Sabtu, 21 Februari 2026
- Advertisement -

Siap Hadapi Tol Lingkar Pekanbaru, Pemprov Riau Bakal Perlebar Jalan HR Soebrantas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, sebagai langkah antisipasi meningkatnya volume kendaraan seiring rampungnya Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang ditargetkan selesai pada 2026.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pelebaran jalan tersebut akan mulai dilakukan pada 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang diperkirakan keluar melalui Jalan HR Soebrantas setelah tol lingkar beroperasi penuh.

“Untuk menghadapi dan mengantisipasi lonjakan kendaraan dampak dari Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang diperkirakan selesai tahun 2026, Pemprov Riau akan melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas,” ujar SF Hariyanto, Ahad (4/1).

Ia menjelaskan, pelebaran jalan tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan bertahap per segmen. Hal ini disesuaikan dengan kondisi keuangan Pemprov Riau yang saat ini belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga:  Muhibbah Travel Tegaskan Hormati Proses Hukum KPK, KPK Pastikan Khalid Hanya Saksi

Menurutnya, jika Jalan Tol Lingkar Pekanbaru telah beroperasi, arus kendaraan dari Dumai, Rengat, dan Kampar dipastikan akan keluar melalui Jalan HR Soebrantas. Kondisi tersebut berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dan memicu kemacetan.

“Segmen yang pertama kita lebarkan itu di depan Kampus Universitas Riau, Rumah Sakit Jiwa, dan Kampus UIN Suska Riau. Lebarnya kita tingkatkan hingga 14 meter untuk mengantisipasi kendaraan dari tol,” jelasnya.

SF Hariyanto menegaskan, meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, pelebaran Jalan HR Soebrantas tetap perlu dilakukan demi kelancaran lalu lintas ke depan.

“Suka atau tidak, ada uang atau tidak, kita harus siap. Pengerjaan dilakukan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia,” tegasnya.

Baca Juga:  Putusan Akhir di Tangan Wako

Selain itu, Pemprov Riau juga akan mengoptimalkan jalur lambat yang telah dibangun sebelumnya oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Jalur tersebut akan disatukan dengan ruas utama, termasuk penataan ulang tiang listrik dan perbaikan infrastruktur pendukung.

“Kita harapkan nantinya satu jalur bisa dilewati hingga tujuh mobil agar arus lalu lintas lebih lancar,” tutupnya.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, sebagai langkah antisipasi meningkatnya volume kendaraan seiring rampungnya Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang ditargetkan selesai pada 2026.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pelebaran jalan tersebut akan mulai dilakukan pada 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang diperkirakan keluar melalui Jalan HR Soebrantas setelah tol lingkar beroperasi penuh.

“Untuk menghadapi dan mengantisipasi lonjakan kendaraan dampak dari Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang diperkirakan selesai tahun 2026, Pemprov Riau akan melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas,” ujar SF Hariyanto, Ahad (4/1).

Ia menjelaskan, pelebaran jalan tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan bertahap per segmen. Hal ini disesuaikan dengan kondisi keuangan Pemprov Riau yang saat ini belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga:  Teliti Pelepah Sawit, Zainuri Raih Gelar Doktor

Menurutnya, jika Jalan Tol Lingkar Pekanbaru telah beroperasi, arus kendaraan dari Dumai, Rengat, dan Kampar dipastikan akan keluar melalui Jalan HR Soebrantas. Kondisi tersebut berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dan memicu kemacetan.

- Advertisement -

“Segmen yang pertama kita lebarkan itu di depan Kampus Universitas Riau, Rumah Sakit Jiwa, dan Kampus UIN Suska Riau. Lebarnya kita tingkatkan hingga 14 meter untuk mengantisipasi kendaraan dari tol,” jelasnya.

SF Hariyanto menegaskan, meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, pelebaran Jalan HR Soebrantas tetap perlu dilakukan demi kelancaran lalu lintas ke depan.

- Advertisement -

“Suka atau tidak, ada uang atau tidak, kita harus siap. Pengerjaan dilakukan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia,” tegasnya.

Baca Juga:  Didi Kempot Akan Ambyar-kan Pekanbaru Malam Ini

Selain itu, Pemprov Riau juga akan mengoptimalkan jalur lambat yang telah dibangun sebelumnya oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Jalur tersebut akan disatukan dengan ruas utama, termasuk penataan ulang tiang listrik dan perbaikan infrastruktur pendukung.

“Kita harapkan nantinya satu jalur bisa dilewati hingga tujuh mobil agar arus lalu lintas lebih lancar,” tutupnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, sebagai langkah antisipasi meningkatnya volume kendaraan seiring rampungnya Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang ditargetkan selesai pada 2026.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pelebaran jalan tersebut akan mulai dilakukan pada 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang diperkirakan keluar melalui Jalan HR Soebrantas setelah tol lingkar beroperasi penuh.

“Untuk menghadapi dan mengantisipasi lonjakan kendaraan dampak dari Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang diperkirakan selesai tahun 2026, Pemprov Riau akan melakukan pelebaran Jalan HR Soebrantas,” ujar SF Hariyanto, Ahad (4/1).

Ia menjelaskan, pelebaran jalan tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan bertahap per segmen. Hal ini disesuaikan dengan kondisi keuangan Pemprov Riau yang saat ini belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga:  DP3A Pekanbaru Tangani 113 Kasus

Menurutnya, jika Jalan Tol Lingkar Pekanbaru telah beroperasi, arus kendaraan dari Dumai, Rengat, dan Kampar dipastikan akan keluar melalui Jalan HR Soebrantas. Kondisi tersebut berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dan memicu kemacetan.

“Segmen yang pertama kita lebarkan itu di depan Kampus Universitas Riau, Rumah Sakit Jiwa, dan Kampus UIN Suska Riau. Lebarnya kita tingkatkan hingga 14 meter untuk mengantisipasi kendaraan dari tol,” jelasnya.

SF Hariyanto menegaskan, meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, pelebaran Jalan HR Soebrantas tetap perlu dilakukan demi kelancaran lalu lintas ke depan.

“Suka atau tidak, ada uang atau tidak, kita harus siap. Pengerjaan dilakukan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia,” tegasnya.

Baca Juga:  Muhibbah Travel Tegaskan Hormati Proses Hukum KPK, KPK Pastikan Khalid Hanya Saksi

Selain itu, Pemprov Riau juga akan mengoptimalkan jalur lambat yang telah dibangun sebelumnya oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Jalur tersebut akan disatukan dengan ruas utama, termasuk penataan ulang tiang listrik dan perbaikan infrastruktur pendukung.

“Kita harapkan nantinya satu jalur bisa dilewati hingga tujuh mobil agar arus lalu lintas lebih lancar,” tutupnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari