Selasa, 16 April 2024

Jelang Imlek, Vihara Surya Dharma Dibersihkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang perayaan Imlek 2575 Kongzii yang berlangsung Sabtu (10/2) mendatang, seluruh umat Buddha di Kota Pekanbaru melakukan tradisi membersihkan vihara atau kelenteng.

Salah satu Vihara yang tengah melakukan tradisi bersih-bersih adalah Vihara Surya Dharma Jalan Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (6/2).

- Advertisement -

Umat Buddha baik tua maupun muda bersama-sama membersihkan seluruh bangunan serta ornamen dan patung dewa yang ada di dalam Vihara Surya Dharma. Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih ini selem beberapa hari terakhir, agar saat perayaan Imlek tahun Naga Kayu seluruh umat bisa melakukan ibadah dengan nyaman dikawasan Vihara Surya Dharma tersebut.

Wakil Ketua Yayasan Vihara Surya Dharma Johny kepada Riau Pos menjelaskan, tradisi bersih-bersih itu rutin dilakukan jelang Imlek. Perayaan Imlek atau Tahun Baru China adalah perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Baca Juga:  Toko Sembako di Jalan Paus Ludes Dilalap Si Jago Merah

Apalagi dalam penanggalan Cina, Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang adalah tahun Naga Kayu yang memiliki makna simbol kekuatan, keberuntungan, dan kebijaksanaan.

- Advertisement -

Aksi bersih-bersih ini dilakukan mulai dari altar suci serta rupang-rupang Buddha dilakukan umat Buddha keturunan Tionghoa yang ada di Kota Pekanbaru.

Aksi bersih-bersih ini juga memiliki sebagai pemurnian diri dari dosa. Makanya dalam proses aksi bersih-bersih altar suci serta rupang-rupang Buddha harus menggunakan air yang telah dicampur bunga sebagai bentuk pemurnian diri atas dosa, sekaligus bentuk penghilangan kebencian dan kebodohan batin.

”Pembersihan altar suci ini kita maknai dengan suatu simbolis bahwa, kita umat Buddha harus memebersihkan diri dari keserakahan, kebencian dan kebodohan batin. Jadi itu semua, itu semua adalah akar dari kejahatan, sehingga itu harus kita lenyapkan di dalam diri kita,” katanya.

Baca Juga:  Liburan Panjang, Kunjungan Wisatawan Belum Meningkat

Selain bersih-bersih, para umat juga melakukan dekorasi di vihara setempat, agar umat Buddha yang melakukan peribadatan bisa lebih khusyuk.

”Saat ini proses pembersihan sudah berjalan 50 persen, hanya tinggal memasang beberapa ornamen dan lampion di sekitar vihara saja,” ucapnya.

Lanjut Johny saat  ini Vihara Surya Dharma telah berhasil menambah luas tanah di bagian belakang berkat swadaya umat, sehingga kedepannya lahan tersebut akan dibangun gedung serba guna yang dapat digunakan untuk Sekolah Minggu Buddha (SMB), kegiatan kesenian dan barongsai. Kemudian bisa digunakan umat ekonomi menengah ke bawah merayakan pernikahan keluarganya.

”Untuk daya tampung sendiri sekitar 1.000 umat,” ujarnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang perayaan Imlek 2575 Kongzii yang berlangsung Sabtu (10/2) mendatang, seluruh umat Buddha di Kota Pekanbaru melakukan tradisi membersihkan vihara atau kelenteng.

Salah satu Vihara yang tengah melakukan tradisi bersih-bersih adalah Vihara Surya Dharma Jalan Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (6/2).

Umat Buddha baik tua maupun muda bersama-sama membersihkan seluruh bangunan serta ornamen dan patung dewa yang ada di dalam Vihara Surya Dharma. Mereka melakukan kegiatan bersih-bersih ini selem beberapa hari terakhir, agar saat perayaan Imlek tahun Naga Kayu seluruh umat bisa melakukan ibadah dengan nyaman dikawasan Vihara Surya Dharma tersebut.

Wakil Ketua Yayasan Vihara Surya Dharma Johny kepada Riau Pos menjelaskan, tradisi bersih-bersih itu rutin dilakukan jelang Imlek. Perayaan Imlek atau Tahun Baru China adalah perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Baca Juga:  Toko Sembako di Jalan Paus Ludes Dilalap Si Jago Merah

Apalagi dalam penanggalan Cina, Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang adalah tahun Naga Kayu yang memiliki makna simbol kekuatan, keberuntungan, dan kebijaksanaan.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan mulai dari altar suci serta rupang-rupang Buddha dilakukan umat Buddha keturunan Tionghoa yang ada di Kota Pekanbaru.

Aksi bersih-bersih ini juga memiliki sebagai pemurnian diri dari dosa. Makanya dalam proses aksi bersih-bersih altar suci serta rupang-rupang Buddha harus menggunakan air yang telah dicampur bunga sebagai bentuk pemurnian diri atas dosa, sekaligus bentuk penghilangan kebencian dan kebodohan batin.

”Pembersihan altar suci ini kita maknai dengan suatu simbolis bahwa, kita umat Buddha harus memebersihkan diri dari keserakahan, kebencian dan kebodohan batin. Jadi itu semua, itu semua adalah akar dari kejahatan, sehingga itu harus kita lenyapkan di dalam diri kita,” katanya.

Baca Juga:  Pemilih Pemula Antusias Ikuti Pemilu

Selain bersih-bersih, para umat juga melakukan dekorasi di vihara setempat, agar umat Buddha yang melakukan peribadatan bisa lebih khusyuk.

”Saat ini proses pembersihan sudah berjalan 50 persen, hanya tinggal memasang beberapa ornamen dan lampion di sekitar vihara saja,” ucapnya.

Lanjut Johny saat  ini Vihara Surya Dharma telah berhasil menambah luas tanah di bagian belakang berkat swadaya umat, sehingga kedepannya lahan tersebut akan dibangun gedung serba guna yang dapat digunakan untuk Sekolah Minggu Buddha (SMB), kegiatan kesenian dan barongsai. Kemudian bisa digunakan umat ekonomi menengah ke bawah merayakan pernikahan keluarganya.

”Untuk daya tampung sendiri sekitar 1.000 umat,” ujarnya.(ayi)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari