Selasa, 5 Mei 2026
- Advertisement -

385 Warga Pekanbaru Terjangkit DBD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga pekan ke 22 tahun 2020, ada 385 warga Pekanbaru terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah ini, lima orang hingga kini masih dirawat. Tercatat pula Kecamatan Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Kamis (4/6) melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi. "Kasus DBD hingga pekan ke-22 tahun 2020 mencapai 385 kasus. Ada penambahan lima kasus dari pekan kemarin," katanya.

Lebih lanjut dipaparkannya, penambahan lima kasus ini terdapat di tiga kecamatan.

"Kecamatan Sail bertambah satu kasus, Kecamatan Tenayan Raya bertambah tiga kasus dan Kecamatan Payung Sekaki satu kasus," imbuhnya sambil mengatakan lima orang dari seluruh penderita DBD kini masih dirawat.

Baca Juga:  Veteran Terima Sagu Hati dari Pemko

Dirincikan, pada 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak, yakni 74 kasus. Sementara Kecamatan Sukajadi 15 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai Pesisir 14 kasus, Rumbai 25 kasus, Limapuluh 31 kasus, Sail 5 kasus, Bukit Raya 42 kasus, Marpoyan Damai 52 kasus, Tampan 60 kasus, dan Payung Sekaki 45 kasus.

Diungkapkan Maisel, penyebaran DBD di tengah masyarakat terkait erat dengan persoalan lingkungan. "Ini persoalan lingkungan. Bagaimana kita menjaga lingkungan di sekitar kita agar tidak menjadi sarang nyamuk aedes agepty," ucapnya.

Masyarakat sambungnya harus membudayakan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena itu merupakan faktor utama agar dapat memutus sebaran kasus DBD. Juga penting menerapkan gerakan 3M yaitu menguras bak penampungan, menutup bak penampungan, dan mengubur barang-barang bekas.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM Unggul dan Cinta Alquran

"Kami juga melalui setiap puskesmas memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar terhindar dari DBD. Selain itu kita juga ada tim untuk melakukan fogging di wilayah yang memiliki sebaran kasus DBD," paparnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN (Pekanbaru)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga pekan ke 22 tahun 2020, ada 385 warga Pekanbaru terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah ini, lima orang hingga kini masih dirawat. Tercatat pula Kecamatan Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Kamis (4/6) melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi. "Kasus DBD hingga pekan ke-22 tahun 2020 mencapai 385 kasus. Ada penambahan lima kasus dari pekan kemarin," katanya.

Lebih lanjut dipaparkannya, penambahan lima kasus ini terdapat di tiga kecamatan.

"Kecamatan Sail bertambah satu kasus, Kecamatan Tenayan Raya bertambah tiga kasus dan Kecamatan Payung Sekaki satu kasus," imbuhnya sambil mengatakan lima orang dari seluruh penderita DBD kini masih dirawat.

Baca Juga:  Mangkir Panggilan DPRD, Kadis LHK Sulit Ditemui di Kantor

Dirincikan, pada 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak, yakni 74 kasus. Sementara Kecamatan Sukajadi 15 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai Pesisir 14 kasus, Rumbai 25 kasus, Limapuluh 31 kasus, Sail 5 kasus, Bukit Raya 42 kasus, Marpoyan Damai 52 kasus, Tampan 60 kasus, dan Payung Sekaki 45 kasus.

- Advertisement -

Diungkapkan Maisel, penyebaran DBD di tengah masyarakat terkait erat dengan persoalan lingkungan. "Ini persoalan lingkungan. Bagaimana kita menjaga lingkungan di sekitar kita agar tidak menjadi sarang nyamuk aedes agepty," ucapnya.

Masyarakat sambungnya harus membudayakan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena itu merupakan faktor utama agar dapat memutus sebaran kasus DBD. Juga penting menerapkan gerakan 3M yaitu menguras bak penampungan, menutup bak penampungan, dan mengubur barang-barang bekas.

- Advertisement -
Baca Juga:  Tingkatkan SDM Unggul dan Cinta Alquran

"Kami juga melalui setiap puskesmas memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar terhindar dari DBD. Selain itu kita juga ada tim untuk melakukan fogging di wilayah yang memiliki sebaran kasus DBD," paparnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN (Pekanbaru)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga pekan ke 22 tahun 2020, ada 385 warga Pekanbaru terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah ini, lima orang hingga kini masih dirawat. Tercatat pula Kecamatan Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Kamis (4/6) melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi. "Kasus DBD hingga pekan ke-22 tahun 2020 mencapai 385 kasus. Ada penambahan lima kasus dari pekan kemarin," katanya.

Lebih lanjut dipaparkannya, penambahan lima kasus ini terdapat di tiga kecamatan.

"Kecamatan Sail bertambah satu kasus, Kecamatan Tenayan Raya bertambah tiga kasus dan Kecamatan Payung Sekaki satu kasus," imbuhnya sambil mengatakan lima orang dari seluruh penderita DBD kini masih dirawat.

Baca Juga:  Rumah Sakit Tak Selalu untuk Orang Sakit

Dirincikan, pada 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, Tenayan Raya jadi wilayah dengan penderita terbanyak, yakni 74 kasus. Sementara Kecamatan Sukajadi 15 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, Rumbai Pesisir 14 kasus, Rumbai 25 kasus, Limapuluh 31 kasus, Sail 5 kasus, Bukit Raya 42 kasus, Marpoyan Damai 52 kasus, Tampan 60 kasus, dan Payung Sekaki 45 kasus.

Diungkapkan Maisel, penyebaran DBD di tengah masyarakat terkait erat dengan persoalan lingkungan. "Ini persoalan lingkungan. Bagaimana kita menjaga lingkungan di sekitar kita agar tidak menjadi sarang nyamuk aedes agepty," ucapnya.

Masyarakat sambungnya harus membudayakan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena itu merupakan faktor utama agar dapat memutus sebaran kasus DBD. Juga penting menerapkan gerakan 3M yaitu menguras bak penampungan, menutup bak penampungan, dan mengubur barang-barang bekas.

Baca Juga:  Disnakertrans Rampungkan Penyelidikan Kecelakaan Kerja PT SDO Dumai

"Kami juga melalui setiap puskesmas memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar terhindar dari DBD. Selain itu kita juga ada tim untuk melakukan fogging di wilayah yang memiliki sebaran kasus DBD," paparnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN (Pekanbaru)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari