Kamis, 3 April 2025
spot_img

Jaga Kelestarian Alam di Pesisir Pantai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Sebagai daerah yang berada di pesisir pantai menjadikan Dumai sebagai daerah yang sering terkena abrasi. Gilirannya, kondisi pesisir pantai di Dumai memprihatinkan sering hilangnya tanaman mangrove. Sering dengan itu, Pemko Dumai mengajak semua pihak untuk dapat menjaga kelestarian alam di pesisir pantai.

Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan, Sabtu (3/8) menghadiri kegiatan penanaman dua ribu batang mangrove di pantai Taisan Purnama, Kecamatan Dumai Barat oleh Aptical Group. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan dalam hari mangrove se-dunia.

”Sebagai daerah yang berada di daerah pesisir pantai, kelestarian hutan mangrove memang harus dijaga. Dumai memiliki beberapa daerah yang cocok untuk pelestarian mangrove,” kata Indra.

Baca Juga:  Ribuan Anak PAUD Padati Jalan HR Soebrantas

Daerah yang cocok untuk pelestarian hutan mangrove ini, lanjut Indra, berada di kawasan Bandar Hutan Bakau, kawasan Medang Kampai dan Kawasan Dumai Barat. ”Jika mangrove dapat hidup jelas dapat memberikan dampak positif. Salah satunya biota pantai bisa hidup dan berkembang,” kata Indra.

Disamping itu, tambah Indra, Pemko Dumai telah mempersiapkan edukasi perlindungan ekosistem gambut dan mangrove ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah pertama. ”Kami sedang merancang kurikulum pendidikan lingkungan, khususnya gambut dan mangrove, sebagai materi pendidikan muatan lokal,” kata Indra.

Melalui pendidikan muatan lokal ini, lanjut Indra, dapat membentuk karakter serta mindset anak-anak untuk melestarikan gambut maupun mangrove sejak dini. ”Dengan kebijakan yang dibuat ini diharapkan nantinya kelestarian alam bahari di Dumai dapat terjaga,” kata Indra.

Baca Juga:  Sekko Harapkan Masyarakat Jaga Lingkungan

Sementara itu, bencana abrasi di sepanjang pesisir pantai di Dumai, di sisi lainnya juga memberikan dampak yang serius. Salah satunya abrasi bisa mengancam sejumlah lokasi destinasi wisata pesisir pantai.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan menyebutkan kalau melihat kondisi yang ada, abrasi itu sudah terjadi di daerah yang berada di sepanjang pesisir pantai, di antaranya di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Barat serta Bandar Bakau Dumai.(ade)

Laporan Syahri Ramlan, Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Sebagai daerah yang berada di pesisir pantai menjadikan Dumai sebagai daerah yang sering terkena abrasi. Gilirannya, kondisi pesisir pantai di Dumai memprihatinkan sering hilangnya tanaman mangrove. Sering dengan itu, Pemko Dumai mengajak semua pihak untuk dapat menjaga kelestarian alam di pesisir pantai.

Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan, Sabtu (3/8) menghadiri kegiatan penanaman dua ribu batang mangrove di pantai Taisan Purnama, Kecamatan Dumai Barat oleh Aptical Group. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan dalam hari mangrove se-dunia.

”Sebagai daerah yang berada di daerah pesisir pantai, kelestarian hutan mangrove memang harus dijaga. Dumai memiliki beberapa daerah yang cocok untuk pelestarian mangrove,” kata Indra.

Baca Juga:  Perdalam Ilmu Agama lewat Pesantren Ramadan

Daerah yang cocok untuk pelestarian hutan mangrove ini, lanjut Indra, berada di kawasan Bandar Hutan Bakau, kawasan Medang Kampai dan Kawasan Dumai Barat. ”Jika mangrove dapat hidup jelas dapat memberikan dampak positif. Salah satunya biota pantai bisa hidup dan berkembang,” kata Indra.

Disamping itu, tambah Indra, Pemko Dumai telah mempersiapkan edukasi perlindungan ekosistem gambut dan mangrove ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah pertama. ”Kami sedang merancang kurikulum pendidikan lingkungan, khususnya gambut dan mangrove, sebagai materi pendidikan muatan lokal,” kata Indra.

Melalui pendidikan muatan lokal ini, lanjut Indra, dapat membentuk karakter serta mindset anak-anak untuk melestarikan gambut maupun mangrove sejak dini. ”Dengan kebijakan yang dibuat ini diharapkan nantinya kelestarian alam bahari di Dumai dapat terjaga,” kata Indra.

Baca Juga:  Peringkat 9, Kafilah Jangan Putus Asa

Sementara itu, bencana abrasi di sepanjang pesisir pantai di Dumai, di sisi lainnya juga memberikan dampak yang serius. Salah satunya abrasi bisa mengancam sejumlah lokasi destinasi wisata pesisir pantai.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan menyebutkan kalau melihat kondisi yang ada, abrasi itu sudah terjadi di daerah yang berada di sepanjang pesisir pantai, di antaranya di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Barat serta Bandar Bakau Dumai.(ade)

Laporan Syahri Ramlan, Dumai

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jaga Kelestarian Alam di Pesisir Pantai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Sebagai daerah yang berada di pesisir pantai menjadikan Dumai sebagai daerah yang sering terkena abrasi. Gilirannya, kondisi pesisir pantai di Dumai memprihatinkan sering hilangnya tanaman mangrove. Sering dengan itu, Pemko Dumai mengajak semua pihak untuk dapat menjaga kelestarian alam di pesisir pantai.

Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan, Sabtu (3/8) menghadiri kegiatan penanaman dua ribu batang mangrove di pantai Taisan Purnama, Kecamatan Dumai Barat oleh Aptical Group. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan dalam hari mangrove se-dunia.

”Sebagai daerah yang berada di daerah pesisir pantai, kelestarian hutan mangrove memang harus dijaga. Dumai memiliki beberapa daerah yang cocok untuk pelestarian mangrove,” kata Indra.

Baca Juga:  '' Tanah Hilang, Kami pun Pindah ''

Daerah yang cocok untuk pelestarian hutan mangrove ini, lanjut Indra, berada di kawasan Bandar Hutan Bakau, kawasan Medang Kampai dan Kawasan Dumai Barat. ”Jika mangrove dapat hidup jelas dapat memberikan dampak positif. Salah satunya biota pantai bisa hidup dan berkembang,” kata Indra.

Disamping itu, tambah Indra, Pemko Dumai telah mempersiapkan edukasi perlindungan ekosistem gambut dan mangrove ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah pertama. ”Kami sedang merancang kurikulum pendidikan lingkungan, khususnya gambut dan mangrove, sebagai materi pendidikan muatan lokal,” kata Indra.

Melalui pendidikan muatan lokal ini, lanjut Indra, dapat membentuk karakter serta mindset anak-anak untuk melestarikan gambut maupun mangrove sejak dini. ”Dengan kebijakan yang dibuat ini diharapkan nantinya kelestarian alam bahari di Dumai dapat terjaga,” kata Indra.

Baca Juga:  Polres Dumai Gelar Pasukan Operasi Ketupat

Sementara itu, bencana abrasi di sepanjang pesisir pantai di Dumai, di sisi lainnya juga memberikan dampak yang serius. Salah satunya abrasi bisa mengancam sejumlah lokasi destinasi wisata pesisir pantai.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan menyebutkan kalau melihat kondisi yang ada, abrasi itu sudah terjadi di daerah yang berada di sepanjang pesisir pantai, di antaranya di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Barat serta Bandar Bakau Dumai.(ade)

Laporan Syahri Ramlan, Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Sebagai daerah yang berada di pesisir pantai menjadikan Dumai sebagai daerah yang sering terkena abrasi. Gilirannya, kondisi pesisir pantai di Dumai memprihatinkan sering hilangnya tanaman mangrove. Sering dengan itu, Pemko Dumai mengajak semua pihak untuk dapat menjaga kelestarian alam di pesisir pantai.

Sekda Kota Dumai H Indra Gunawan, Sabtu (3/8) menghadiri kegiatan penanaman dua ribu batang mangrove di pantai Taisan Purnama, Kecamatan Dumai Barat oleh Aptical Group. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan dalam hari mangrove se-dunia.

”Sebagai daerah yang berada di daerah pesisir pantai, kelestarian hutan mangrove memang harus dijaga. Dumai memiliki beberapa daerah yang cocok untuk pelestarian mangrove,” kata Indra.

Baca Juga:  Sekko Harapkan Masyarakat Jaga Lingkungan

Daerah yang cocok untuk pelestarian hutan mangrove ini, lanjut Indra, berada di kawasan Bandar Hutan Bakau, kawasan Medang Kampai dan Kawasan Dumai Barat. ”Jika mangrove dapat hidup jelas dapat memberikan dampak positif. Salah satunya biota pantai bisa hidup dan berkembang,” kata Indra.

Disamping itu, tambah Indra, Pemko Dumai telah mempersiapkan edukasi perlindungan ekosistem gambut dan mangrove ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah pertama. ”Kami sedang merancang kurikulum pendidikan lingkungan, khususnya gambut dan mangrove, sebagai materi pendidikan muatan lokal,” kata Indra.

Melalui pendidikan muatan lokal ini, lanjut Indra, dapat membentuk karakter serta mindset anak-anak untuk melestarikan gambut maupun mangrove sejak dini. ”Dengan kebijakan yang dibuat ini diharapkan nantinya kelestarian alam bahari di Dumai dapat terjaga,” kata Indra.

Baca Juga:  PLN Bangun Ketahanan Pesisir Bengkalis, Tanam 6 Ribu Mangrove

Sementara itu, bencana abrasi di sepanjang pesisir pantai di Dumai, di sisi lainnya juga memberikan dampak yang serius. Salah satunya abrasi bisa mengancam sejumlah lokasi destinasi wisata pesisir pantai.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan menyebutkan kalau melihat kondisi yang ada, abrasi itu sudah terjadi di daerah yang berada di sepanjang pesisir pantai, di antaranya di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Barat serta Bandar Bakau Dumai.(ade)

Laporan Syahri Ramlan, Dumai

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari