Sabtu, 27 Juni 2026
- Advertisement -

Hidup di Jalan Mudah Terpapar Kriminalitas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbicara kriminalitas seolah tak ada habisnya. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan, sekalipun sudah waspada. Itu dipicu karena ada kesempatan.

Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Syahrul Akmal Latif kepada Riau Pos mengatakan, secara kasat mata, kriminalitas saat ini jelas tinggi. Sebab kondisi sosial ekonomi saat ini bermasalah. Piranti kerekatan sosial makin jauh.

"Kriminalitas jelas tinggi. Itu dipengaruhi jika dulu piranti kerekatan sosial dekat, adanya saling mengingatkan, saling mendekati. Namun kini situasinya berbeda dan makin jauh," terangnya.

Dengan demikian, dapat dilihat mereka yang tidak punya rumah maupun yang gelandangan, pengemis dan lainnya dapat dilihat secara kasat mata. Namun, yang menjadi pertanyaan kata Akmal, di mana kehadiran negara?

Baca Juga:  Murid Juri, Guru Peserta 

"Sementara fakir miskin dipelihara. Kok negara tidak peduli dengan mereka ini. Yang seharusnya mereka di rumah dan mereka dimanfaatkan. Ini menjadi hal yang sangat menyedihkan," tegasnya kemarin.

Masih kata Akmal, di Riau yang katanya provinsi kaya namun masih banyak dijumpai yang tidak punya tempat tinggal. Dengan demikian, mereka yang di jalan lebih mudah terpapar kriminalitas.

 "Sehari tak makan, boleh. Dua hari tak makan, azab. Sedangkan tiga hari tak makan, hanya dua pilihan hidup atau mati. Kalau orang tak memperhatikan yang tidak makan tentu kita korbannya," terangnya.

Oleh karena itu, conventional crime dilakukan oleh yang terdekat. Sebab tidak ada lagi yang memberikan untuk hidup mereka. Apalagi jika mempunyai anak banyak itu jadi tantangan tersendiri di kehidupan sosial.(s)

Baca Juga:  Tiga Puskesmas Ini Terima Bantuan APD dari Kapolresta Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbicara kriminalitas seolah tak ada habisnya. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan, sekalipun sudah waspada. Itu dipicu karena ada kesempatan.

Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Syahrul Akmal Latif kepada Riau Pos mengatakan, secara kasat mata, kriminalitas saat ini jelas tinggi. Sebab kondisi sosial ekonomi saat ini bermasalah. Piranti kerekatan sosial makin jauh.

"Kriminalitas jelas tinggi. Itu dipengaruhi jika dulu piranti kerekatan sosial dekat, adanya saling mengingatkan, saling mendekati. Namun kini situasinya berbeda dan makin jauh," terangnya.

Dengan demikian, dapat dilihat mereka yang tidak punya rumah maupun yang gelandangan, pengemis dan lainnya dapat dilihat secara kasat mata. Namun, yang menjadi pertanyaan kata Akmal, di mana kehadiran negara?

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Klaim Tumpukan Sampah Berkurang

"Sementara fakir miskin dipelihara. Kok negara tidak peduli dengan mereka ini. Yang seharusnya mereka di rumah dan mereka dimanfaatkan. Ini menjadi hal yang sangat menyedihkan," tegasnya kemarin.

- Advertisement -

Masih kata Akmal, di Riau yang katanya provinsi kaya namun masih banyak dijumpai yang tidak punya tempat tinggal. Dengan demikian, mereka yang di jalan lebih mudah terpapar kriminalitas.

 "Sehari tak makan, boleh. Dua hari tak makan, azab. Sedangkan tiga hari tak makan, hanya dua pilihan hidup atau mati. Kalau orang tak memperhatikan yang tidak makan tentu kita korbannya," terangnya.

- Advertisement -

Oleh karena itu, conventional crime dilakukan oleh yang terdekat. Sebab tidak ada lagi yang memberikan untuk hidup mereka. Apalagi jika mempunyai anak banyak itu jadi tantangan tersendiri di kehidupan sosial.(s)

Baca Juga:  Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Dumai dan Rohil
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbicara kriminalitas seolah tak ada habisnya. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan, sekalipun sudah waspada. Itu dipicu karena ada kesempatan.

Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Syahrul Akmal Latif kepada Riau Pos mengatakan, secara kasat mata, kriminalitas saat ini jelas tinggi. Sebab kondisi sosial ekonomi saat ini bermasalah. Piranti kerekatan sosial makin jauh.

"Kriminalitas jelas tinggi. Itu dipengaruhi jika dulu piranti kerekatan sosial dekat, adanya saling mengingatkan, saling mendekati. Namun kini situasinya berbeda dan makin jauh," terangnya.

Dengan demikian, dapat dilihat mereka yang tidak punya rumah maupun yang gelandangan, pengemis dan lainnya dapat dilihat secara kasat mata. Namun, yang menjadi pertanyaan kata Akmal, di mana kehadiran negara?

Baca Juga:  Masih Banyak Warga Keluyuran Malam

"Sementara fakir miskin dipelihara. Kok negara tidak peduli dengan mereka ini. Yang seharusnya mereka di rumah dan mereka dimanfaatkan. Ini menjadi hal yang sangat menyedihkan," tegasnya kemarin.

Masih kata Akmal, di Riau yang katanya provinsi kaya namun masih banyak dijumpai yang tidak punya tempat tinggal. Dengan demikian, mereka yang di jalan lebih mudah terpapar kriminalitas.

 "Sehari tak makan, boleh. Dua hari tak makan, azab. Sedangkan tiga hari tak makan, hanya dua pilihan hidup atau mati. Kalau orang tak memperhatikan yang tidak makan tentu kita korbannya," terangnya.

Oleh karena itu, conventional crime dilakukan oleh yang terdekat. Sebab tidak ada lagi yang memberikan untuk hidup mereka. Apalagi jika mempunyai anak banyak itu jadi tantangan tersendiri di kehidupan sosial.(s)

Baca Juga:  Tanam Pohon Bakau di Lahan Konservasi Pesisir Pantai Dumai

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari