Kamis, 23 Mei 2024

Harga Barang Pokok Mulai Naik Lagi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepekan jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, harga barang keperluan pokok di Kota Pekanbaru yang sebelumnya sudah turun, kini mulai naik kembali.

Pantauan Riau Pos, Rabu (3/4) di Pasar Dupa Kencana, harga sejumlah barang keperluan pokok mulai mengalami kenaikan. Seperti cabai merah Bukittinggi yang beberapa pekan lalu sudah berada di harga Rp60.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogram, cabai merah Lampung juga mengalami

Yamaha

kenaikan dari sebelumnya hanyak Rp40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram, sementara untuk cabai rawit masih dijual Rp60.000, tomat Rp22.000 per kilogram, kentang Rp22.000 per kilogram.

Menurut pedagang di Pasar Dupa Kencana Rizki mengaku harga kebutuhan pokok seperti cabai memang mulai kembali mengalami kenaikan namun secara bertahap. Pasalnya kebutuhan masyarakat terhadap cabai jelang IdulFitri cukup meningkatkan sehingga membuat pasokan bahan baku tidak mencukupi.

”Memang naik, tapi tidak banyak. Karena biasanya kalau jelang lebaran memang makanan yang bernuansa pedas itu selalu diminati. Lagi pula biasanya ini mau Lebaran, pasti sudah jadi hal lumrah kalau setiap perayaan keagamaan mengalami kenaikan harga,” ucapnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melalui Petugas Enumerator Hamidi membenarkan jika saat ini mulai ada sejumlah barang keperluan pokok yang mengalami kenaikan harga jelang Lebaran.

Baca Juga:  Touring, Jajal Performa Aerox 155 VVA

Harga bahan pangan berupa cabai-cabaian kembali mengalami kenaikan harga, sejak awal April 2024 ini

- Advertisement -

Di mana, berdasarkan monitoring harga kebutuhan pangan di Pasar Arengka dan Pasar Dupa Kota Pekanbaru untuk harga

beras Anak Daro ukuran 10kg dijual  Rp170.000, mi kering instan Rp3.000, tepung terigu curah Rp10.000 per kilogram, daging ayam ras Rp27.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, ikan kembung Rp35.000 per kilogram, dan udang basah Rp90.000 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp55.000 per papan, susu bubuk Dancow 400gram Rp42.000, susu bubuk balita Rp51.000,

tahu mentah Rp600, tempe Rp6.000 per buah, bawang merah sedang solok Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp42.000 per kilogram, cabai merah bukit Rp70.000 per kilogram, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp16.000 per kilogram, gula pasir curah Rp18.000 per kilogram,beras medium SPHP Rp57.500 per 5 kilogram, dan cabai merah medan Rp60.000 per kilogram.

”Guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil kami akan terus melakukan monitoring ke sejumlah pasar serta tetap mengadakan kegiatan gerakan pangan murah untuk menekan harga di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, inflasi di Kota Pekanbaru termasuk salah satu yang terendah di Provinsi Riau dibanding Kampar, Indragiri Hilir, dan Dumai.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Hambat Lalu Lintas Kendaraan

”Inflasi kita di bulan Maret ini sebesar 0,66 tapi year on year-nya itu di 2,86 angka ini merupakan yang terendah di Riau dibandingkan Kampar, Indragiri Hilir kemudian juga di Dumai kita termasuk yang paling rendah inflasinya,” ujar Indra.

Meski demikian, dikatakan Indra ada beberapa hal yang perlu di antisipasi oleh Pemko Pekanbaru terutama H-8 jelang lebaran, salah satunya terkait bahan pangan dan potensi-potensi penyumbang inflasi itu selain beras, cabai merah dan lain-lain tentu dari kelompok sayur mayur dan juga bahan-bahan untuk membuat kue Lebaran, ketupat dan lain-lain. Jadi komoditi seperti buncis, kacang panjang, kacang tanah dan lain-lain itu juga perlu diantisipasi.

Lebih lanjut dikatakan Indra pihaknya telah memberikan arahan salah satunya kepada Disperindag Kota Pekanbaru untuk bisa melakukan gerakan pangan murah.

”Tadi kami memberikan arahan kepada kadisperindag supaya dilakukan gerakan pangan murah, oleh ketapang juga di lingkungan Kota Pekanbaru dan juga kita nanti akan cek bersama-sama dengan forkopimda berkaitan dengan distributor-distributor yang mungkin di sinyalir lalai dalam menyalurkan bahan-bahan pangan, tapi secara umum kita sangat berterimakasih tadi inflasi kita sudah cukup terkendali dengan baik,” ujarnya.(ayi)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepekan jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, harga barang keperluan pokok di Kota Pekanbaru yang sebelumnya sudah turun, kini mulai naik kembali.

Pantauan Riau Pos, Rabu (3/4) di Pasar Dupa Kencana, harga sejumlah barang keperluan pokok mulai mengalami kenaikan. Seperti cabai merah Bukittinggi yang beberapa pekan lalu sudah berada di harga Rp60.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogram, cabai merah Lampung juga mengalami

kenaikan dari sebelumnya hanyak Rp40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram, sementara untuk cabai rawit masih dijual Rp60.000, tomat Rp22.000 per kilogram, kentang Rp22.000 per kilogram.

Menurut pedagang di Pasar Dupa Kencana Rizki mengaku harga kebutuhan pokok seperti cabai memang mulai kembali mengalami kenaikan namun secara bertahap. Pasalnya kebutuhan masyarakat terhadap cabai jelang IdulFitri cukup meningkatkan sehingga membuat pasokan bahan baku tidak mencukupi.

”Memang naik, tapi tidak banyak. Karena biasanya kalau jelang lebaran memang makanan yang bernuansa pedas itu selalu diminati. Lagi pula biasanya ini mau Lebaran, pasti sudah jadi hal lumrah kalau setiap perayaan keagamaan mengalami kenaikan harga,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melalui Petugas Enumerator Hamidi membenarkan jika saat ini mulai ada sejumlah barang keperluan pokok yang mengalami kenaikan harga jelang Lebaran.

Baca Juga:  Jarak Pandang Kembali Menurun

Harga bahan pangan berupa cabai-cabaian kembali mengalami kenaikan harga, sejak awal April 2024 ini

Di mana, berdasarkan monitoring harga kebutuhan pangan di Pasar Arengka dan Pasar Dupa Kota Pekanbaru untuk harga

beras Anak Daro ukuran 10kg dijual  Rp170.000, mi kering instan Rp3.000, tepung terigu curah Rp10.000 per kilogram, daging ayam ras Rp27.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, ikan kembung Rp35.000 per kilogram, dan udang basah Rp90.000 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp55.000 per papan, susu bubuk Dancow 400gram Rp42.000, susu bubuk balita Rp51.000,

tahu mentah Rp600, tempe Rp6.000 per buah, bawang merah sedang solok Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp42.000 per kilogram, cabai merah bukit Rp70.000 per kilogram, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp16.000 per kilogram, gula pasir curah Rp18.000 per kilogram,beras medium SPHP Rp57.500 per 5 kilogram, dan cabai merah medan Rp60.000 per kilogram.

”Guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil kami akan terus melakukan monitoring ke sejumlah pasar serta tetap mengadakan kegiatan gerakan pangan murah untuk menekan harga di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, inflasi di Kota Pekanbaru termasuk salah satu yang terendah di Provinsi Riau dibanding Kampar, Indragiri Hilir, dan Dumai.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Hambat Lalu Lintas Kendaraan

”Inflasi kita di bulan Maret ini sebesar 0,66 tapi year on year-nya itu di 2,86 angka ini merupakan yang terendah di Riau dibandingkan Kampar, Indragiri Hilir kemudian juga di Dumai kita termasuk yang paling rendah inflasinya,” ujar Indra.

Meski demikian, dikatakan Indra ada beberapa hal yang perlu di antisipasi oleh Pemko Pekanbaru terutama H-8 jelang lebaran, salah satunya terkait bahan pangan dan potensi-potensi penyumbang inflasi itu selain beras, cabai merah dan lain-lain tentu dari kelompok sayur mayur dan juga bahan-bahan untuk membuat kue Lebaran, ketupat dan lain-lain. Jadi komoditi seperti buncis, kacang panjang, kacang tanah dan lain-lain itu juga perlu diantisipasi.

Lebih lanjut dikatakan Indra pihaknya telah memberikan arahan salah satunya kepada Disperindag Kota Pekanbaru untuk bisa melakukan gerakan pangan murah.

”Tadi kami memberikan arahan kepada kadisperindag supaya dilakukan gerakan pangan murah, oleh ketapang juga di lingkungan Kota Pekanbaru dan juga kita nanti akan cek bersama-sama dengan forkopimda berkaitan dengan distributor-distributor yang mungkin di sinyalir lalai dalam menyalurkan bahan-bahan pangan, tapi secara umum kita sangat berterimakasih tadi inflasi kita sudah cukup terkendali dengan baik,” ujarnya.(ayi)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari