Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Warga Bersihkan Sendiri Sampah di Sungai Siak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lambannya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap tumpukan sampah di aliran sungai Siak, tepatnya di bawah jembatan penghubung Jalan Tanjung Karang dan Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, membuat masyarakat harus turun tangan langsung membersihkan tumpukan sampah yang kerap membuat kotor permukaan pinggir Sungai Siak, Sabtu (13/1).

Pantauan Riau Pos, Ahad (14/1) tak tampak lagi gunungan sampah yang mengotori permukaan Sungai Siak. Hanya tinggal beberapa sampah baru yang masih terbawa arus sungai Siak yang kembali menumpuk dipinggir sungai.

Salah seorang warga Herman mengaku selama ini masyarakat sudah menunggu langkah pembersihan sampah yang banyak tergenang di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Limapuluh.

Baca Juga:  Dipusatkan di Masjid Raya Pekanbaru, Petang Belimau Tanpa Arak-arakan dan Prosesi di Tepian Sungai Siak

Namun hingga kini pemerintah belum datang untuk melakukan pembersihan melainkan hanya melakukan pemantauan dan mengambil foto saat sampah masih banyak.

Geram dengan tumpukan sampah di sungai sampah yang menganggu sistem drainase yang ada di jalan alternatif tersebut, membuat masyarakat sekitar bergotong-royong melakukan pembersihan dengan alat seadanya.

Bahkan tumpukan sampah tak semuanya diangkat keatas permukaan, sehingga masyarakat mendorong sampah yang ada didalam aliran sungai menuju ke tengah Sungai Siak agar terbawa arus dan bisa dilakukan pengangkutan oleh dinas terkait.

”Kami dorong saja pakai kayu sampah itu ketengah, karena sudah sangat menganggu aliran drainase dan juga menjadi sarang nyamuk,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga yang melakukan aktivitas memancing di pinggir Jalan Tanjung Batu Waldi mengaku sampah di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang dan Tanjung Batu tersebut sudah sangat menganggu ekosistem hewan di Sungai Siak.

Baca Juga:  Perdoski Pekanbaru Taja Baksos dan Penyuluhan Kesehatan Lansia

Bahkan saat melakukan aktivitas memancing dirinya bersama warga sekitar kerap mendapatkan kail pancing yang menyangkut pada sampah plastik akibat banyaknya sampah yang berserak di permukaan Sungai Siak.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lambannya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap tumpukan sampah di aliran sungai Siak, tepatnya di bawah jembatan penghubung Jalan Tanjung Karang dan Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, membuat masyarakat harus turun tangan langsung membersihkan tumpukan sampah yang kerap membuat kotor permukaan pinggir Sungai Siak, Sabtu (13/1).

Pantauan Riau Pos, Ahad (14/1) tak tampak lagi gunungan sampah yang mengotori permukaan Sungai Siak. Hanya tinggal beberapa sampah baru yang masih terbawa arus sungai Siak yang kembali menumpuk dipinggir sungai.

Salah seorang warga Herman mengaku selama ini masyarakat sudah menunggu langkah pembersihan sampah yang banyak tergenang di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Limapuluh.

Baca Juga:  Warga Dapat Bantuan Air Bersih

Namun hingga kini pemerintah belum datang untuk melakukan pembersihan melainkan hanya melakukan pemantauan dan mengambil foto saat sampah masih banyak.

Geram dengan tumpukan sampah di sungai sampah yang menganggu sistem drainase yang ada di jalan alternatif tersebut, membuat masyarakat sekitar bergotong-royong melakukan pembersihan dengan alat seadanya.

- Advertisement -

Bahkan tumpukan sampah tak semuanya diangkat keatas permukaan, sehingga masyarakat mendorong sampah yang ada didalam aliran sungai menuju ke tengah Sungai Siak agar terbawa arus dan bisa dilakukan pengangkutan oleh dinas terkait.

”Kami dorong saja pakai kayu sampah itu ketengah, karena sudah sangat menganggu aliran drainase dan juga menjadi sarang nyamuk,” katanya.

- Advertisement -

Sementara itu, salah seorang warga yang melakukan aktivitas memancing di pinggir Jalan Tanjung Batu Waldi mengaku sampah di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang dan Tanjung Batu tersebut sudah sangat menganggu ekosistem hewan di Sungai Siak.

Baca Juga:  6row to 6low Zetizen

Bahkan saat melakukan aktivitas memancing dirinya bersama warga sekitar kerap mendapatkan kail pancing yang menyangkut pada sampah plastik akibat banyaknya sampah yang berserak di permukaan Sungai Siak.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lambannya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap tumpukan sampah di aliran sungai Siak, tepatnya di bawah jembatan penghubung Jalan Tanjung Karang dan Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, membuat masyarakat harus turun tangan langsung membersihkan tumpukan sampah yang kerap membuat kotor permukaan pinggir Sungai Siak, Sabtu (13/1).

Pantauan Riau Pos, Ahad (14/1) tak tampak lagi gunungan sampah yang mengotori permukaan Sungai Siak. Hanya tinggal beberapa sampah baru yang masih terbawa arus sungai Siak yang kembali menumpuk dipinggir sungai.

Salah seorang warga Herman mengaku selama ini masyarakat sudah menunggu langkah pembersihan sampah yang banyak tergenang di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Limapuluh.

Baca Juga:  PSMTI Riau Kembali Serahkan Bantuan Korban Banjir

Namun hingga kini pemerintah belum datang untuk melakukan pembersihan melainkan hanya melakukan pemantauan dan mengambil foto saat sampah masih banyak.

Geram dengan tumpukan sampah di sungai sampah yang menganggu sistem drainase yang ada di jalan alternatif tersebut, membuat masyarakat sekitar bergotong-royong melakukan pembersihan dengan alat seadanya.

Bahkan tumpukan sampah tak semuanya diangkat keatas permukaan, sehingga masyarakat mendorong sampah yang ada didalam aliran sungai menuju ke tengah Sungai Siak agar terbawa arus dan bisa dilakukan pengangkutan oleh dinas terkait.

”Kami dorong saja pakai kayu sampah itu ketengah, karena sudah sangat menganggu aliran drainase dan juga menjadi sarang nyamuk,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga yang melakukan aktivitas memancing di pinggir Jalan Tanjung Batu Waldi mengaku sampah di bawah jembatan penghubung di Jalan Tanjung Karang dan Tanjung Batu tersebut sudah sangat menganggu ekosistem hewan di Sungai Siak.

Baca Juga:  Daftar Ulang SDN Ditutup Hari Ini

Bahkan saat melakukan aktivitas memancing dirinya bersama warga sekitar kerap mendapatkan kail pancing yang menyangkut pada sampah plastik akibat banyaknya sampah yang berserak di permukaan Sungai Siak.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari