, di sisi atasnya di pasang tali karmantel pendek untuk mengunci pergerakan tripod yang diikatkan ke sebuah pohon agar tripod tidak goyang ataupun bergeser saat melakukan eksekusi. Kemudian, tampak juga ada tali karmantel ukuran panjang yang berfungsi sebagai tali luncur petugas saat melakukan eksekusi. Double Pulley yang berfungsi sebagai katrol penggerak saat petugas turun ke dalam sumur juga sudah diikat kuat, ditambah Carabiner yang berfungsi sebagai cincin kait antara tripod, double pulley, tali karmantel/ luncur, serta full body harness untuk petugas yang turun ke dalam sumur.
Setelah semua peralatan terpasang, Rian Mortir, petugas yang akan turun mulai memasang full body harness di tubuhnya. Setelah memastikan semua kokoh, Rian pun turun perlahan. Tim Rescue Brama berhasil menyelesaikan tugas menyelamatkan kucing nakal dan usil tersebut dari menyiapkan alat hingga meninggalkan lokasi lebih kurang setengah jam. "Untuk sistem yang kita gunakan dalam operasi yaitu sistem block and tackle. Memang ada kendala, di mana akses sumur yang dalam dan sempit, namun alhamdulillah kucing bisa kami selamatkan," kata Rahmad berseloroh.
Dengan kedalaman dan sempitnya sumur, memang Rian Mortir selain dipastikan safety dari sisi perlengkapan. Juga dibekali tambahan oksigen, yang jika sewaktu-waktu diperlukan di kedalaman sumur belasan meter tersebut sudah stand by.
Setapak demi setapak, tangan Rian mulai menuruni tali. Head Lamp di kepalanya juga membantu melihat benda atau binatang asing di sumur yang sudah lama tidak dipakai tersebut. Sayup-sayup instruksi terdengar olehnya dari atas agar memastikan kucing malang yang sudah kuyup tersebut masuk ke karung yang digunakan untuk mengangkat ke atas. Dipersilakan minum sejenak oleh pemilik kucing yang sudah basah dan menggigil sambil sesekali melirik ke Rian Mortir. Enam petugas Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru tersebut istirahat sebentar untuk kembali ke markasnya.
Mobil pemadam kebakaran yang dipakai tanpa menyalakan sirine itu pun kembali diapresiasi sebagai pahlawan bagi pihak-pihak yang telah mereka bantu.
Sebenarnya, bukan sekali dua, tim Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru menyelamatkan kucing yang kecebur atau terjepit. Memberangus sarang tawon, menangkap ular piton, mengamankan biawak yang masuk rumah warga juga menjadi rutinitas mereka. Selain tugas utama memadamkan api dari panggilan terjadinya kebakaran di Kota Pekanbaru maupun daerah berbatasan yang memerlukan bantuan. Terbaru, mereka juga turun memadamkan api saat kebakaran maut yang terjadi di Kubang di mana saat itu menewaskan empat orang sekaligus.
Cerita-cerita membantu warga, juga menarik ketika banyak pihak yang coba mendatangi kantor Damkar dan Penyelamatan Kota Pekanbaru di Jalan Teratai, dekat Pasar Senapelan itu. "Ada cincin tak bisa lepas juga kami bantu. Setelah mereka ke toko emas, ke dokter, semua tidak bisa. Ada yang dapat info di sini bisa, tak jarang yang datang, bahkan dari luar kota," ulas Rahmad lagi.
Tak jarang pula, lanjutnya bantuan kepada warga yang meminta pertolongan, biayanya dari sumbangsih rekan-rekan sesama pemadam. Seperti membeli gerinda kecil untuk memotong cincin, atau semprot nyamuk berbotol-botol guna membongkar sarang lebah.
"Kalau digigit lebah, digigit ular dan hal-hal lain pasti ada. Di situ dinamikanya, tapi kawan-kawan semua tetap semangat," akunya.(bersambung)

