Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

Ratusan Anak Masih Alami Tengkes 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mendata, masih ada sekitar 250 anak di Kota Bertuah yang mengalami tengkes atau stunting.

Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, jumlah tersebut didapati setelah melakukan pengukuran terhadap anak-anak yang berisiko terhadap stunting yaitu berkisar dari 50 ribu anak di Kota Pekanbaru.

Hal ini, sebut Amin menunjukkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di mana Kota Pekanbaru mengalami angka prevalensi stunting dari 16,8 persen turun menjadi 8,7 persen.

”Kalau kita hitung persentasenya tentu itu sangat sedikit sekali dari 50 ribu,” katanya.

Lanjut Amin, guna menekan angka tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan tetap melanjutkan sejumlah program-program penanganan stunting di antaranya dengan melanjutkan program Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Baca Juga:  Tiga Tersangka Ditangkap

Program BAAS ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Program penanganan stunting di Kota Pekanbaru masih sama dengan tahun sebelumnya. Ada upaya penyuluhan, peningkatan kehadiran di posyandu hingga BAAS,” jelasnya.

Dikatakan Amin lagi, program tersebut terdiri dari  kampung sehat, peningkatan kehadiran masyarakat di posyandu, penyuluhan stunting kepada masyarakat, penyuluhan pola asuh, dan juga BAAS.

Pihaknya juga menggandeng pihak ketiga untuk membantu memberi makanan bergizi kepada anak yang terdampak dan berisiko stunting.

”Kami juga masih dibantu oleh beberapa pihak ketiga tentang pemberian makanan bergizi kepada anak yang terdampak stunting atau risiko stunting,” sebutnya.

Baca Juga:  New Normal, Inilah Tiga Hal yang Harus Dipatuhi Menurut Ginda

Sementara, terkait program BAAS akan diberikan kepada mereka betul-betul prioritas paling utama. Program BAAS akan diprioritaskan kepada anak yang usia 2 tahun ke bawah.

”Kadang ada anak yang stunting diakibatkan oleh pola asuh. Kadang ada juga karena kesehatan, tentu kita bantu dengan program Universal Health Coverage (UHC) dari program prioritas Pemko Pekanbaru,” katanya.(yls)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mendata, masih ada sekitar 250 anak di Kota Bertuah yang mengalami tengkes atau stunting.

Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, jumlah tersebut didapati setelah melakukan pengukuran terhadap anak-anak yang berisiko terhadap stunting yaitu berkisar dari 50 ribu anak di Kota Pekanbaru.

Hal ini, sebut Amin menunjukkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di mana Kota Pekanbaru mengalami angka prevalensi stunting dari 16,8 persen turun menjadi 8,7 persen.

”Kalau kita hitung persentasenya tentu itu sangat sedikit sekali dari 50 ribu,” katanya.

Lanjut Amin, guna menekan angka tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan tetap melanjutkan sejumlah program-program penanganan stunting di antaranya dengan melanjutkan program Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

- Advertisement -
Baca Juga:  Kasus Stunting Turun Menjadi 15,9 Persen

Program BAAS ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Program penanganan stunting di Kota Pekanbaru masih sama dengan tahun sebelumnya. Ada upaya penyuluhan, peningkatan kehadiran di posyandu hingga BAAS,” jelasnya.

Dikatakan Amin lagi, program tersebut terdiri dari  kampung sehat, peningkatan kehadiran masyarakat di posyandu, penyuluhan stunting kepada masyarakat, penyuluhan pola asuh, dan juga BAAS.

- Advertisement -

Pihaknya juga menggandeng pihak ketiga untuk membantu memberi makanan bergizi kepada anak yang terdampak dan berisiko stunting.

”Kami juga masih dibantu oleh beberapa pihak ketiga tentang pemberian makanan bergizi kepada anak yang terdampak stunting atau risiko stunting,” sebutnya.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak Indonesia

Sementara, terkait program BAAS akan diberikan kepada mereka betul-betul prioritas paling utama. Program BAAS akan diprioritaskan kepada anak yang usia 2 tahun ke bawah.

”Kadang ada anak yang stunting diakibatkan oleh pola asuh. Kadang ada juga karena kesehatan, tentu kita bantu dengan program Universal Health Coverage (UHC) dari program prioritas Pemko Pekanbaru,” katanya.(yls)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mendata, masih ada sekitar 250 anak di Kota Bertuah yang mengalami tengkes atau stunting.

Kepala Disdalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, jumlah tersebut didapati setelah melakukan pengukuran terhadap anak-anak yang berisiko terhadap stunting yaitu berkisar dari 50 ribu anak di Kota Pekanbaru.

Hal ini, sebut Amin menunjukkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di mana Kota Pekanbaru mengalami angka prevalensi stunting dari 16,8 persen turun menjadi 8,7 persen.

”Kalau kita hitung persentasenya tentu itu sangat sedikit sekali dari 50 ribu,” katanya.

Lanjut Amin, guna menekan angka tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan tetap melanjutkan sejumlah program-program penanganan stunting di antaranya dengan melanjutkan program Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Baca Juga:  Pemkab Luncurkan BAAS

Program BAAS ini merupakan salah satu program yang diluncurkan oleh BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Program penanganan stunting di Kota Pekanbaru masih sama dengan tahun sebelumnya. Ada upaya penyuluhan, peningkatan kehadiran di posyandu hingga BAAS,” jelasnya.

Dikatakan Amin lagi, program tersebut terdiri dari  kampung sehat, peningkatan kehadiran masyarakat di posyandu, penyuluhan stunting kepada masyarakat, penyuluhan pola asuh, dan juga BAAS.

Pihaknya juga menggandeng pihak ketiga untuk membantu memberi makanan bergizi kepada anak yang terdampak dan berisiko stunting.

”Kami juga masih dibantu oleh beberapa pihak ketiga tentang pemberian makanan bergizi kepada anak yang terdampak stunting atau risiko stunting,” sebutnya.

Baca Juga:  Pelajar Tewas Tersetrum Listrik di Portal Jalan

Sementara, terkait program BAAS akan diberikan kepada mereka betul-betul prioritas paling utama. Program BAAS akan diprioritaskan kepada anak yang usia 2 tahun ke bawah.

”Kadang ada anak yang stunting diakibatkan oleh pola asuh. Kadang ada juga karena kesehatan, tentu kita bantu dengan program Universal Health Coverage (UHC) dari program prioritas Pemko Pekanbaru,” katanya.(yls)

Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari