Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Petani Keluhkan Harga Pakan Mahal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus mendorong peningkatan produksi budi daya ikan air tawar di kabupaten/kota di Riau. Di mana saat ini produksi ikan air tawar di Riau sudah  mencapai 65.167,80 ton per tahun, namun belakangan muncul kendala yakni harga pakan yang mengalami kenaikan. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Yurnalis mengatakan, untuk kebutuhan pakan saat ini petani budi daya ikan tawar masih tergantung dari suplai dari daerah lain. Karena harga pakan pabrikan masih tinggi.

“Petani budidaya ikan tawar saat ini mengeluhkan mahalnya harga pakan. Di pasaran harga pakan pabrikan lebih kurang masih Rp12 ribu perkilogram,” kata Yurnalis.

Baca Juga:  Perkuat Integritas, Pemprov Riau Lakukan Pembinaan Desa Antikorupsi di Meranti

Menurutnya, tentu kondisi ini sangat memberatkan petani dan mengganggu produksi ikan tawar di Riau. Sebab biaya produksi ikan tawar meningkat, namun harga jual ikan tetap. “Kalau untuk pakan mandiri yang diproduksi petani memang harganya jauh lebih murah yakni Rp5 ribu perkilogram, namun belum mendapatkan hasil uji kelayakan,” sebutnya.

Karena itu, pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Riau untuk meneliti kandungan gizi dan nutrisi pakan mandiri tersebut. “Hal ini untuk mengetahui apakah pakan mandiri itu bisa diproduksi masal atau tidak. Termasuk kandungan dari pakan itu, apakah bisa meningkatkan pertumbuhan ikan atau tidak,” ucapnya.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, tambah Yurnalis, saat ini pihaknya sedang berupaya mendatangkan pakan dari daerah lain yakni dari Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

Baca Juga:  MTQ Riau Tampilkan Parade Budaya hingga Formasi Drone, Semangat Al-Qur’an Bergema di Bengkalis

“Pakan dari OKU ini lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Tapi ini kan untuk solusi jangka pendek, karena mereka juga memproduksi pakan mandiri. Kita belum tau juga seperti apa kualitas dan kandung gizinya bagi pertumbuhan ikan tawar,” katanya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus mendorong peningkatan produksi budi daya ikan air tawar di kabupaten/kota di Riau. Di mana saat ini produksi ikan air tawar di Riau sudah  mencapai 65.167,80 ton per tahun, namun belakangan muncul kendala yakni harga pakan yang mengalami kenaikan. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Yurnalis mengatakan, untuk kebutuhan pakan saat ini petani budi daya ikan tawar masih tergantung dari suplai dari daerah lain. Karena harga pakan pabrikan masih tinggi.

“Petani budidaya ikan tawar saat ini mengeluhkan mahalnya harga pakan. Di pasaran harga pakan pabrikan lebih kurang masih Rp12 ribu perkilogram,” kata Yurnalis.

Baca Juga:  20 Ribu Lebih Honorer di Riau Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu

Menurutnya, tentu kondisi ini sangat memberatkan petani dan mengganggu produksi ikan tawar di Riau. Sebab biaya produksi ikan tawar meningkat, namun harga jual ikan tetap. “Kalau untuk pakan mandiri yang diproduksi petani memang harganya jauh lebih murah yakni Rp5 ribu perkilogram, namun belum mendapatkan hasil uji kelayakan,” sebutnya.

Karena itu, pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Riau untuk meneliti kandungan gizi dan nutrisi pakan mandiri tersebut. “Hal ini untuk mengetahui apakah pakan mandiri itu bisa diproduksi masal atau tidak. Termasuk kandungan dari pakan itu, apakah bisa meningkatkan pertumbuhan ikan atau tidak,” ucapnya.

- Advertisement -

Untuk mengatasi keluhan tersebut, tambah Yurnalis, saat ini pihaknya sedang berupaya mendatangkan pakan dari daerah lain yakni dari Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Persiapkan Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak Utama

“Pakan dari OKU ini lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Tapi ini kan untuk solusi jangka pendek, karena mereka juga memproduksi pakan mandiri. Kita belum tau juga seperti apa kualitas dan kandung gizinya bagi pertumbuhan ikan tawar,” katanya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus mendorong peningkatan produksi budi daya ikan air tawar di kabupaten/kota di Riau. Di mana saat ini produksi ikan air tawar di Riau sudah  mencapai 65.167,80 ton per tahun, namun belakangan muncul kendala yakni harga pakan yang mengalami kenaikan. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Yurnalis mengatakan, untuk kebutuhan pakan saat ini petani budi daya ikan tawar masih tergantung dari suplai dari daerah lain. Karena harga pakan pabrikan masih tinggi.

“Petani budidaya ikan tawar saat ini mengeluhkan mahalnya harga pakan. Di pasaran harga pakan pabrikan lebih kurang masih Rp12 ribu perkilogram,” kata Yurnalis.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Hadiri Pencanangan 10 Juta Bendera

Menurutnya, tentu kondisi ini sangat memberatkan petani dan mengganggu produksi ikan tawar di Riau. Sebab biaya produksi ikan tawar meningkat, namun harga jual ikan tetap. “Kalau untuk pakan mandiri yang diproduksi petani memang harganya jauh lebih murah yakni Rp5 ribu perkilogram, namun belum mendapatkan hasil uji kelayakan,” sebutnya.

Karena itu, pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Riau untuk meneliti kandungan gizi dan nutrisi pakan mandiri tersebut. “Hal ini untuk mengetahui apakah pakan mandiri itu bisa diproduksi masal atau tidak. Termasuk kandungan dari pakan itu, apakah bisa meningkatkan pertumbuhan ikan atau tidak,” ucapnya.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, tambah Yurnalis, saat ini pihaknya sedang berupaya mendatangkan pakan dari daerah lain yakni dari Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Terkuak, Pencuri Mobil Ternyata DPO Pembunuhan Pasutri di Pasaman

“Pakan dari OKU ini lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Tapi ini kan untuk solusi jangka pendek, karena mereka juga memproduksi pakan mandiri. Kita belum tau juga seperti apa kualitas dan kandung gizinya bagi pertumbuhan ikan tawar,” katanya.(sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari