Senin, 22 April 2024

Tangani Banjir, Pemko Ajak Pemprov Bersinergi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jalan Jenderal Sudirman ujung atau Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai kembali tergenang cukup dalam, Selasa (2/1). Ketinggian air yang merendam badan jalan selepas Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah ini mencapai 30-40 centi­meter (cm).

Banjir di Jalan Jenderal Sudirman ujung ini disebabkan meluapnya air Sungai Siak. Beberapa pengendara sempat ragu melewati banjir karena takut kendaraan mereka mati mesin atau terperosok lubang yang tidak terlihat karena tertutup air.

- Advertisement -

”Awalnya cukup ragu juga saat melintas genangan banjir, takutnya (air) dalam, ban masuk di lubang. Semoga banjir cepat surut kembali dan jalan bisa kering kembali sehingga mudah dilalui,” sebut Yudi, salah seorang warga Pekanbaru yang melintasi jalan pakai sepeda motor tersebut. Hal senada disampaikan Iwan. Menurutnya, badan Jalan Jenderal Sudirman tersebut kerap tergenang banjir setiap tahunnya. ”Kalau musim hujan ya seperti sekarang ini, luapan air Sungai Siak sampai ke badan jalan. Biasanya cepat surut banjirnya. Tapi kalau hujan lagi, ya lama surutnya,” kata warga Rumbai tersebut saat melintas dengan mobilnya dan harus mengurangi laju mobilnya saat melintasi jalan tersebut. Banjir dan genangan di badan jalan memang masih menjadi persoalan pelik yang belum teratasi hingga saat ini. Banjir parah di badan jalan tak hanya terjadi di Jalan Jenderal Sudirman ujung saat hujan turun. Tapi juga di Jalan HR Soebrantas, Jalan Paus, Jalan Arifin Achmad, Jalan Darma Bati, Jalan Cipta Karya, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan ruas jalan lainnya.

Menanggapi kondisi banjir di Kota Pekanbaru tersebut, Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun SSTP MAP menyebutkan penanganan banjir tetap menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Terutama banjir berdampak terhadap jalan masuk kewenangan Pemko Pekanbaru.

Baca Juga:  BC Pekanbaru Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM

Namun, disebutkannya, banjir juga kerap melanda jalan yang berstatus provinsi. Sehingga ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. ”Banjir hari ini (Jalan Sembilang, red) kita tak bisa berbuat apa-apa, karena kewenangannya di provinsi. Bisa kita bantu, tetapi jalan yang jadi kewenangan kota, inikan hampir menyeluruh (jadi kewenangan provinsi, red). Ini jadi kendala yang harus diketahui masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Uun, panggilan akrab Muflihun, Selasa (2/1). Dikatakan Muflihun, ada ketetapan terbaru soal pelimpahan kewenangan jalan yang ada di Kota Pekanbaru. Yakni sebagian besar jalan yang semula kewenangan Pemko Pekanbaru menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. ”Ada penetapan terbaru, itu SK penetapan jalan kewenangan Provinsi Riau. Ada perpindahan seperti Jalan Cipta Karya diambil alih oleh Provinsi Riau,” katanya.

- Advertisement -

Orang nomor satu di Kota Bertuah ini juga menjelaskan beberapa jalan Kota Pekanbaru lainnya yang saat ini bukan lagi menjadi kewenangan Pemko Pekanbaru. Di antaranya, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Parit Indah, dan Jalan Pesantren.

”Itu sudah dilimpahkan jadi kewenangan Provinsi Riau. Ini mau tak mau kita bersinergi dengan Provinsi Riau, karena beberapa jalan Kota Pekanbaru menjadi kewenangan provinsi. Kami berharap ke depan gubenur bisa memprioritaskan. Minimal jalan-jalan provinsi di Kota Pekanbaru,” tutupnya.

Ajak Masyarakat Goro Bersihkan Drainase

Pj Wako juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dengan melakukan gotong-royong (goro) untuk membersihkan saluran drainase.

Hal ini dilakukan agar saluran drainase dapat mengalirkan air hujan dengan baik dan tidak menyebabkan masalah banjir seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Baca Juga:  ACT Riau Bagikan Bubur

”Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut membersihkan saluran drainase di tempat tinggal kita. Karena saya ini musim hujan dan kuta harus bersama-sama untuk mencegah banjir,” ujarnya.

Muflihun menjelaskan, salah satu penyebab drainase tidak berfungsi adalah karena sampah yang menyumbat. Sehingga, saat hujan turun, banjir kerap menggenangi jalan dan perumahan.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalah banjir di Kota Pekanbaru ini diperlukan kerja sama baik dengan masyarakat maupun instansi terkait lainnya.

Pasalnya saat ini,  jumlah pasukan kuning di Dinas PUPR hanya terdiri dari 8 tim, sehingga tidak mungkin dipaksakan untuk membersihkan seluruh drainase di Kota Pekanbaru setiap harinya.

”Jumlahnya cuma delapan tim, kita punya banyak ruas jalan, tidak mungkin bisa dikeruk oleh seluruh tim dalam waktu singkat,” jelasnya.

Lanjut Muflihun, dengan kembalinya masyarakat di Kota Pekanbaru menerapkan sistem gotong-royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, bukan hanya lingkungan tersebut yang menjadi bersih dan bebas dari banjir tetapi dapat meminimalisir penyebaran penyakit yang kerap terjadi di saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Ia juga meminta para camat dan lurah agar turun langsung mengajak masyarakatnya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih saluran air agar dapat mengantisipasi terjadinya banjir dimusim hujan ini.

”Kami minta bukan hanya masyarakat yang turun melakukan gotong-royong tapi pihak kecamatan dan kelurahan juga, berikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya sehingga bukan hanya banjir yang dapat kita tangani bersama tatapi juga saling menjaga kesehatan masyarakat itu prioritasnya,” sebutnya.(ilo/ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jalan Jenderal Sudirman ujung atau Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai kembali tergenang cukup dalam, Selasa (2/1). Ketinggian air yang merendam badan jalan selepas Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah ini mencapai 30-40 centi­meter (cm).

Banjir di Jalan Jenderal Sudirman ujung ini disebabkan meluapnya air Sungai Siak. Beberapa pengendara sempat ragu melewati banjir karena takut kendaraan mereka mati mesin atau terperosok lubang yang tidak terlihat karena tertutup air.

”Awalnya cukup ragu juga saat melintas genangan banjir, takutnya (air) dalam, ban masuk di lubang. Semoga banjir cepat surut kembali dan jalan bisa kering kembali sehingga mudah dilalui,” sebut Yudi, salah seorang warga Pekanbaru yang melintasi jalan pakai sepeda motor tersebut. Hal senada disampaikan Iwan. Menurutnya, badan Jalan Jenderal Sudirman tersebut kerap tergenang banjir setiap tahunnya. ”Kalau musim hujan ya seperti sekarang ini, luapan air Sungai Siak sampai ke badan jalan. Biasanya cepat surut banjirnya. Tapi kalau hujan lagi, ya lama surutnya,” kata warga Rumbai tersebut saat melintas dengan mobilnya dan harus mengurangi laju mobilnya saat melintasi jalan tersebut. Banjir dan genangan di badan jalan memang masih menjadi persoalan pelik yang belum teratasi hingga saat ini. Banjir parah di badan jalan tak hanya terjadi di Jalan Jenderal Sudirman ujung saat hujan turun. Tapi juga di Jalan HR Soebrantas, Jalan Paus, Jalan Arifin Achmad, Jalan Darma Bati, Jalan Cipta Karya, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan ruas jalan lainnya.

Menanggapi kondisi banjir di Kota Pekanbaru tersebut, Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun SSTP MAP menyebutkan penanganan banjir tetap menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Terutama banjir berdampak terhadap jalan masuk kewenangan Pemko Pekanbaru.

Baca Juga:  Rusak, Jalan Sudirman Ditanami Pohon Pisang

Namun, disebutkannya, banjir juga kerap melanda jalan yang berstatus provinsi. Sehingga ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. ”Banjir hari ini (Jalan Sembilang, red) kita tak bisa berbuat apa-apa, karena kewenangannya di provinsi. Bisa kita bantu, tetapi jalan yang jadi kewenangan kota, inikan hampir menyeluruh (jadi kewenangan provinsi, red). Ini jadi kendala yang harus diketahui masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Uun, panggilan akrab Muflihun, Selasa (2/1). Dikatakan Muflihun, ada ketetapan terbaru soal pelimpahan kewenangan jalan yang ada di Kota Pekanbaru. Yakni sebagian besar jalan yang semula kewenangan Pemko Pekanbaru menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. ”Ada penetapan terbaru, itu SK penetapan jalan kewenangan Provinsi Riau. Ada perpindahan seperti Jalan Cipta Karya diambil alih oleh Provinsi Riau,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Bertuah ini juga menjelaskan beberapa jalan Kota Pekanbaru lainnya yang saat ini bukan lagi menjadi kewenangan Pemko Pekanbaru. Di antaranya, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Parit Indah, dan Jalan Pesantren.

”Itu sudah dilimpahkan jadi kewenangan Provinsi Riau. Ini mau tak mau kita bersinergi dengan Provinsi Riau, karena beberapa jalan Kota Pekanbaru menjadi kewenangan provinsi. Kami berharap ke depan gubenur bisa memprioritaskan. Minimal jalan-jalan provinsi di Kota Pekanbaru,” tutupnya.

Ajak Masyarakat Goro Bersihkan Drainase

Pj Wako juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dengan melakukan gotong-royong (goro) untuk membersihkan saluran drainase.

Hal ini dilakukan agar saluran drainase dapat mengalirkan air hujan dengan baik dan tidak menyebabkan masalah banjir seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Baca Juga:  Anggaran Alun-Alun Dialihkan untuk Perbaikan Jalan

”Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut membersihkan saluran drainase di tempat tinggal kita. Karena saya ini musim hujan dan kuta harus bersama-sama untuk mencegah banjir,” ujarnya.

Muflihun menjelaskan, salah satu penyebab drainase tidak berfungsi adalah karena sampah yang menyumbat. Sehingga, saat hujan turun, banjir kerap menggenangi jalan dan perumahan.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalah banjir di Kota Pekanbaru ini diperlukan kerja sama baik dengan masyarakat maupun instansi terkait lainnya.

Pasalnya saat ini,  jumlah pasukan kuning di Dinas PUPR hanya terdiri dari 8 tim, sehingga tidak mungkin dipaksakan untuk membersihkan seluruh drainase di Kota Pekanbaru setiap harinya.

”Jumlahnya cuma delapan tim, kita punya banyak ruas jalan, tidak mungkin bisa dikeruk oleh seluruh tim dalam waktu singkat,” jelasnya.

Lanjut Muflihun, dengan kembalinya masyarakat di Kota Pekanbaru menerapkan sistem gotong-royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, bukan hanya lingkungan tersebut yang menjadi bersih dan bebas dari banjir tetapi dapat meminimalisir penyebaran penyakit yang kerap terjadi di saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Ia juga meminta para camat dan lurah agar turun langsung mengajak masyarakatnya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih saluran air agar dapat mengantisipasi terjadinya banjir dimusim hujan ini.

”Kami minta bukan hanya masyarakat yang turun melakukan gotong-royong tapi pihak kecamatan dan kelurahan juga, berikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya sehingga bukan hanya banjir yang dapat kita tangani bersama tatapi juga saling menjaga kesehatan masyarakat itu prioritasnya,” sebutnya.(ilo/ayi/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari