Senin, 27 April 2026
- Advertisement -

Retribusi Sampah Tak Pernah Capai Target

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pansus DPRD Pekanbaru menyoroti soal PAD, dari retribusi sampah setiap tahunnya. Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, dalam dua tahun terakhir, realisasi jauh dari target yang ditetapkan sejak awal.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Retribusi Sampah, Isa Lahamid kepada wartawan, Kamis (5/8), dia membeberkan, tahun 2020 lalu, dari target yang dipatok Rp83 miliar. Namun DLHK hanya bisa merealisasikannya Rp 6 miliar, atau sekitar 8 persen dari target.

Sementara itu, untuk tahun 2021 ini, hingga gulan Juli kemarin, retribusi yang baru diraih Rp2,4 miliar. Padahal target yang dipatok tahun 2021 ini sekitar Rp 100 miliar.

Hal ini ditanyakan langsung kepada DLHK Pekanbaru mengapa tak bisa mencapai target. Dan kesimpulannya pun diketahui dan langsung diberikan solusi.

Baca Juga:  Fun Run Jadi Rangkaian Sumatera Jungle Run dalam Cegah Karhutla

"Penyebab utama tidak tercapainya target yakni, karena banyaknya pengangkutan sampah secara mandiri atau ilegal masih terjadi,"ungkap Isa.

Kepada DLHK pun diminta untuk dapat menyelesaikan persoalan ini. Sebab, pungutan uang sampah mandiri ini, tidak masuk PAD. "Ini yang harus diselesaikan oleh DLHK Pekanbaru. Hentikan pengangkutan sampah mandiri, lalu kelola oleh DLHK dengan baik,"tegas Isa memberikan saran solusi.

Dari rapat pansus juga, politisi PKS ini mengatakan, pembiaran yang dilakukan DLHK Pekanbaru selama ini, karena tidak mampu menertibkan pengangkutan mandiri ini, yang menyebabkan PAD bocor. Padahal, jika sungguh-sungguh menertibkannya, lalu memastikan pengambilan sampah ke rumah-rumah masyarakat, maka PAD yang dipatok tersebut, bisa tercapai. "Sekarang kami minta bereskan dulu masalah ini,"pintanya.(gus)

Baca Juga:  Menteri Pariwisata Kagum Fasilitas  Pelabuhan Internasional Pelindo Dumai

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pansus DPRD Pekanbaru menyoroti soal PAD, dari retribusi sampah setiap tahunnya. Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, dalam dua tahun terakhir, realisasi jauh dari target yang ditetapkan sejak awal.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Retribusi Sampah, Isa Lahamid kepada wartawan, Kamis (5/8), dia membeberkan, tahun 2020 lalu, dari target yang dipatok Rp83 miliar. Namun DLHK hanya bisa merealisasikannya Rp 6 miliar, atau sekitar 8 persen dari target.

Sementara itu, untuk tahun 2021 ini, hingga gulan Juli kemarin, retribusi yang baru diraih Rp2,4 miliar. Padahal target yang dipatok tahun 2021 ini sekitar Rp 100 miliar.

Hal ini ditanyakan langsung kepada DLHK Pekanbaru mengapa tak bisa mencapai target. Dan kesimpulannya pun diketahui dan langsung diberikan solusi.

Baca Juga:  Salah Satu Warga Positif Corona, Masyarakat Semprotkan Disinfektan secara Swadaya

"Penyebab utama tidak tercapainya target yakni, karena banyaknya pengangkutan sampah secara mandiri atau ilegal masih terjadi,"ungkap Isa.

- Advertisement -

Kepada DLHK pun diminta untuk dapat menyelesaikan persoalan ini. Sebab, pungutan uang sampah mandiri ini, tidak masuk PAD. "Ini yang harus diselesaikan oleh DLHK Pekanbaru. Hentikan pengangkutan sampah mandiri, lalu kelola oleh DLHK dengan baik,"tegas Isa memberikan saran solusi.

Dari rapat pansus juga, politisi PKS ini mengatakan, pembiaran yang dilakukan DLHK Pekanbaru selama ini, karena tidak mampu menertibkan pengangkutan mandiri ini, yang menyebabkan PAD bocor. Padahal, jika sungguh-sungguh menertibkannya, lalu memastikan pengambilan sampah ke rumah-rumah masyarakat, maka PAD yang dipatok tersebut, bisa tercapai. "Sekarang kami minta bereskan dulu masalah ini,"pintanya.(gus)

- Advertisement -
Baca Juga:  Dibatalkan 14 Jam sebelum Musda Dibuka

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pansus DPRD Pekanbaru menyoroti soal PAD, dari retribusi sampah setiap tahunnya. Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, dalam dua tahun terakhir, realisasi jauh dari target yang ditetapkan sejak awal.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Retribusi Sampah, Isa Lahamid kepada wartawan, Kamis (5/8), dia membeberkan, tahun 2020 lalu, dari target yang dipatok Rp83 miliar. Namun DLHK hanya bisa merealisasikannya Rp 6 miliar, atau sekitar 8 persen dari target.

Sementara itu, untuk tahun 2021 ini, hingga gulan Juli kemarin, retribusi yang baru diraih Rp2,4 miliar. Padahal target yang dipatok tahun 2021 ini sekitar Rp 100 miliar.

Hal ini ditanyakan langsung kepada DLHK Pekanbaru mengapa tak bisa mencapai target. Dan kesimpulannya pun diketahui dan langsung diberikan solusi.

Baca Juga:  Billboard Jalan Duyung Roboh, Timpa Gapura dan Motor

"Penyebab utama tidak tercapainya target yakni, karena banyaknya pengangkutan sampah secara mandiri atau ilegal masih terjadi,"ungkap Isa.

Kepada DLHK pun diminta untuk dapat menyelesaikan persoalan ini. Sebab, pungutan uang sampah mandiri ini, tidak masuk PAD. "Ini yang harus diselesaikan oleh DLHK Pekanbaru. Hentikan pengangkutan sampah mandiri, lalu kelola oleh DLHK dengan baik,"tegas Isa memberikan saran solusi.

Dari rapat pansus juga, politisi PKS ini mengatakan, pembiaran yang dilakukan DLHK Pekanbaru selama ini, karena tidak mampu menertibkan pengangkutan mandiri ini, yang menyebabkan PAD bocor. Padahal, jika sungguh-sungguh menertibkannya, lalu memastikan pengambilan sampah ke rumah-rumah masyarakat, maka PAD yang dipatok tersebut, bisa tercapai. "Sekarang kami minta bereskan dulu masalah ini,"pintanya.(gus)

Baca Juga:  Salah Satu Warga Positif Corona, Masyarakat Semprotkan Disinfektan secara Swadaya

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari